Politisasi Bansos, PKS: Bansos Harus Bebas dari Kepentingan Elektoral!

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Januari 2024 - 04:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politisasi Bansos, PKS: Bansos Harus Bebas dari Kepentingan Elektoral!

Politisasi Bansos, PKS: Bansos Harus Bebas dari Kepentingan Elektoral!

PIJARJAKARTA | Anggota Komisi VIII DPR RI, Surahman Hidayat, merespons terkait Bantuan Sosial (Bansos) yang disebut-sebut berasal dari satu pihak. Menurutnya, hal tersebut dapat dikategorikan sebagai politisasi atas Program Bansos tersebut.

“Bansos ini berasal dari APBN yang notabenenya merupakan pajak hasil dari rakyat. Ketika Bansos disebut berasal dari pihak tertentu, maka akan menyakiti hati rakyat,” ujar Surahman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/1/2023).

Menurut Surahman, Program Bansos yang masih berlanjut pencairannya mencakup Program Indonesia Pintar (PIP), Pemberian Beras 10 Kilogram, Keluarga Harapan, dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada dasarnya merupakan bantuan negara dari APBN.

Baca Juga :  Pidato Prabowo di Tengah Wabah Corona | Ini Isi Lengkapnya

“Bansos tersebut harus disalurkan secara adil dan tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Surahman juga menyarankan agar penyaluran Dana Bansos sebaiknya ditahan sementara sampai Pemilu agar menghindari penumpang gelap yang memanfaatkan penyaluran Bansos demi kepentingan elektoral.

“Saya rasa penyaluran Bansos ini ada baiknya untuk ditahan sementara sampai Pemilu untuk mencegah adanya kecenderungan kepada satu pihak yang melangsungkan penyaluran Bansos,” pungkasnya.

Baca Juga :  HNW: BPIP Mestinya Fokus pada Pancasila, Tak Cawe-cawe Soal Sistem Pemilu

Anggota Komisi VIII ini menyebutkan apabila intervensi kebijakan ini kemudian tetap dapat dilakukan tanpa ada pasangan calon yang menumpangi, maka dengan jaminan tersebut kebijakan ini dapat tetap berjalan sehingga tidak menimbulkan bias terkait dengan Pemilu.

“Intervensi Kebijakan dari Pemerintah ini harus berjalan tanpa adanya kemunculan Politik Kepentingan, sehingga kebijakan tersebut berjalan dengan benar dan dapat meringankan beban rakyat seutuhnya,” tutup Surahman. [PKS/ary]

Berita Terkait

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi
Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI
DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2
Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai
Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat
Ketua MPR RI Bamsoet: MPR Akan Gelar Sidang Paripurna September 2024
HNW: Demi Keadilan, Harusnya Koreksi Juga Presidential Threshold 20 Persen
NasDem Siap Menggunakan Hak Konstitusional untuk Mengajukan Hak Angket
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:49 WIB

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi

Rabu, 19 Maret 2025 - 09:14 WIB

Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI

Rabu, 12 Maret 2025 - 16:40 WIB

DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2

Senin, 10 Maret 2025 - 17:55 WIB

Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai

Jumat, 28 Februari 2025 - 08:28 WIB

Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat

Berita Terbaru