LBH Pijar Surati KPK Soal Informasi Bupati Mimika Jadi Tersangka

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 November 2020 - 15:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR | JAKARTA – Lembaga Bantuan Hukum Pijar (LBH-Pijar) meminta klarifikasi terkait tersebarnya berita telah ditetapkannya Bupati Mimika, Papua, Eltinus Omaleng, sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK. Direktur LBH Pijar Lintar Fauzi mengungkapkan, klarifikasi ini menjadi hal mendesak lantaran berimplikasi pada kasus hukum lain yang terindikasi kriminalisasi terhadap pengelola media lokal di kabupaten itu.

“Kami telah mendapatkan aduan tentang adanya upaya kriminalisasi terhadap salah satu pengurus media lokal di Mimika. Media tersebut dianggap telah menyebarkan berita bohong (hoax) perihal kabar penetapan Bupati Mimika Eltinus Omaleng sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan tindak pidana Korupsi proyek pembangunan gereja Kingme Mile 32, Mimika, ” ungkap Direktur LBH-Pijar, Lintar Fauzi, Sabtu, 21/11/20.

Pada kasus penyebaran berita hoaks itu, lanjut Lintar, LBH-Pijar terdorong mengadvokasinya sesuai dengan fungsi LBH sebagai wadah perlindungan hukum bagi masyarakat tanpa terkecuali, termasuk teman-teman media yang ada di Papua. “Jika teman-teman memerlukan bantuan hukum dalam menjalankan tugas dan fungsinya atau misalnya mengalami kriminalisasi,” kata dia.

Baca Juga :  Eksepsi Perkara Proyek Tol JORR II Minta Dakwaan Batal Demi Hukum

Mengenai kasus di Mimika, Lintar juga menyoroti lemahnya pengelolahan informasi publikasi penanganan perkara di tubuh KPK saat ini. “Sampai akhirnya terjadi penyebaran informasi yang tidak pasti di tengah masyarakat dan di kalangan media, tentang penetapan tersangka Bupati Mimika Eltinus Omaleng atas dugaan tindak pidana korupsinya,” kata dia.

Direktur LBH Pijar itu juga mendorong KPK untuk lebih transparan terkait informasi publik mengenai status Bupati Mimika. “Baik untuk pribadi Otinus Omaleng maupun warga Papua lainnya sesuai dengan asas setiap orang setara di depan hukum,” ungkapnya

Menurut Lintar, LBH Pijar menyurati secara resmi KPK mengenai soal ini secara kelembagaan dengan salinan surat tembusan ke DPR-RI pada Jumat, 20/11/20 untuk meminta informasi yang sebenarnya. “Sekaligus mendorong KPK agar segera mengklarifikasi secara resmi, karena hasil temuan LBH-PIjar ada surat panggilan KPK terhadap seorang saksi yang sudah tersebar luas bahkan sampai dikutip juga oleh beberapa media nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Macam-Macam Sanksi Pidana Beserta Penjelasan dan Contohnya

Dalam surat panggilan tersebut, kata Lintar, tercantum juga Nomor Sprint.dik/56/DIK/.0001/09/2020. Isinya, lanjut dia, menyebutkan bahwa Bupati Mimika Eltinus Omaleng telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi,” jelasnya.

Lintar menegaskan, KPK harus segera mengklarifikasi surat tersebut secara resmi dan terbuka, karena jika dibiarkan informasi itu beredar dan ternyata tidak benar, maka dikhawatirkan akan banyak pihak yang terkiminalisasi termasuk Bupati Mimika. Dikhawatirkan juga hal ini akan semakin melemahkan kepercayaan publik kepada KPK, karena hal ini menyangkut hak yang sangat mendasar, di era keterbukaan informasi seperti saat ini.

“Kta berhak mendapatkan informasi yang akurat dan terjamin kebenarannya dan itu dijamin oleh konstitusi kita. Hal tersebut juga diatur secara eksplisit dalam Pasal 5 Undang-Undang No 19 Tahun 2019 tentang KPKi bahwa dalam menjalankan kewenangannya lembaga ini harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas,” tandasnya. (Uda)

Berita Terkait

Hisar Pardomuan Soroti Integritas Imigrasi dalam Polemik ITAS WNA Korea
Kejagung Kembali Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Izin Tambang Bauksit di Kalbar
Kejagung Tetapkan Komisaris PT QSS Sebagai Tersangka Korupsi Izin Tambang Bauksit di Kalbar
BPA Fair Berhasil Lelang 300 Aset, Plt Wakil Jaksa Agung: Ini Sebuah Terobosan dan Inovasi yang Baik
Tutup BPA Fair 2026, Jaksa Agung: Pemulihan Kerugian Negara Sebagai Tujuan Utama
Kejari Jakbar Gerak Cepat Tindak Lanjuti Dugaan Rangkap Jabatan Dewan Kota Kalideres
Kasus Tambang PT JMB Group di Kabupaten Kukar, Kejati Kaltim Kembali Selamatkan Uang Negara Rp57,4 Miliar
Kajari Kota Tangerang Pradhana Probo Setyarjo: Kepastian Hukum Berjalan, Masyarakat Sejahtera
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:15 WIB

Hisar Pardomuan Soroti Integritas Imigrasi dalam Polemik ITAS WNA Korea

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:24 WIB

Kejagung Kembali Tetapkan 4 Tersangka Korupsi Izin Tambang Bauksit di Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:00 WIB

Kejagung Tetapkan Komisaris PT QSS Sebagai Tersangka Korupsi Izin Tambang Bauksit di Kalbar

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:00 WIB

BPA Fair Berhasil Lelang 300 Aset, Plt Wakil Jaksa Agung: Ini Sebuah Terobosan dan Inovasi yang Baik

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:58 WIB

Tutup BPA Fair 2026, Jaksa Agung: Pemulihan Kerugian Negara Sebagai Tujuan Utama

Berita Terbaru