Dieng Kekeringan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 September 2017 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR | Banjarnegara – Hujan yang tidak kunjung turun selama dua bulan terakhir membuat sumber mata air untuk pengairan lahan pertanian mulai mengering di kawasan Jawa Tengah. Di Dieng, Kabupaten Banjarnegara, ratusan petani terpaksa menyedot air dari objek wisata Telaga Merdada untuk menyirami tanaman kentang agar tidak mati kekurangan air.

Dampak musim kemarau dan kekeringan yang berkepanjangan membuat petani tidak punya pilihan lain. Tanaman kentang yang rata-rata baru berumur 20 hari, harus disirami setiap hari. Jika tidak, tanaman akan kekurangan air dan mudah terserang penyakit sehingga petani terancam gagal panen.

Baca Juga :  Mural Muatan Kritik Tidak Dapat Dipidana

Salah satu petani, Wanto, mengatakan, cara ini membutuhkan biaya cukup mahal. Petani membutuhkan pipa paralon yang disambungkan dari telaga hingga sejauh 1 kilometer (km) ke areal perkebunan kentang. Mereka juga harus menggunakan pompa diesel untuk menyedot air. Biaya operasional setiap hari bisa mencapai Rp100.000.

“Kami lebih baik mengeluarkan uang Rp100.000 per hari daripada nanti kami harus merugi puluhan juta rupiah. Tanaman ini terpaksa kami siram karena hujan sudah tidak turun sejak dua bulan lalu. Jadi, tanaman kami semprot air pagi dan sore agar tidak mati,” kata Wanto, Sabtu, 16/9/2017.

Rata-rata setiap petani membutuhkan air hingga 10.000 liter setiap harinya. Hingga saat ini, sedikitnya 100 hektare (ha) lahan tanaman kentang di Dieng, Banjarnegara, mengandalkan air telaga untuk penyiraman tanaman.

Baca Juga :  Mengenal Pengertian Perjanjian Pranikah, Tujuan, Isi, dan Larangannya

Berita Terkait

Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure
Tingkatkan Sinergitas Antara Lembaga Penegak Hukum, Kejagung Gelar Tenis Meja Persahabatan dengan KPK
Jalin Kolaborasi Strategis Bagi Para Pelaku Industri Produk Bayi dan Mainan Anak, IBTE 2025 Gelar Pameran di JIExpo Kemayoran
Catatan Redaksi: Potret Buram Penegakan Hukum Indonesia Berdasarkan Kasus Viral
Inilah Salah Satu Sifat yang Dibenci Allah SWT
Akhlak Takut karna Allah Swt
MUI Dorong Para Dai Sampaikan Dakwah Secara Bijak
Pers Harus Beradaptasi di Tengah Disrupsi Teknologi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:07 WIB

Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure

Sabtu, 1 November 2025 - 08:59 WIB

Tingkatkan Sinergitas Antara Lembaga Penegak Hukum, Kejagung Gelar Tenis Meja Persahabatan dengan KPK

Rabu, 20 Agustus 2025 - 17:39 WIB

Jalin Kolaborasi Strategis Bagi Para Pelaku Industri Produk Bayi dan Mainan Anak, IBTE 2025 Gelar Pameran di JIExpo Kemayoran

Jumat, 4 April 2025 - 20:56 WIB

Catatan Redaksi: Potret Buram Penegakan Hukum Indonesia Berdasarkan Kasus Viral

Senin, 24 Maret 2025 - 18:36 WIB

Inilah Salah Satu Sifat yang Dibenci Allah SWT

Berita Terbaru

Nasional

Satgas PKH Kembali Serahkan Uang Rp10,2 Triliun ke Kas Negara

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:47 WIB