Pijarjakarta.info – Hakim Agung Kamar Pidana Mahkamah Agung RI, Sugiyanto, S.H., M.H., menyampaikan pesan dan refleksi pengabdian kepada jajaran Badan Urusan Administrasi (BUA) Mahkamah Agung dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Pembinaan Kesekretariatan di Lingkungan BUA di Jakarta, pada Jumat (6/11/2026).
Dalam sambutannya, Sugiyanto menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kesempatan untuk kembali bertemu dengan keluarga besar kesekretariatan setelah menjalankan amanah sebagai Sekretaris MA periode 2023–2026.
Ia menyebut banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang diperoleh selama memimpin organisasi, termasuk menyaksikan kerja keras aparatur yang berperan penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Mahkamah Agung.
Ia menegaskan bahwa BUA bukan sekadar unsur pendukung administrasi, melainkan fondasi penting bagi terselenggaranya peradilan yang efektif, modern, dan berintegritas.
Menurutnya, setiap pekerjaan aparatur, termasuk yang tidak selalu terlihat oleh publik, memiliki kontribusi besar terhadap pelayanan keadilan kepada masyarakat.
“Jadi tidak semua orang harus berdiri di depan untuk memberikan kontribusi yang besar. Ada orang-orang yang justru memastikan semua berjalan dengan baik dari belakang dan peran yang sangat penting,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sugiyanto menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh satu orang, melainkan kemampuan seluruh unsur untuk bekerja sama. Ia mengajak para pejabat di lingkungan BUA membangun budaya kerja kolaboratif, memperkuat komunikasi, saling mendukung, serta tidak membiarkan sekat-sekat struktural menghambat penyelesaian pekerjaan.
“Organisasi yang kuat bukanlah organisasi yang tidak pernah menghadapi masalah, melainkan organisasi yang mampu menyelesaikan masalah secara bersama-sama,” tegasnya.
Sugiyanto juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang memiliki batas waktu, sedangkan nilai pengabdian harus senantiasa dijaga. Berdasarkan pengalamannya, seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari jabatan yang pernah diduduki, tetapi juga dari tanggung jawab yang dijalankan dan kemampuannya membangun tim yang tetap kuat setelah kepemimpinannya berakhir.
Dalam menghadapi tuntutan masyarakat terhadap pelayanan peradilan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan akuntabel, ia mendorong BUA untuk terus bergerak maju melalui digitalisasi, penyederhanaan proses bisnis, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola kelembagaan.
“Jangan hanya mewariskan pekerjaan kepada penerus kita. Wariskanlah pula sistem yang lebih baik, budaya kerja yang lebih sehat, dan semangat pengabdian yang lebih kuat,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Sugiyanto turut menitipkan tiga pesan kepada seluruh jajaran BUA, yaitu bekerja keras, bekerja dengan ikhlas, dan menjaga integritas. Ia mengingatkan bahwa kesibukan dan tekanan pekerjaan tidak boleh membuat aparatur kehilangan makna pengabdian serta tanggung jawab terhadap lembaga.
“Tidak semua pengabdian akan tercatat dalam sejarah, tidak semua kerja keras akan riuh dengan tepuk tangan, tetapi setiap pekerjaan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan, dan dilandasi dengan integritas akan selalu memiliki nilai bagi kemajuan lembaga dan bagi masyarakat yang kita layani,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Sugiyanto menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh jajaran BUA selama menjalankan tugas sebagai Sekretaris MA. Ia juga mengajak seluruh aparatur untuk memberikan dukungan kepada Plt. Sekretaris MA, Dr. Sobandi, S.H., M.H., dalam melanjutkan program dan kepemimpinan kesekretariatan Mahkamah Agung.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama Sugiyanto, Plt. Sekretaris MA Dr. Sobandi, S.H., M.H., Kepala Badan Urusan Administrasi (KaBUA) Mahkamah Agung RI Sahwan, S.H., M.H., serta seluruh peserta Rapat Koordinasi dan Pembinaan Kesekretariatan pada Badan Urusan Administrasi. (Acym)









