HUT PERSAJA ke-75, Prof Asep Nana Mulyana: Menulis Sebagai Bagian dari Profesionalisme Jaksa

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 April 2026 - 05:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pijarjakarta.info – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) menjadi momentum penguatan budaya literasi di lingkungan Kejaksaan. Salah satunya melalui Pameran Buku yang digelar di M Bloc Space, Selasa (28/4/2026), dengan tema “Menulis Hukum, Membaca Zaman”.

Kegiatan ini menghadirkan beragam agenda, mulai dari diskusi, pameran buku karya jaksa, hingga pertunjukan seni. Salah satu sesi yang menyedot perhatian adalah Talkshow II bertema “Membangun Budaya Menulis Bagi Insan Adhyaksa”, yang menghadirkan Ketua Umum PERSAJA Asep Nana Mulyana bersama penulis ternama Tere Liye.

Dalam paparannya, Prof. Dr. Asep N. Mulyana, S.H., M.Hum. menekankan pentingnya budaya menulis sebagai bagian dari profesionalisme jaksa. Ia menyampaikan bahwa kemampuan berbicara saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan kemampuan menuangkan gagasan secara tertulis.

“Sehebat apa pun orasi seseorang, kalau tidak menulis, maka gagasannya tidak akan terdokumentasi dengan baik. Menulis itu penting untuk meninggalkan jejak pemikiran,” ujar Prof. Asep.

Baca Juga :  Kejaksaan dan Polri Samakan Persepsi Sambut KUHP dan KUHAP Baru

Ia mengungkapkan, PERSAJA tengah merancang berbagai program strategis untuk mendorong minat baca dan menulis di kalangan jaksa. Di antaranya melalui kegiatan lintas generasi, pelatihan kepenulisan, hingga pemberian insentif bagi jaksa yang aktif menghasilkan karya tulis.

“Secara kelembagaan, kami akan memfasilitasi penerbitan karya jaksa, memberikan pelatihan, dan juga insentif sebagai penyemangat. Ini bagian dari upaya membangun tradisi intelektual di lingkungan Adhyaksa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Asep juga berbagi pengalaman pribadinya dalam dunia menulis. Ia menegaskan bahwa menulis buku, artikel, maupun karya ilmiah memiliki pendekatan yang berbeda dan membutuhkan latihan berkelanjutan.

“Menulis itu bisa dipelajari. Saya sendiri belajar dari banyak pengalaman, termasuk dari wartawan. Bahkan hal sederhana seperti membuat judul itu penting, semakin singkat, semakin kuat, tapi harus mampu menarik perhatian pembaca,” tuturnya.

Menurutnya, kekuatan sebuah tulisan sering kali justru terletak pada judul yang mampu memancing rasa ingin tahu. Ia bahkan mengisahkan bagaimana sebuah diskusi akademik bisa berkembang panjang hanya karena perdebatan mengenai judul buku.

Baca Juga :  Menhan Prabowo Resmikan 16 Sumur Air Bersih di Maluku Barat Daya

Dalam konteks HUT ke-75 PERSAJA, Prof. Asep menegaskan bahwa pameran buku ini bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan nyata untuk membangun budaya literasi di tubuh Kejaksaan.

“Kami ingin mendorong jaksa untuk menulis, menuangkan ide dan gagasan. Nanti akan kami fasilitasi agar karya tersebut bisa dibaca masyarakat. Ini penting untuk membangun institusi sekaligus mendekatkan Kejaksaan dengan publik,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa menulis merupakan aktivitas yang bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, selama memiliki komitmen dan kemauan.

“Menulis itu soal kemauan. Sepanjang ada niat, setiap orang bisa menulis tentang apa pun,” tandasnya.

Melalui kegiatan ini, PERSAJA berharap lahir lebih banyak jaksa yang tidak hanya piawai di ruang sidang, tetapi juga produktif dalam menghasilkan karya intelektual yang bermanfaat bagi masyarakat luas.(Acym)

Berita Terkait

Jalin Silahturahmi MA Bersama Media, Suharto: Bangun Kepercayaan Publik Melalui Keterbukaan Informasi
Lantik Dr Sutikno Sebagai Kajati Jabar, Jaksa Agung: Bekerjalah Menggunakan Nurani yang Konsisten pada Kebenaran
Lantik Dr Sugeng Riyanta Sebagai Kajati Sultra, Jaksa Agung: Lakukan Pengawasan Melekat dan Konsisten
Ketua PN Semarang Apresiasi Peran Vital Mediator Non-Hakim dalam Penyelesaian Perkara
Akses Informasi Terbatas, FORSIMEMA Pertanyakan Komitmen Transparansi Peradilan
Puncak Peringatan HUT IKAHI ke-73, Ini 7 Pesan Ketua MA kepada Para Hakim di Indonesia
Transformasi Penuntutan di Lingkungan Kejaksaan Dalam Era KUHP dan KUHAP Nasional
KY Umumkan Hasil Seleksi Administrasi Calon Hakim Agung 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 05:35 WIB

Jalin Silahturahmi MA Bersama Media, Suharto: Bangun Kepercayaan Publik Melalui Keterbukaan Informasi

Kamis, 30 April 2026 - 05:35 WIB

Lantik Dr Sutikno Sebagai Kajati Jabar, Jaksa Agung: Bekerjalah Menggunakan Nurani yang Konsisten pada Kebenaran

Kamis, 30 April 2026 - 05:34 WIB

Lantik Dr Sugeng Riyanta Sebagai Kajati Sultra, Jaksa Agung: Lakukan Pengawasan Melekat dan Konsisten

Kamis, 30 April 2026 - 05:34 WIB

HUT PERSAJA ke-75, Prof Asep Nana Mulyana: Menulis Sebagai Bagian dari Profesionalisme Jaksa

Jumat, 24 April 2026 - 17:20 WIB

Ketua PN Semarang Apresiasi Peran Vital Mediator Non-Hakim dalam Penyelesaian Perkara

Berita Terbaru