PIJAR|JAKARTA – Alhamdulillah, melalui Tarif Integrasi Transportasi JakLingko, kini warga Jakarta lebih mudah dalam melakukan pembayaran di berbagai moda transportasi publik.
Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Minggu (/10/2022).
Anies mengatakan, warga dapat memilih menggunakan Kartu Uang Elektronik atau aplikasi Jaklingko untuk bertransaksi di seluruh moda. Jadi tidak perlu lagi koleksi berbagai jenis kartu yang berbeda untuk masing-masing moda.
“Ini merupakan perjalanan panjang untuk menerjemahkan satu kata, yakni INTEGRASI,” ujar Anies.
Lebih lanjut Anies menuturkan, ini adalah ikhtiar panjang yang melibatkan begitu banyak orang. Bukan hanya dari penyiapan infrastuktur fisik, tetapi juga pengelolaannya dan sistem pembayarannya.
Disebutkan Anies, skema tarif integrasi JakLingko berlaku dengan ketentuan tarif dasar Rp2.500 yang dikenakan pada awal perjalanan, dan tarif jarak Rp250/km yang dikenakan berdasarkan jarak tempuh perjalanan. Bila total tarif dari suatu perjalanan melampaui Rp10.000 maka pengguna hanya akan dikenakan tarif maksimal Rp10.000.
Sebagai ilustrasi, misalnya, dari Jagakarsa sampai Kelapa Gading, naik ojek lebih dari Rp80 ribu, naik mobil biayanya lebih dari Rp130 ribu. Bayangkan besarnya biaya transportasi yang harus dikeluarkan setiap bulannya oleh warga Jakarta.
“Pakai Jaklingko hanya Rp10 ribu. Keluarga-keluarga di Jakarta bisa lebih hemat biaya,” tukas Anies.
Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta ingin warganya merasakan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau, baik harga maupun jaraknya. Dan ketika itu dikerjakan maka akan membuat kota Jakarta makin kompetitif secara global.
Dijelaskan Anies, Jakarta akan menjadi kota global yang mengandalkan transportasi umum yang masif, maju dan membuat seluruh kegiatan mobilitas penduduk terfasilitasi. Dan atas konsep integrasi transportasi publik seperti ini, kita menjadi empat kota pertama di dunia yang menggunakan Account Based Ticketing, bersanding dengan London, Hongkong, dan Singapura.
Anies menyebut transportasi umum bukan hanya alat pemindah badan, tetapi pembentuk perilaku manusia modern, kebiasaan tepat waktu, tertib, mengurangi sampah dimulai dari sini. Selain itu alat transportasi di Jakarta juga alat untuk memberi perasaan kesetaraan.
“Kita ingin kendaraan umum di Jakarta jadi fasilitator integrasi masyarakat lintas apapun,” pungkas Anies. [ary]









