Fahira Idris: Kebijakan Pemerintah Naikan BBM Jadi Tantangan Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 18 September 2022 - 03:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR|JAKARTA – Keadilan sosial sebagai sendi pokok Pancasila sangat berkaitan erat dengan tata penyelenggaraan perekonomian bangsa yang oleh konstitusi diamanatkan harus diselenggarakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Ini artinya, segala kegiatan produksi termasuk minyak bumi di setiap jengkal wilayah Indonesia harus diarahkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat terutama pada kebutuhan hidup pokok.

“Itulah kenapa, salah satu kebutuhan sehari-hari rakyat yaitu BBM diberi subsidi oleh Pemerintah agar setiap warga negara dapat hidup layak sebagai manusia yang merdeka sehingga keadilan sosial tercipta. Namun, kebijakan Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi semakin menjauhkan prinsip keadilan sosial dalam penyelenggaraan perekonomian Indonesia. Bagi saya, kebijakan pemerintah menaikan BBM, jadi tantangan besar mewujudkan keadilan sosial,” ujar Anggota DPD RI Fahira Idris di sela-sela Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI) di Jakarta Timur (16/9/2022).

Baca Juga :  Caleg Reza Muhammad Irfan Dulang Dukungan dari IPG

Menurut Fahira, keadilan sosial hanya bisa terwujud jika bangsa ini komitmen dan konsisten menerapkan demokrasi ekonomi Pancasila. Dalam konteks BBM misalnya, situasi di mana Indonesia sebagai produsen minyak mentah, tetapi hingga saat ini masih impor minyak mentah dan juga minyak olahan atau BBM tidak sejalan dengan demokrasi ekonomi Pancasila yang mengamanatkan pemenuhan bahan kebutuhan pokok yang penting untuk kehidupan sehari-hari harus menjadi tujuan dari kebijakan dan seluruh kegiatan produksi.

Artinya, sambung Fahira, sebagai produsen minyak mentah idealnya Indonesia tidak lagi mengimpor BBM dari negara lain. Jika alasan impor BBM karena kebutuhan konsumsi sangat besar karena penduduk Indonesia juga besar, maka yang harus dioptimalkan adalah produksinya misalnya mencari cadangan-cadangan minyak baru, penggunaan teknologi terbaru dan perubahan fiskal untuk bisa meningkatkan investasi industri minyak bumi.

Baca Juga :  PKS Sumsel Minta Obat-obat Berbahaya Segera Ditarik dari Peredaran

“Kita sudah 77 tahun merdeka, harusnya soal BBM ini kita sudah mandiri atau sedapat mungkin tidak harus impor lagi sehingga tata kelola lebih sehat dan pemberian subsidi tidak memberatkan APBN. Dalam demokrasi ekonomi Pancasila, kegiatan impor hanya ditujukan pada barang yang dapat menambah produksi dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap barang impor secara bertahap serta untuk membangun kapasitas industri nasional yang memprioritaskan pemanfaatan potensi dalam negeri. Kegiatan impor harus berkurang secara bertahap untuk tercapainya penghematan anggaran negara dan ini belum terjadi untuk BBM,” pungkas Senator Jakarta ini.

[ary]

Berita Terkait

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi
Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI
DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2
Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai
Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat
Ketua MPR RI Bamsoet: MPR Akan Gelar Sidang Paripurna September 2024
HNW: Demi Keadilan, Harusnya Koreksi Juga Presidential Threshold 20 Persen
NasDem Siap Menggunakan Hak Konstitusional untuk Mengajukan Hak Angket
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:49 WIB

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi

Rabu, 19 Maret 2025 - 09:14 WIB

Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI

Rabu, 12 Maret 2025 - 16:40 WIB

DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2

Senin, 10 Maret 2025 - 17:55 WIB

Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai

Jumat, 28 Februari 2025 - 08:28 WIB

Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat

Berita Terbaru