Bertemu Dubes China, Mendes Yandri Targetkan Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal di Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 April 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pijarjakarta.info – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengatakan, hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok diharapkan menjadi salah satu instrumen strategis untuk mengentaskan daerah tertinggal melalui peningkatan kesejahteraan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pertukaran pengetahuan.

Menurutnya, hubungan internasional ini tidak sekadar memberikan bantuan sosial, tetapi juga mengarah pada paradigma baru melalui pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kapasitas untuk menurunkan angka persoalan, khususnya pada masalah yang dihadapi di daerah-daerah tertinggal.

“Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Tiongkok di bidang pembangunan perdesaan dan pengentasan kemiskinan serta memastikan kelancaran pelaksanaan program-program yang telah direncanakan pada tahun 2026,” papar mantan Wakil Ketua MPR RI itu saat menerima audiensi Duta Besar (Dubes) China untuk RI, Wang Lutong di ruang kerjanya Kemendes PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga :  Penugasan Praja IPDN ke Aceh, Mendagri Tito: Merupakan Misi Kemanusiaan

Lebih lanjut, Mendes Yandri juga menekankan pentingnya pembaruan kerjasama kementerian dalam dinamika pemerintahan, terutama saat terjadi penyesuaian nama, nomenklatur, ataupun struktur kementerian. Termasuk yang dulunya Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, kini menjadi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Penyesuaian nomenklatur itu penting dilakukan dalam waktu dekat, lantaran bertujuan untuk meningkatkan efektivitas birokrasi, mengoptimalkan sumber daya, dan memperkuat koordinasi antarlembaga.

“Isu teknis yang perlu dibahas adalah amandemen perubahan nomenklatur kementerian (dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menjadi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal) yang disarankan dilakukan bersamaan dengan pembahasan perpanjangan masa berlaku MSP”, papar Menteri asal Bengkulu Selatan ini.

Di samping itu, kata Mendes Yandri, penyusunan rencana kerja yang konkret sangat penting, karena berfungsi sebagai peta jalan yang terukur, demi memastikan operasional berjalan lancar, dan menjamin pencapaian target sesuai harapan kedua belah pihak.

Baca Juga :  Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal, Dapur Umum IPDN jadi Roda Penggerak Ekonomi Warga Sekitar

Termasuk mengonkretkan 12 Aksi Bangun Desa oleh Kemendes salah satunya ada Desa Tematik, Desa Ekspor, dan Desa Wisata. Program ini sangat penting untuk mengoptimalkan potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat desa.

“Di sisi lain, penyusunan dokumen turunan berupa Plan of Action sebagai dasar implementasi kerja sama yang lebih konkret. Karena kami punya 12 Aksi Bangun Desa. Di antaranya ada Desa Ekspor, Desa Wisata,” pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu; Wamendes Ariza Patria, Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Dirjen PEID Kemendes PDT Tabrani, Kepala BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik, Irjen Kemensed dan PDT Masyhudi dan Staff Khusus Menteri M. Fahad Attamimi. (Acym)

Berita Terkait

Bertemu Macron, Prabowo Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif
Wamendagri : Penyusunan Anggaran Daerah Harus Selaras dengan RKPD
ICC Immersion Buka Jejaring Internasional Pegiat Ekraf Indonesia-Prancis
Satgas PKH Kembali Serahkan Uang Rp11,4 Triliun Kepada Negara
Hadapi Kemarau Panjang 2026, Menteri PU Pastikan Kesiapan Air Irigasi dari Waduk Gajah Mungkur
Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak
Mendes Yandri: Kolaborasi dengan Kemensos Sangat Krusial Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem
Perkuat Tata Kelola Desa, Jamintel Konsolidasi ABPEDNAS di Karawang
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:52 WIB

Bertemu Dubes China, Mendes Yandri Targetkan Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal di Indonesia

Kamis, 16 April 2026 - 12:50 WIB

Bertemu Macron, Prabowo Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif

Rabu, 15 April 2026 - 18:51 WIB

Wamendagri : Penyusunan Anggaran Daerah Harus Selaras dengan RKPD

Senin, 13 April 2026 - 20:56 WIB

ICC Immersion Buka Jejaring Internasional Pegiat Ekraf Indonesia-Prancis

Jumat, 10 April 2026 - 19:50 WIB

Satgas PKH Kembali Serahkan Uang Rp11,4 Triliun Kepada Negara

Berita Terbaru