Jokowi dan Jajaran Tidak Mengadakan Open House Akibat Corona

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2020 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR|JAKARTA – Indonesia masih dihantui pandemik virus corona baru (Covid-19). Hal ini ikut mempengaruhi pola perayaan Idul fitri 1441 Hijriyah jajaran petinggi negara.

Sehingga, tahun ini Presiden Joko Widodo beserta jajarannya tidak akan mengadakan open house saat Idul Fitri nanti.

“Tidak pernah ada pembahasan di dalam rapat terkait rencana open house. Ini bagian dari konsistensi pemerintah untuk menerapkan physical distancing di semua aktivitas,” tutur Jurubicara Presiden bidang Sosial Angkie Yudistia dalam siaran pers, Jumat (22/5/2020).

Seperti diketahui, pelaksanaan Open House yang biasanya rutin diselenggarakan oleh para pejabat negara tidak pas dengan kondisi saat ini. Angkie Yudistia menyebut kegiatan itu memungkinkan menimbulkan kerumunan massa dan interaksi antar manusia dengan jarak yang cukup dekat.

Baca Juga :  Minimnya Ruang Terbuka Hijau (RTH), Indonesia Menjadi Kota Beton

“Sehingga berpeluang terjadinya penyebaran virus secara cepat. Maka, hal ini dihindari oleh presiden yang kemudian diikuti oleh seluruh jajaran dibawahnya,” jelas dia.

Oleh karena itu, pemerintah berharap hal serupa diterapkan masyarakat. Karena kegiatan silaturahmi saat musim pandemik corona ini bisa dilakukan secara online.

“Kita bisa saling bersilaturahmi secara daring pada saat lebaran nanti dengan sanak keluarga, kerabat, dan sahabat tanpa harus memaksakan diri untuk melakukan pertemuan fisik,” pungkas Angkie Yudistia.

Angkie juga mengatakan bahwa Presiden memahami keinginan masyarakat untuk bisa velmvertemu sanak saudara di momentum lebaran kali ini. Namun untuk saat ini hal itu tidak bisa dilakukan.

Baca Juga :  Gugas Covid-19 Diminta Jokowi untuk Fokus di Jatim, Sulsel dan Kalsel

Presiden saja, kata Angkie, setiap menggelar rapat paripurna atau rapat terbatas selalu dilakukan secara online, dengan menggunakan video konferensi untuk bertatap muka. Melalui sejumlah kanal online yang telah tersedia, diharapkan masyarakat bisa memanfaatkannya untuk bersilaturahmi.

“Kita tentunya ingin hidup normal kembali seperti saat sebelum pandemi ini menjadi problem bersama masyarakat internasional,” tukas Angkie Yudistia.

“Namun, tentu ada konsekuensi dari ini semua, untuk kemudian tetap melanjutkan aktifitas di depan dengan sejumlah adaptasi yang berkaitan dengan aturan terhadap kesehatan dan kebersihan,” tutup dia. [bro]

Berita Terkait

Panglima TNI Resmikan Masjid Kubah Baret Merah di Bandung Barat
Operasional Pabrik Diprotes, Data DPMPTSP Ungkap PT MMP Tak Kantongi Izin Lengkap
Turyono Terpilih Aklamasi Pimpin Komite Gantole Magelang Periode 2025–2029
Gubernur Aceh Sampaikan Selamat kepada Tito Karnavian atas Gelar Adat dari Wali Nanggroe
Bamsoet: Jadikan Momentum Idul Fitri Mempererat Persaudaraan dalam Keberagaman
RUU KUHAP Berpotensi Membelenggu Kebebasan Advokat
Bamsoet Dorong Peningkatan Penggunaan Teknologi Digital dalam Praktik Notaris
Puan Minta Eks Kapolres Ngada Dipecat dari Polri dan Disanksi Seberat-Beratnya!
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:32 WIB

Panglima TNI Resmikan Masjid Kubah Baret Merah di Bandung Barat

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:16 WIB

Operasional Pabrik Diprotes, Data DPMPTSP Ungkap PT MMP Tak Kantongi Izin Lengkap

Rabu, 26 November 2025 - 21:55 WIB

Turyono Terpilih Aklamasi Pimpin Komite Gantole Magelang Periode 2025–2029

Rabu, 12 November 2025 - 12:59 WIB

Gubernur Aceh Sampaikan Selamat kepada Tito Karnavian atas Gelar Adat dari Wali Nanggroe

Selasa, 1 April 2025 - 10:11 WIB

Bamsoet: Jadikan Momentum Idul Fitri Mempererat Persaudaraan dalam Keberagaman

Berita Terbaru