Fahira Idris Minta Pancasila Menjadi Tema Khusus dalam Debat Capres

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 4 Juni 2023 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJARJAKARTA | Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni idealnya menjadi bahan refleksi bagi segenap komponen bangsa untuk menilai sudah sejauh mana Pancasila dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan cabang-cabang kekuasaan negara. Peringatan Hari Lahir Pancasila juga momentum untuk mengevaluasi apakah sendi pokok Pancasila yaitu keadilan sosial sudah dirasakan segenap rakyat di seluruh penjuru Indonesia.

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, salah satu cara rakyat memilih presiden dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang adalah melihat sejauh mana pemahaman kandidat calon presiden (capres) tentang falsafah Pancasila baik secara historis, filosofis, sosiologis, dan yuridis. Kandidat yang mampu mengurai secara komprehensif bagaimana cara yang efektif menempatkan Pancasila sebagai kerangka berpikir bangsa dan negara serta sebagai dasar penyelenggaraan pemerintahan, layak dipilih untuk menjadi nakhoda Indonesia ke depan.

“Rakyat perlu tahu sejauh mana pemahaman para capres terkait falsafah Pancasila baik secara historis, filosofis, sosiologis, yuridis dan bagaimana strategi mengimplementasikan Pancasila secara konkret. Akan menjadi nilai tambah, bagi rakyat, jika ada capres yang sudah mempunyai rekam jejak menegakkan sendi pokok Pancasila yaitu menghadirkan keadilan.

Baca Juga :  KPK dan ICW Adu Data | Masyarakat Silakan Menilai

Oleh karena itu, penting bagi KPU menjadikan Pancasila sebagai tema khusus saat Debat Pilpres 2024 nanti, sebagai wahana pencerahan publik sebelum memilih pemimpinnya,” ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Senator Jakarta ini, keadilan dalam Pancasila yang mesti diupayakan dan diwujudkan oleh Presiden mendatang adalah memastikan setiap individu di negeri ini, mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan hak dan kewajibannya tanpa rintangan. Memberikan jaminan rasa keadilan sosial dengan terpenuhinya hak-hak dasar rakyat untuk meningkatkan kualitas diri dan kehidupannya.

Hadirnya keadilan sosial sesuai paradigma Pancasila, lanjut Fahira Idris, akan mempercepat proses “keberesan politik” dan “keberesan ekonomi” secara bersamaan yang sejak Indonesia merdeka masih terus menjadi pekerjaan besar bangsa. Sistem demokrasi yang sekarang dianut oleh Indonesia di mana pemilu menjadi pirantinya, tujuannya bukan sebatas menghadirkan demokrasi politik tetapi juga demokrasi ekonomi yang mengutamakan kepentingan rakyat banyak untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 UUD NRI 1945.

Baca Juga :  Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI

“Sejatinya demokrasi yang sedang kita jalankan ini tujuannya mencari keberesan politik dan keberesan ekonomi sekaligus dan semuanya bisa tercapai jika keadilan sosial hadir dan dirasakan. Keadilan sosial bentuk konkretnya adalah semua rakyat dipangku ibu pertiwi, hidup sejahtera, cukup pangan, sandang, papan dan berhak untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak, bermartabat dan berkeadilan. Para capres mesti memahami prinsip-prinsip dasar bernegara seperti ini dan ini bisa rakyat ketahui dari panggung debat,” pungkas Fahira Idris. [ary]

Berita Terkait

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi
Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI
DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2
Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai
Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat
Ketua MPR RI Bamsoet: MPR Akan Gelar Sidang Paripurna September 2024
HNW: Demi Keadilan, Harusnya Koreksi Juga Presidential Threshold 20 Persen
NasDem Siap Menggunakan Hak Konstitusional untuk Mengajukan Hak Angket
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:49 WIB

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi

Rabu, 19 Maret 2025 - 09:14 WIB

Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI

Rabu, 12 Maret 2025 - 16:40 WIB

DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2

Senin, 10 Maret 2025 - 17:55 WIB

Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai

Jumat, 28 Februari 2025 - 08:28 WIB

Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat

Berita Terbaru