Pengembangan Kawasan Barelang, Mentrans: Dukung Kesejahteraan Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pijarjakarta.info – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terus memperkuat pengembangan Kawasan Transmigrasi Batam Rempang Galang (Barelang) dengan fokus pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, pemerintah berupaya memastikan warga Rempang tidak hanya berpindah ke lokasi baru, tetapi juga memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan.

“Prinsipnya, masyarakat tidak hanya sekadar pindah ke tempat baru, tetapi juga harus memiliki pekerjaan yang terus menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka,” ujar Menteri Iftitah kepada media usai menghadiri acara Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Batam, Senin (16/2/2026).

Dalam mendukung pengembangan kawasan Rempang, Kementerian Transmigrasi bekerja sama dengan BP Batam dan Pemerintah Kota Batam serta melaporkan perkembangan secara berkala kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.

Menurut Mentrans, kondisi Rempang dalam satu tahun terakhir semakin kondusif. Situasi yang lebih damai dinilai menjadi modal penting untuk mendorong pembangunan kawasan sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat.

Baca Juga :  Mendes dan Gubernur NTB Bersinergi Hapus Kemiskinan Ekstrem

“Alhamdulillah, selama satu tahun terakhir situasinya semakin damai dan kondusif. Ini penting untuk menghadirkan iklim investasi yang nyaman bagi semua pihak. Hal ini yang akan terus kami bangun,” kata Menteri Iftitah.

Sebagai bentuk dukungan langsung kepada masyarakat, Kementerian Transmigrasi juga telah menyerahkan 16 unit kapal nelayan kepada warga. Bantuan tersebut ditujukan agar masyarakat pesisir tetap memiliki mata pencaharian setelah proses penataan kawasan dilakukan.

“Sebanyak 16 kapal nelayan sudah kami berikan kepada masyarakat. Harapannya, ini menjadi sarana bagi mereka untuk tetap bekerja dan meningkatkan pendapatan,” jelas Mentrans.

Pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, tetapi juga menjadi contoh penataan kawasan transmigrasi yang mengedepankan dialog, kesejahteraan, dan keberlanjutan hidup masyarakat setempat.

Baca Juga :  KM Kelimutu Bantu Evakuasi Delapan Awak Kapal TB Equator 10 di Laut Jawa

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) telah memberikan bantuan 16 unit kapal perikanan berukuran 5 Gross Tonnage (GT) kepada warga transmigran yang berprofesi sebagai nelayan Kawasan Transmigrasi Tanjung Banon, Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Setiap kelompok nelayan menerima satu kapal lengkap dengan perangkat pendukung penangkapan ikan.

“Para nelayan ini sangat senang karena ada bantuan. Kita berharap dengan adanya bantuan kapal ini dapat meningkatkan pendapatan mereka karena nanti InsyaAllah hasil tangkapannya akan bisa bertambah banyak sehingga dapat menghidupi keluarga,” imbuh Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi di saat menyerahkan bantuan kapal, Desember 2025 silam.

Selain memberikan tambahan kapal, Kementrans bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta BP Batam juga menggelar pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi para nelayan kawasan transmigrasi Tanjung Banon. Pelatihan itu mencakup teknik memaksimalkan penangkapan hingga pengolahan ikan agar memiliki nilai jual lebih tinggi. (Acym)

Berita Terkait

Bertemu Dubes China, Mendes Yandri Targetkan Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal di Indonesia
Bertemu Macron, Prabowo Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif
Wamendagri : Penyusunan Anggaran Daerah Harus Selaras dengan RKPD
ICC Immersion Buka Jejaring Internasional Pegiat Ekraf Indonesia-Prancis
Satgas PKH Kembali Serahkan Uang Rp11,4 Triliun Kepada Negara
Hadapi Kemarau Panjang 2026, Menteri PU Pastikan Kesiapan Air Irigasi dari Waduk Gajah Mungkur
Mendagri Tito Tinjau Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak
Mendes Yandri: Kolaborasi dengan Kemensos Sangat Krusial Mempercepat Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem
Berita ini 203 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 17:52 WIB

Bertemu Dubes China, Mendes Yandri Targetkan Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal di Indonesia

Kamis, 16 April 2026 - 12:50 WIB

Bertemu Macron, Prabowo Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif

Rabu, 15 April 2026 - 18:51 WIB

Wamendagri : Penyusunan Anggaran Daerah Harus Selaras dengan RKPD

Senin, 13 April 2026 - 20:56 WIB

ICC Immersion Buka Jejaring Internasional Pegiat Ekraf Indonesia-Prancis

Jumat, 10 April 2026 - 19:50 WIB

Satgas PKH Kembali Serahkan Uang Rp11,4 Triliun Kepada Negara

Berita Terbaru