Penegakan Hukum Makin Buruk, Saatnya Tim Hukum Pemerintah Dievaluasi Total

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penegakan hukum di Indonesia sedang menghadapi ujian berat. Kepercayaan publik terus terkikis oleh berbagai peristiwa yang menimbulkan pertanyaan besar tentang wajah keadilan di negeri ini.

Di satu sisi, publik dikejutkan dengan skandal dugaan korupsi besar yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Di sisi lain, masyarakat juga menyaksikan tragedi meninggalnya seorang terduga pencuri ayam di Bali akibat aksi main hakim sendiri. Kedua peristiwa itu memang berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan bahwa penegakan hukum sedang menghadapi krisis kepercayaan.

Korupsi yang diduga melibatkan aparat penegak hukum meruntuhkan wibawa institusi yang seharusnya menjadi benteng terakhir keadilan. Sementara itu, tindakan main hakim sendiri mencerminkan masih adanya anggapan bahwa hukum tidak mampu memberikan rasa keadilan secara cepat dan adil. Ketika dua kondisi ini terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan, publik berhak mempertanyakan ke mana arah pembenahan hukum di negeri ini.

Baca Juga :  Langkah Maju KPK: Kini Berani Sentuh Oknum Jaksa, Bukan Hanya Kepala Daerah dan Kadis

Hukum seharusnya berdiri tegak tanpa pandang bulu. Tajam terhadap koruptor yang merugikan negara, tetapi juga melindungi hak setiap warga negara untuk memperoleh proses hukum yang adil. Jika kepercayaan terhadap aparat terus menurun, maka yang dipertaruhkan bukan hanya citra lembaga penegak hukum, melainkan juga kewibawaan negara.

Dalam pandangan redaksi, kondisi ini menjadi momentum bagi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sektor hukum.

Baca Juga :  Catatan Redaksi: Razia Premanisme di Indonesia: Sekadar Solusi Sementara?

Perombakan total kabinet Prabowo–Gibran, khususnya di bidang hukum, perlu segera dilakukan demi mengembalikan kepercayaan publik. Pembenahan tidak cukup hanya mengganti nama pejabat, tetapi juga harus menghadirkan budaya kerja baru yang mengedepankan integritas, profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas.

Presiden Prabowo perlu benar-benar memfokuskan perhatian pada reformasi tim hukum. Sudah saatnya memberikan ruang yang lebih besar kepada figur-figur muda yang kredibel, berintegritas, memiliki rekam jejak yang bersih, serta berani menegakkan hukum tanpa kompromi terhadap kepentingan apa pun.

Kepercayaan publik adalah aset terpenting bagi pemerintahan. Tanpa penegakan hukum yang bersih dan dipercaya masyarakat, cita-cita mewujudkan pemerintahan yang kuat dan berwibawa akan sulit tercapai.

Berita Terkait

Di Balik Tembok Lapas, Ada Pertanyaan yang Belum Selesai
Langkah Maju KPK: Kini Berani Sentuh Oknum Jaksa, Bukan Hanya Kepala Daerah dan Kadis
Opini: Menimbang Arah dan Masa Depan Komite Percepatan Reformasi Polri
Opini: KUHP & KUHAP Baru 2 Januari 2026 — Reformasi atau Sekadar Ganti Kulit?
Razia Preman Harus Digencarkan, Jakarta Tak Boleh Lagi Jadi Medan Kekerasan
Penyakit Kronis Mafia Peradilan di Indonesia: Keadilan Dijual, Rakyat Dibeli
Catatan Redaksi: Razia Premanisme di Indonesia: Sekadar Solusi Sementara?

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Di Balik Tembok Lapas, Ada Pertanyaan yang Belum Selesai

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:17 WIB

Penegakan Hukum Makin Buruk, Saatnya Tim Hukum Pemerintah Dievaluasi Total

Jumat, 19 Desember 2025 - 10:28 WIB

Langkah Maju KPK: Kini Berani Sentuh Oknum Jaksa, Bukan Hanya Kepala Daerah dan Kadis

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:37 WIB

Opini: Menimbang Arah dan Masa Depan Komite Percepatan Reformasi Polri

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:31 WIB

Opini: KUHP & KUHAP Baru 2 Januari 2026 — Reformasi atau Sekadar Ganti Kulit?

Berita Terbaru