PIJAR|JAKARTA- Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Suharso Monoarfa merespon masalah sampah dan karbon pasca pandemi ini harus ditangani dengan benar dan perlu strategi guna mewujudkan pembangunan produktif dan aman.
Strategi pemerintah dalam merespon perubahan iklim ini disampaikan dalam acara Webinar Undip SDGs Series 2020 bertema “Pengaruh Pandemi COVID-19 dan Era New Normal pada Agenda Proyek Perubahan lklim Nasional”.
“Perlu ada strategi untuk pemulihan kelestarian lingkungan yang lebih baik melalui pembangunan rendah karbon agar pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkakan ketangguhan di masa mendatang,” ujar Suharso saat menyampaikan materi webinar, Kamis (11/6/2020).
Ia menjelaskan, pemulihan dalam Tatanan Kehidupan Baru akan dilakukan melalui Build-Back Better. Nantinya, stimulus ekonomi digunakan untuk membangun perekonomian hijau. Model bisnis yang diciptakan berorientasi pada model bisnis rendah karbon/emisi dan berkelanjutan.
“Dengan model bisnis ini diharapkan akan terjadi transisi pola business as usual yang tinggi emisi ke pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon,” kata Suharso.
Selain itu, Bappenas juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan adaptive respon terhadap pandemik Covid-19 sebagai bagian dalam mendukung transformasi sosial ekonomi, dan pelestarian lingkungan serta menyambut baik apabila perguruan tinggi melakukan kajian dampak Covid-19 terhadap perubahan iklim.
”Kami menyambut baik, seluruh potensi akademis seperti Perguruan Tinggi untuk melakukan kajian dampak Covid-19 terhadap penanganan perubahan iklim sebagai masukkan untuk kebijakan pemerintah kedepannya,” tulis Suharso.(ivan)









