Hanafi Rais Jatuhkan Talak ke PAN | Apakah Talak 3?

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2020 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR | JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (Waketum PAN), Hanafi Rais Widyosudarmo menjatuhkan talak tanda menceraikan diri dari Partai Amanat Nasional. Ia mengundurkan diri dari kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN periode 2020-2025.

Bukan hanya itu, putra pendiri PAN, Amien Rais ini pun melepas kursi Ketua Fraksi PAN di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Bahkan ia juga melepaskan kedudukannya sebagai anggota DPR dari Fraksi PAN Periode 2019-2024.

Informasi itu beredar di sejumlah media sosial melalui tangkapan layar elektronik pada Selasa, (5/5/2020). “Bersama surat ini saya menyatakan mengundurkan diri dari DPP PAN 2020-2025, dari Ketua Fraksi PAN DPR RI dan anggota DPR RI Fraksi PAN 2019-2024,” begitu penggalan kalimat dari surat pengunduran dirinya itu.

Hanafi belum menjelaskan secara rinci alasan pengunduran dirinya. Dia meminta maaf atas kekurangannya selama ini. Namun, ia mengatakan, pasca kongres PAN pada Februari silam, dia memiliki harapan dan berikhtiar agar PAN bisa menegakkan prinsip keadilan untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan sesama kader.

“Kita semua tahu bahwa PAN telah melewati proses kongres yang sarat dengan kekerasan dan mencoreng wajah partai sendiri. Kita hendaknya sudah dan terus mentaubati apa yang terjadi,” kata Hanafi.

Namun, dia menilai PAN melewatkan momentum untuk memperbaiki diri lebih bijaksana dalam berorganisasi dan bersikap. “Kecenderungan melakukan konformitas terhadap kekuasaan, sekalipun didahului dengan kritik-kritik, bukan sikap yang adil di saat banyak kader dan simpatisan menaruh harapan PAN jadi antitesis pemegang kekuasaan,” kata Hanafi.

Baca Juga :  Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat

PAN menggelar kongres pada Februari 2020 lalu. Dalam Kongres itu, Zulkifli Hasan kembali terpilih sebagai Ketua Umum untuk masa jabatan 2020-2025. Kongres sempat diwarnai kericuhan. Sejumlah pendukung kubu Amien Rais memprotes jalannya kongres yang dinilai tak adil dan melanggar AD/ART partai.

Baca Juga :  Presiden Jokowi: Jaga Kekondusifan Situasi Politik

Dalam kepengurusan DPP PAN periode 2020-2025 di bawah Ketua Umum Zulkifli Hasan, Hanafi ditunjuk sebagai Waketum. Namun, dalamsurat tertanggal 5 Mei 2020 itu Hanafi menjelaskan, penyebab pengunduran diri karena ia mengganggap PAN masih dekat dengan kekuasaan yang bertentangan dengan keinginan kader agar PAN jadi antitesa kekuasaan.

Pasca Kongres ke-10 di Kendari, Sulawesi Tenggara, PAN memang terbelah. Kabarnya pendiri PAN Amien Rais akan membentuk partai baru. Kita ikuti perkembangan lanjutannya.

Jika partai baru terbentuk dan Hanafi masuk, berarti ia tak akan kembali ke PAN. Talak tiga istilahnya. (Yun)

Berita Terkait

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi
Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI
DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2
Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai
Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat
Ketua MPR RI Bamsoet: MPR Akan Gelar Sidang Paripurna September 2024
HNW: Demi Keadilan, Harusnya Koreksi Juga Presidential Threshold 20 Persen
NasDem Siap Menggunakan Hak Konstitusional untuk Mengajukan Hak Angket
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:49 WIB

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi

Rabu, 19 Maret 2025 - 09:14 WIB

Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI

Rabu, 12 Maret 2025 - 16:40 WIB

DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2

Senin, 10 Maret 2025 - 17:55 WIB

Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai

Jumat, 28 Februari 2025 - 08:28 WIB

Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat

Berita Terbaru