Nusron Wahid: Industri Kesehatan dan Pangan Masih Perlu Perhatian Lebih

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 September 2023 - 04:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJARJAKARTA | Anggota Komisi VI DPR RI, Nusron Wahid mengatakan kluster BUMN Kesehatan dan kluster BUMN Pangan saat ini masih memiliki pekerjaan rumah yang memerlukan perhatian lebih.

Ia menyebut, saat ini peran kedua BUMN tersebut masih jauh dibanding kehadiran swasta di masing-masing bidang.

Misalnya, pada BUMN Kesehatan yang masih berkontribusi kurang dari 10 persen dalam market share di Indonesia. Industri kesehatan memiliki neraca impor yang sangat tinggi.

Hal tersebut berarti industri kesehatan tanah air masih bergantung pada impor.

“Peranan BUMN di dalam industri kesehatan itu kontribusi kurang dari 10 persen dari market share maupun market kapitalisasi yang ada di dalam pasar obat maupun pasar alat-alat kesehatan yang ada di Indonesia. Lebih-lebih untuk pasar alat kesehatan, obat mungkin agak lebih mending tapi yang alat kesehatan sama sekali,” jelasnya dalam Raker Komisi VI dengan Menteri BUMN Erick Thohir, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9/2023).

Baca Juga :  Membangun Sistem Politik yang Baik Agar Parpol Berintegritas

Selain industri kesehatan, industri pangan juga disebut merupakan sektor strategis yang masih perlu perhatian khusus.

Nusron mengatakan, untuk minyak goreng, BUMN menguasai kurang dari 10 persen pasar, sedangkan beras, Bulog hanya menguasai 8 persen pasar dan gula menguasai 38 persen dari total produksi nasional.

Baca Juga :  PKS Minta Pemerintah Segera Berlakukan Larangan Ekspor Gas

“Sehingga kita mempunyai target yang bagaimana negara bisa hadir. Selain konteks ketika terjadi krisis pangan seperti kejadian-kejadian yang pernah terjadi 2 tahun yang lalu seperti kasus minyak goreng kalau penguasaannya hanya di bawah 10 persen. Sehingga kami usul ini fokusnya adalah minyak goreng sama beras karena ini adalah komoditi yang sangat strategis termasuk juga daging Ini juga perlu ditingkatkan pada masa-masa yang akan datang,” jelasnya. [Golkar/ary]

Berita Terkait

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi
Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI
DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2
Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai
Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat
Ketua MPR RI Bamsoet: MPR Akan Gelar Sidang Paripurna September 2024
HNW: Demi Keadilan, Harusnya Koreksi Juga Presidential Threshold 20 Persen
NasDem Siap Menggunakan Hak Konstitusional untuk Mengajukan Hak Angket
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:49 WIB

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi

Rabu, 19 Maret 2025 - 09:14 WIB

Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI

Rabu, 12 Maret 2025 - 16:40 WIB

DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2

Senin, 10 Maret 2025 - 17:55 WIB

Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai

Jumat, 28 Februari 2025 - 08:28 WIB

Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat

Berita Terbaru