PIJARJAKARTA | 21 tahun perjalanan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), telah menjadi teladan dalam berdemokrasi. Karena PKS konsisten, bahwa berdemokrasi memiliki dua peran, ada masanya di dalam pemerintahan dimana harus kontributif, ada masanya di luar pemerintahan yang mengharuskan konstruktif.
Hal tersebut disampaikan bakal calon Presiden RI Anies Baswedan melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Minggu (21/5/2023).
“PKS menjalankan itu dengan konsisten,” lanjut Anies.
Anies mengatakan, peringatan milad 21 tahun PKS juga bersamaan dengan 115 tahun momen kebangkitan nasional, karena itu izinkan kami mengajak untuk menengok pada perjalanan bangsa, bahwa kebangkitan nasional tersebut adalah momen untuk kita harus bangkit lebih kuat, dengan mengikhtiarkan hadirnya negara dengan institusi politik dan ekonominya yang bersifat inklusif bukan ekstraktif atau memeras.
Ditegaskan Anies, negara harus memberikan kesempatan setara kepada semua dan melayani semua, bukan hanya untuk golongan tertentu, negara harus membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar.
Selain itu, tutur Anies, negara juga menjunjung tinggi kesempatan bagi rakyatnya untuk menyuarakan pandangan pikiran dan aspirasi tanpa sedikitpun ada rasa takut, negara yang inklusif adalah negara yang membuka ruang pada kritik dan tidak baperan atau melakukan persekusi kepada mereka yang berbeda pandangan.
Menurut Anies, hadirnya institusi yang inklusif inilah yang kita harus sama-sama perjuangkan, dan PKS selama kami bertugas di Jakarta, telah membantu kita menghadirkan hal tersebut serta menunaikan janji untuk rakyat Jakarta.
“Insya Allah bersama PKS juga kita songsong amanat besar untuk rakyat Indonesia di 2024,” demikian tutup Anies. [ary]









