Komisi V DPR RI Apresiasi Kesiapan Operasional Sistem Navigasi Penerbangan Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pijarjakarta.info – Komisi V DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Kantor Pusat AirNav Indonesia di Tangerang, Banten, Jumat (22/5/2026).

Dewan menilai AirNav Indonesia telah mempersiapkan pelayanan navigasi dengan baik, sehingga memberi keyakinan bahwa keselamatan penerbangan di ruang udara Indonesia tetap menjadi prioritas utama.

Di kesempatan itu, kunjungan dilakukan untuk meninjau langsung kemajuan modernisasi serta resiliensi sistem navigasi penerbangan nasional yang dilakukan AirNav Indonesia.

Selain itu, juga untuk memastikan kesiapan mitigasi terhadap gangguan Global Navigation Satellite System Radio Frequency Interference (GNSS RFI) yang menjadi perhatian komunitas penerbangan internasional.

Kunjungan spesifik tersebut dipimpin Ketua Tim Kunjungan Spesifik Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, dan dihadiri sejumlah anggota Komisi V DPR RI.

Dalam kunjungannya, Komisi V didampingi Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa beserta jajaran, Direksi AirNav Indonesia, serta perwakilan PT Angkasa Pura Indonesia.

Baca Juga :  Pengembangan Kawasan Barelang, Mentrans: Dukung Kesejahteraan Warga

Dalam pertemuan di Auditorium Kantor Pusat AirNav Indonesia, Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno memaparkan kondisi terkini pelayanan navigasi penerbangan nasional.

Ia juga menjelaskan kesiapan sistem mitigasi gangguan GNSS RFI, hingga penguatan operasional melalui Indonesia Network Management Center (INMC) dan New Jakarta Air Traffic Services Center (New JATSC).

AirNav Indonesia bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memperkuat modernisasi sistem navigasi penerbangan nasional melalui implementasi Air Traffic Management Automation System (ATMAS), penguatan sistem cadangan navigasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia operasional.

Sementara itu, Ketua Tim Komisi V DPR RI Ridwan Bae menegaskan, Komisi V DPR RI juga berkomitmen mendukung berbagai langkah penguatan dan pengembangan pelayanan navigasi penerbangan nasional.

Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty yang sebelumnya turut memberikan perhatian terhadap isu gangguan sinyal GPS pesawat atau GNSS RFI, juga menyampaikan apresiasinya setelah melihat langsung kesiapan operasional AirNav Indonesia.

Baca Juga :  Judi Online Merusak Generasi Bangsa, AKPERSI: Presiden Prabowo Segera Reshuffle Menkomdigi

“Kami menjadi lebih yakin bahwa pelayanan navigasi penerbangan nasional telah dipersiapkan dengan baik. Ini memberikan keyakinan bahwa keselamatan penerbangan di ruang udara Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” ujar Saadiah

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menegaskan, modernisasi sistem navigasi penerbangan nasional melalui implementasi New JATSC merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, keselamatan, efisiensi, dan ketahanan pelayanan lalu lintas udara Indonesia yang terus berkembang

“Modernisasi sistem navigasi penerbangan melalui implementasi New JATSC menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan navigasi penerbangan nasional agar semakin adaptif terhadap pertumbuhan trafik udara dan kompleksitas ruang udara Indonesia,” tandasnya.

Seluruh tahapan implementasi sistem dilakukan secara bertahap dengan mitigasi risiko dan contingency plan yang komprehensif guna memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap berjalan aman dan andal. (Acym)

Berita Terkait

Tingkatkan Pendapatan Negara, Kejaksaan Resmi Buka BPA Fair 2026
Satgas PKH Kembali Serahkan Uang Rp10,2 Triliun ke Kas Negara
Kemendes Ajak ADB Indonesia untuk Genjot Pemberdayaan Masyarakat Desa
BP BUMN Dukung Roadmap KAI untuk Transportasi Inklusif
Konflik Dualisme PBB Memanas, Gugatan ke PTUN Jadi Ujian Konstitusional Partai
Ketahanan Energi Nasional Rapuh, ReforMiner Tekankan Pentingnya EBT
Bertemu Dubes China, Mendes Yandri Targetkan Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal di Indonesia
Bertemu Macron, Prabowo Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif
Berita ini 248 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 21:16 WIB

Tingkatkan Pendapatan Negara, Kejaksaan Resmi Buka BPA Fair 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:47 WIB

Satgas PKH Kembali Serahkan Uang Rp10,2 Triliun ke Kas Negara

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:36 WIB

Kemendes Ajak ADB Indonesia untuk Genjot Pemberdayaan Masyarakat Desa

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:21 WIB

BP BUMN Dukung Roadmap KAI untuk Transportasi Inklusif

Senin, 4 Mei 2026 - 20:45 WIB

Konflik Dualisme PBB Memanas, Gugatan ke PTUN Jadi Ujian Konstitusional Partai

Berita Terbaru