Kekhawatiran Pengamat pada Vaksinasi Berbayar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Juli 2021 - 13:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah (Foto: Dokumentasi Trubus Rahadiansyah)

Pengamat kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah (Foto: Dokumentasi Trubus Rahadiansyah)

Pijar- Adanya program vaksinasi untuk individu yang berbayar dikhawatirkan dapat membebani masyarakat. Selain itu juga dikhawatirkan kelak dapat menimbulkan peru sahaan lainnya yang mencari keuntungan dari adanya rencana tersebut.

Dikutip dari kontan.com Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menyatakan bahwa “Kalau ini berbayar nanti dikhawatirkan muncul lagi perusahaan lainnya yang dikhawatirkan mencari keuntungan di situ, dimana situasi sedang krisis seperti saat ini. Itu yang dikhawatirkan akan memancing perusahaan lain melakukan hal sama, akhirnya jual vaksin juga komersialisasi,” jelasnya pada Minggu (11/7).

Baca Juga :  Pemerintah Cabut Status Pandemi Covid-19, PKS Berikan Sejumlah Catatan Kritis

Trubus juga menyoroti mengenai kualitas, keamanan dan pelaksanaan vaksin individu berbayar nantinya. Menurutnya pada dasarnya adanya vaksin individu berbayar juga dinilai kontraproduktif dengan vaksinasi gotong royong.

“Vaksin gotong nanti gimana? Malah ganggu vaksinasi gotong royong karena kan pakai vaksin yang sama. Bagaimana kaitannya dengan kebijakan vaksinasi gotong royong, apakah nanti tidak malah jadi tumpang tindih? Menurut saya vaksin masyarakat umum berbayar tidak perlu” ungkapnya.

Trubus juga menyampaikan perlunya adanya sosialisasi dan penjabaran rinci kepada publik akan kebijakan tentang rencana PT Kimia Farma Tbk yang akan menjual vaksin virus corona (Covid-19) untuk individu, hal ini guna tak menimbulkan kesalahpahaman.

Baca Juga :  Bahaya Apabila Jabatan Presiden 3 Periode

“Sebenarnya sulitnya nanti diimplementasi, jika tidak jelas dan rigit nanti jadi implementasinya membingungkan. Misal vaksin tertentu entah itu moderna misal yang hanya untuk berbayar dan lainnya,” imbuhnya.

Berdasarkan berita KONTAN sebelumnya, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala N Mansury mengatakan, program vaksin individu tersebut dilakukan untuk memfasilitasi kebutuhan vaksinasi Covid-19 yang mengalami peningkatan selama beberapa pekan terakhir.[]

Berita Terkait

Peluncuran FKPMS, KCD Wilayah III Jabar: Pencegahan Persoalan Sosial yang Muncul di Lingkungan Pelajar
Panglima TNI Resmikan Masjid Kubah Baret Merah di Bandung Barat
Operasional Pabrik Diprotes, Data DPMPTSP Ungkap PT MMP Tak Kantongi Izin Lengkap
Turyono Terpilih Aklamasi Pimpin Komite Gantole Magelang Periode 2025–2029
Gubernur Aceh Sampaikan Selamat kepada Tito Karnavian atas Gelar Adat dari Wali Nanggroe
Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi
Bamsoet: Jadikan Momentum Idul Fitri Mempererat Persaudaraan dalam Keberagaman
RUU KUHAP Berpotensi Membelenggu Kebebasan Advokat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 07:45 WIB

Peluncuran FKPMS, KCD Wilayah III Jabar: Pencegahan Persoalan Sosial yang Muncul di Lingkungan Pelajar

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:32 WIB

Panglima TNI Resmikan Masjid Kubah Baret Merah di Bandung Barat

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:16 WIB

Operasional Pabrik Diprotes, Data DPMPTSP Ungkap PT MMP Tak Kantongi Izin Lengkap

Rabu, 26 November 2025 - 21:55 WIB

Turyono Terpilih Aklamasi Pimpin Komite Gantole Magelang Periode 2025–2029

Rabu, 12 November 2025 - 12:59 WIB

Gubernur Aceh Sampaikan Selamat kepada Tito Karnavian atas Gelar Adat dari Wali Nanggroe

Berita Terbaru