PIJAR | Jakarta – Saat wartawan bertanya soal data apa saja yang dibutuhkan untuk menata kawasan Tanah Abang untuk kesekian kalinya, Sandi terlihat capek mendengar pertanyaan yang dilontarkan wartawan secara berulang-ulang. Ia akhirnya memanggil Rustam Effendi untuk membantunya.
“Pak Wali sini bantuin, woy! Malah ngobrol di situ,” ucap Sandi akrab kepada Rustam yang tengah ngobrol dengan staf lain di belakangnya.
Rustam yang tengah asik mengobrol itu pun tampak terkejut. Ia segera mendekat ke Sandi untuk membantu menjawab pertanyaan media.
“Siap, siap!” ucap Rustam sambil berlari kecil ke arah Sandi. Lantas Sandi mulai memperkenalkan jabatan baru untuk Rustam Effendi.
“Saya ingin perkenalkan Pak Rustam yang mulai Senin ini aktif mendampingi saya sebagai staf khusus (stafsus) yang membidangi banyak sekali pengaduan masyarakat,” ujar Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin, 6 November 2017.
Madsanih Manong, tokoh muda Betawi Kalideres, Jakarta Barat, menyambut pengangkatan Rustam Effendi sebagai Staf Khusus Bidang Pengaduan Masyarakat. Menurut dia, penunjukan Rustam Effendi sebagai staf khusus Sandi sudah tepat.
“Selain Betawi asli, Pak Rustam itu tahu persis persoalan lapangan di Jakarta. Dia salah satu birokrat tangguh yang meniti karir dari tingkat kelurahan,” ungkap Madsanih di Jakarta, Kamis, 9 November 2011.
Sedangkan Sandi menjelaskan, Rustam pernah menjadi Wali Kota di Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. “”Jadi Pak Rustam juga banyak bantu dan kita harap pendekatan ke masyarakat dengan kepamongan itu, ya Pak,” ujar Sandi.
Rustam yang sudah kawakan menjadi birokrat itu dengan mudah menjawab pertanyaan soal jumlah Satpol PP yang sudah bertugas di kawasan Tanah Abang. Ia menyebut, ada tiga regu Satpol PP yang telah bertugas di kawasan itu.
“Saya sempat kontrol, kalau nggak salah ada tiga regu yang saya lihat di sana. Tapi memang belum efektif. Harus kita kaji lagi seperti apa yang terbaik. Sampai bisa menyeluruh penyelesaiannya,” tukasnya.
Rustam merupakan staf khusus pengaduan masyarakat yang baru diangkat dan mulai bekerja Senin, 6 November 2017. Ia dinilai memiliki pengalaman menata wilayah dan pernah menjadi Wali Kota di Jakarta Utara maupun Jakarta Pusat. Sempat berselisih dengan Gubernur Basuki T Purnama, Rustam memilih mundur dari jabatan Wali Kota Jakarta Utara.
“Beliau dulu (Wali Kota) di Jakarta Utara. Jadi seperti tadi lokbin, itu Jakarta Utara ya? Yang Cengkeh Jakarta Barat, tapi yang Marunda Jakarta Utara dan ada beberapa. Jadi nanti, karena ini kita lihat teman-teman ini berulang kali ke sini, sampe 3-4 kali. Jadi memang penanganan ini makan waktu dan butuh kepamongan dalam mengolah ini,” terang Sandiaga.

Soal kepamongan, Madsanih Manong menyatakan Rustam Effendi merupakan figur yang dekat dengan kalangan pergerakan, baik aktivis maupun profesional generasi muda. “Dia juga dekat dengan kalangan ulama,” tandas Madsanih.









