Sambangi Prabumulih, Bus KPK Lanjutkan Penyebaran Nilai Antikorupsi

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 September 2022 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR|JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan kegiatan Roadshow Bus Antikorupsi 2022 di kota berikutnya di Provinsi Sumatera Selatan, yaitu Prabumulih. Deputi Pendidikan dan Peran serta Masyarakat Wawan Wardiana dalam sambutannya menyampaikan, tema Roadshow Bus Antikorupsi KPK 2022 di kota tersebut kali ini adalah Mandiri.

“Kota Prabumulih jadi kota kedua disambangi Bus Jelajah Negeri Antikorupsi 2022 dari 9 kota yang direncanakan. Di kota Palembang kemarin, Tema Roadshow Bus Antikorupsi adalah Jujur. Di Prabumulih ini temanya Mandiri. Tema ini diambil dari 9 nilai anti korupsi yaitu jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras yang disingkat JUMAT BERSEPEDA KK. Nilai-nilai ini yang dibawa KPK dalam bus untuk disampaikan pada masyarakat,” kata Wawan di depan jajaran Pemerintah Kota Prabumulih pada Selasa, (13/9).

Dari sisi penindakan, sejak berdiri dari tahun 2004  hingga 2021, total 1462 orang ditangkap KPK terkait tindak pidana korupsi. Semakin lama, modus korupsi yang terjadi pun semakin masuk dalam lingkaran terkecil masyarakat, yaitu keluarga. “Ada seorang bapak melibatkan anaknya bersama-sama melakukan dan menyembunyikan hasil korupsi. Ada suami yang melibatkan istri-istrinya, mereka berkolaborasi. Bahkan sekarang sudah melibatkan supirnya, asisten pribadinya,” ujar Wawan.

Baca Juga :  3.463 Unit Hunian Tetap Bagi Korban Bencana Sulteng Telah Dihuni

Melihat fenomena ini, KPK menilai perlu pendekatan lebih jauh melibatkan masyarakat hingga pada lingkungan terkecil yaitu keluarga. Upaya pemberantasan korupsi juga harus melibatkan semua lapisan usia dalam upaya pemberantasan korupsi. Strategi itu dikenal sebagai Trisula Antikorupsi, yaitu strategi pendidikan yang melibatkan masyarakat usia dini hingga usia lanjut, strategi pencegahan yang menekankan perbaikan sistem untuk mencegah potensi terjadinya praktek korupsi dan terakhir strategi penindakan dilakukan sebagai efek jera.

Wawan menambahkan Roadshow Bus Antikorupsi merupakan bagian dari strategi pertama, yaitu strategi pendidikan. “Bus ini hadir di Kota Prabumulih dalam rangka mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ini dan berkontribusi dalam upaya pemberantasan korupsi. Masyarakat perlu terlibat dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia karena dampak korupsi sangat merugikan masyarakat,” ucap Wawan.

Pembukaan Roadshow Bus Antikorupsi KPK 2022 di Prabumulih yang berpusat di Taman Kota Prabujaya juga dihadiri Walikota Prabumulih Ridho Yahya. Saat membuka acara, Ridho menyinggung capaian nilai MCP (Monitoring Center for Prevention) Kota Prabumulih tertinggi di Sumatera Selatan dari 17 kabupaten/kota. Selain membenahi administrasi, pihaknya juga berupaya menghilangkan sejumlah kebiasaan salah yang telah dibiasakan selama ini.

“Upaya pembenahan ini diganjar dengan reward MCP yang cukup membanggakan. Saya himbau juga kepada masyarakat Prabumulih agar ikut kegiatan di Bus KPK, karena banyak hal-hal yang selama ini kita anggap bukan korupsi ternyata bagian dari korupsi. Makanya hari ini kebanggaan kita mendengarkan dan belajar langsung tentang korupsi dan praktiknya secara luas langsung bersama KPK,” kata Ridho.

Baca Juga :  Beberapa Masalah Praktik Perkawinan di Indonesia

Hal yang sama juga disampaikan Wawan melihat antusias masyarakat Kota Prabumulih yang sudah ramai mengunjungi Taman Prabujaya tempat acara berlangsung sejak pagi. “Kami melihat dengan gembira antusias Masyarakat Prabumulih yang ikut serta dalam kegiatan Roadshow. Ini memunculkan optimisme bahwa masih banyak yang peduli terhadap Indonesia agar bebas dari korupsi. Semoga bapak ibu mendapat manfaat dari Roadshow Bus Antikorupsi Jelajah Negeri selama dua hari ini,” ucapnya.

Roadshow Bus Antikorupsi 2022 akan berlangsung selama dua hari, dengan serangkaian kegiatan paralel sepanjang hari di tanggal 13 dan 14 September 2022. Di antaranya adalah Pameran Pelayanan Publik, edukasi Antikorupsi bagi Pelajar TK/Paud hingga  mahasiswa, serta pertunjukan film, seni musik dan budaya. Upaya penanaman nilai antikorupsi melalui sosialisasi juga akan diberikan kepada tenaga pendidik, legislator daerah hingga para pelaku usaha di kota Prabumulih. [KPK/ary]

Berita Terkait

Operasional Pabrik Diprotes, Data DPMPTSP Ungkap PT MMP Tak Kantongi Izin Lengkap
Turyono Terpilih Aklamasi Pimpin Komite Gantole Magelang Periode 2025–2029
Gubernur Aceh Sampaikan Selamat kepada Tito Karnavian atas Gelar Adat dari Wali Nanggroe
Bamsoet: Jadikan Momentum Idul Fitri Mempererat Persaudaraan dalam Keberagaman
RUU KUHAP Berpotensi Membelenggu Kebebasan Advokat
Bamsoet Dorong Peningkatan Penggunaan Teknologi Digital dalam Praktik Notaris
Puan Minta Eks Kapolres Ngada Dipecat dari Polri dan Disanksi Seberat-Beratnya!
Komisi XIII DPR fraksi PKB Desak Peningkatan Layanan Imigrasi di Daerah 3T
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:16 WIB

Operasional Pabrik Diprotes, Data DPMPTSP Ungkap PT MMP Tak Kantongi Izin Lengkap

Rabu, 26 November 2025 - 21:55 WIB

Turyono Terpilih Aklamasi Pimpin Komite Gantole Magelang Periode 2025–2029

Rabu, 12 November 2025 - 12:59 WIB

Gubernur Aceh Sampaikan Selamat kepada Tito Karnavian atas Gelar Adat dari Wali Nanggroe

Selasa, 1 April 2025 - 10:11 WIB

Bamsoet: Jadikan Momentum Idul Fitri Mempererat Persaudaraan dalam Keberagaman

Minggu, 23 Maret 2025 - 13:34 WIB

RUU KUHAP Berpotensi Membelenggu Kebebasan Advokat

Berita Terbaru