Polri Ganti Kapolda Papua, Sultra, dan Riau

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 29 September 2019 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR | JAKARTA – Polri memutasi sejumlah perwira tingginya. Ada tiga Kapolda yang digeser oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Para kapolda itu akan mengikuti serah terima jabatan (sertijab) pada Senin, 30/9/19.

Mereka adalah Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Irianto, Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja dan Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo. Mutasi ini tertuang dalam surat telegram rahasia (TR) yang dikeluarkan pada Jumat, 27 September 2019.

TR bernomor ST/2569/IX/KEP/2019 itu ditandatangani AS SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri S. Dalam surat itu, Kapolda Papua akan dijabat Irjen Paulus Waterpau. Sementara Irjen Rudolf A Rodja dimutasi jadi Analisa Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri.

Baca Juga :  Ketua MA: IKAHI Itu Hanya Satu, Dari Pusat Sampai Daerah

Kemudian, Kapolda Riau dijabat oleh Irjen Agung Setya Imam Effendi. Irjen Widodo Eko Prihastopo digeser menjadi Pati Baintelkam, penugasan di BIN. Sementara itu, posisi Kapolda Sultra dijabat Brigjen Merdisyam. Brigjen Irianto digeser menjadi Irwil III Itwasum Polri.

Wilayah Riau, Sultra, dan Papua tengah menjadi sorotan, misalnya di wilayah Riau, terjadi begitu banyak kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) yang berdampak pada kabut asap parah. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah mewanti-wanti bahwa akan mencopot Kapolda hingga Kapolsek yang gagal mengatasi karhutla.

“Kalau seandainya di Polda dari penilai ada yang tidak terkendali dan tidak ada upaya maksimal apalagi penangkapan nggak ada, out. Mau Kapolda, Kapolres, Kapolsek, out. Tim sudah dibentuk dan bergerak mulai hari ini,” ujar Tito kala usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Novotel Pekanbaru, Riau pada Senin, 16 September 2019 lalu.

Baca Juga :  Pemerintah Beberkan Penyebab Sulitnya Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Berat

Sementara itu, untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra), dua mahasiswa Unversitas Halu Oleo tewas usai demonstrasi menolak RUU kontroversial di gedung DPRD Sultra. Randi tewas tertembak. Sedangkan Yusuf Kardawi tewas karena terkena benda tumpul di kepala.

Untuk wilayah Papua, gelombang rusuh terjadi beberapa kali sepanjang Agustus-September. Yang terbaru adalah kericuhan di Wamena yang menewaskan puluhan orang warga lokal maupun pendatang.

Berita Terkait

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini
MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia
Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling
Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI
Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure
Tingkatkan Sinergitas Antara Lembaga Penegak Hukum, Kejagung Gelar Tenis Meja Persahabatan dengan KPK
Jalin Kolaborasi Strategis Bagi Para Pelaku Industri Produk Bayi dan Mainan Anak, IBTE 2025 Gelar Pameran di JIExpo Kemayoran
Catatan Redaksi: Potret Buram Penegakan Hukum Indonesia Berdasarkan Kasus Viral

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Kamis, 10 September 2026 - 15:28 WIB

MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:56 WIB

Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:44 WIB

Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:07 WIB

Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure

Berita Terbaru