Anthoni Salim Main Air di Jakarta

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 September 2017 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR | Jakarta – Salim Grup kini masuk dalam bisnis air ledeng untuk sebagian kawasan wilayah Jakarta. Moya Indonesia Holdings Pte Ltd, yang dimiliki oleh Anthoni Salim baru saja mengakuisisi 100% saham Acuatico Group. Acuatico Group merupakan pemilik PT Aetra Air Jakarta, yang selama ini menjadi operator air pipa untuk wilayah sebelah timur Jakarta.

Lewat Moya Indonesia Ptl Ltd, Salim Group mengakuisisi 100% saham Acuatico Pte Ltd dari tangan Recapital Advisor dengan nilai transaksi US$ 92,87 juta, setara Rp 1,24 triliun ( 1 US$= 13.350). Maka Salim Group menjadi pemilik baru PT Aetra Air Jakarta, PT Aetra Air Tangerang serta PT Aetra Air Indonesia,
menggantikan Recapital, perusahaan yang dimiliki oleh Sandiaga Uno dan Rosan P. Roslani. Sebelumnya Recapital membeli Aetra dari Thames PAM Jaya pada 2006.

Lewat keterbukaan informasi di Singapore Stock Exchange beberapa waktu lalu, Moya Holdings Asia melaporkan anak perusahaannya yakni Moya Holdings Indonesia telah mengakuisisi Acuatico Group dengan nilai US$ 92,87 juta pada 8 Juni 2017.

“Akuisisi tersebut untuk kepentingan perusahaan dan akan meningkatkan nilai saham dalam jangka panjang. Akuisisi ini sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang Grup Moya untuk mengembangkan bisnisnya,” kata Direktur Eksekutif Moya Holdings Asia Limited Simon A. Melhem dalam laporan ke bursa Singapura akhir Agustus lalu.

Lebih lanjut dalam penjelasannya, akuisisi ini termasuk kesepakatan bahwa Grup Acuatico mendapatkan refinancing atas pinjaman sebesar US$ 152,31 juta dari Moya. Sebelum perjanjian akuisisi, pada 22 Mei 2017, Moya mendapatkan utang US$ 275 juta. Namun sumber pembiayaan Moya belum dijelaskan.

Baca Juga :  Pj Gubernur DKI Dampingi Presiden Resmikan Bursa Karbon di BEI

Anthoni Salim merupakan pemegang saham pengendali di perusahaan Moya Holding Asia, yang memiliki 100% Moya Indonesia Holdings. Moya Holding Asia dimiliki oleh Tamaris Infrastructure Pte Ltd 61,81% dan Moya Holding Company B.S.C. Nah Anthoni menjadi pemegang saham pengendali di Moya Holding Asia dengan modal senilai Sin $ 74 juta lewat pembelian saham dan right issue di bursa Singapura sejak tahun lalu.

Sebelum mengakuisisi Acuatico, Moya Indonesia Holding memiliki tiga perusahaan yakni PT Moya Bekasi Jaya, PT Moya Tangerang dan PT Moya Makassar. Ketiga perusahaan mendapatkan kontrak 25 tahun build operate tranfer (BOT) untuk proyek pengadaan air bersih di Bekasi Regency, Tangerang dan Makassar. Dengan mengakuisisi Acuatico, Moya menambah tiga perusahaan yang bergerak di bisnis air, yakni PT Aetra Air Jakarta, PT Aetra Air Tangerang dan PT Acuatico Air Indonesia.

Otomatis, Moya akan melanjutkan kontrak Aetra dalam pengadaan air wilayah Jakarta. Aetra bersama Palyja merupakan perusahaan operator yang melayani air bersih di Jakarta. Kedua perusahaan ini memiliki kontrak penyediaan air dan pemasangan instalasi selama 25 tahun dengan BUMD Jakarta, PAM Jaya. Kontrak berakhir pada 2022.

Palyja dan Aetra memiliki wilayah operasi berbeda. Palyja melayani daerah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan sebagian Jakarta Pusat. Sementara Aetra melayani Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan sebagian Jakarta Pusat. Kedua perusahaan masing-masing memiliki sekitar 400.000 pelanggan terdiri dari sektor komersial dan rumah tangga.

Baca Juga :  Anies Lakukan Peletakan Batu Pertama untuk Pembangunan Kembali Kampung Gembrong

Pemegang saham Palyja adalah Suez Environtment sebesar 51% dan anak usaha Astra International Tbk, Astratel bersama Citigrup yang memiliki 49% saham. Astratel dan Citigrup membeli saham Palyja dari Suez Environtment pada Juli 2006.

Direktur Utama PAM Jaya Erlan Hidayat, mengatakan sudah mendengar namun belum mendapatkan nformasi resmi mengenai proses akuisisi Grup Salim terhadap Acuatico.

Tetapi, “Kerja sama PAM Jaya dengan PT Aetra Air Jakarta akan tetap berlanjut meskipun terdapat perubahan kepemilikan perusahaan,” ujarnya, karena Aetra tetap memasok ke PAM Jaya. Menurut dia, Aetra Air Jakarta selama ini menangani pekerjaan dari hulu hingga hilir air di Ibu Kota.

Jika masa kontrak habis, PAM Jaya akan mengubah kontrak. Pasalnya “Menurut PP No 122/2015, huludan  hilir harus ditangani BUMN, BUMD, atau PDAM. Tengah-tengah Palyja dan Aetra. Kami masih bujuk Aetra ke arah situ,” ujar Erlan.

Dalam kontrak bisnis air ke depan, kata Erlan, ada empat poin penting yang harus disepakati yakni PAM Jaya dan regulator harus hidup, Pemprov DKI harus mendapatkan uang hasil usaha swasta. Aetra Air Jakarta juga harus melunasi seluruh utang ke PAM Jaya.

Berita Terkait

BNN Gerebek Kampung Ambon Jakbar, Puluhan Orang dan Sabu Diamankan
Jakarta Dikepung Banjir, Pramono Anung: Kolaborasi Lintas Sektor dari Hulu ke Hilir Terus Dilakukan
Kapolri Tunjuk Irjen Asep Edi Suheri Jadi Kapolda Metro Jaya, Gantikan Irjen Karyoto
4 Bulan Menjabat, Pramono Anung Gagal Realisasikan 3 Program Janji Kampanye
Waduk Aseni Terbengkalai, Gubernur DKI Masih Bungkam
Maraknya Pelanggaran Tata Ruang Jakarta: Ancaman Korupsi dan Banjir Mengintai
Waduk Aseni Semanan Senilai Rp30 Miliar Terbengkalai, Kondisi Memprihatinkan
Kampung Duri Kosambi Rayakan Lebaran Antar Kampung, Berlangsung Selama 7 Hari
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 November 2025 - 17:44 WIB

BNN Gerebek Kampung Ambon Jakbar, Puluhan Orang dan Sabu Diamankan

Selasa, 4 November 2025 - 20:01 WIB

Jakarta Dikepung Banjir, Pramono Anung: Kolaborasi Lintas Sektor dari Hulu ke Hilir Terus Dilakukan

Rabu, 6 Agustus 2025 - 07:03 WIB

Kapolri Tunjuk Irjen Asep Edi Suheri Jadi Kapolda Metro Jaya, Gantikan Irjen Karyoto

Selasa, 8 Juli 2025 - 14:58 WIB

4 Bulan Menjabat, Pramono Anung Gagal Realisasikan 3 Program Janji Kampanye

Senin, 12 Mei 2025 - 07:00 WIB

Waduk Aseni Terbengkalai, Gubernur DKI Masih Bungkam

Berita Terbaru