Menhub Dudy Sampaikan Empat Faktor Penting Penentu Keberhasilan Angkutan Lebaran 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pijarjakarta.info – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026, di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Selasa (24/2/2026) malam.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang memimpin rakor lintas sektor ini, menyampaikan empat faktor penting penentu keberhasilan dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026.

Keempat faktor yang dimaksud yakni keselamatan dan keamanan, perhatian terhadap hal detail, sinergi dan kolaborasi, serta kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan potensi gangguan di lapangan.

Menhub Dudy menegaskan, aspek keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama yang harus diwujudkan melalui langkah antisipatif dan mitigatif guna meminimalkan risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan.

Berikutnya, Menhub juga menekankan pentingnya perhatian terhadap hal detail dalam setiap tahapan persiapan. Walaupun merupakan tradisi tahunan kita, mungkin Bapak dan Ibu sudah bertahun-tahun menyelenggarakan angkutan Lebaran. Namun saya berharap bahwa hal-hal yang kecil juga harus menjadi perhatian dan kita tidak remeh terhadap hal-hal yang kecil.

Selanjutnya adalah sinergi dan kolaborasi yang solid antarpemangku kepentingan. Menurut Menhub Dudy, koordinasi yang kuat menjadi kunci kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran.

“Sinergi dan kolaborasi sebagaimana yang saya saksikan pada malam hari ini dan Alhamdulillah dengan koordinasi yang solid serta sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap bahwa penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini akan berjalan dengan baik,” kata Menhub.

Sebelumnya, sejak awal Februari 2026, Kemenhub telah melakukan serangkaian koordinasi dan sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UNJ, Polisi Minta Korban Bikin Laporan

Menhub Dudy telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga antara lain Kemenkopolkam, KemenkoPMK, KemenPANRB, Kemenaker, Kemenristek, Kemendikdasmen, Kemendagri, Kemendag, Komdigi, Kemenag, serta TNI dan Polri. Dilakukan juga koordinasi dengan sejumlah pemerintah daerah antara lain Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, serta Daerah Istimewa Yogyakarta.

Koordinasi tersebut menghasilkan sejumlah kebijakan antara lain pemberian stimulus diskon tarif transportasi, penerapan flexible working arrangement (FWA), pengaturan operasional angkutan barang, penggunaan masjid sebagai rest area, penguatan keamanan, hingga antisipasi titik rawan di daerah seperti perlintasan sebidang, pasar tumpah, serta lokasi wisata.

Adapun faktor terakhir yang ditekankan adalah kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan potensi gangguan di lapangan. “Terakhir adalah always expect uncertainty and irregularities. Cuaca ekstrem, bencana alam yang dapat terjadi kapan saja, berpotensi menimbulkan gangguan pada transportasi,” tegasnya.

Menhub Dudy menyampaikan harapan agar keempat faktor tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh pihak. “Harapan kita bersama, jika keempat faktor penting ini diperhatikan dengan seksama, bukan tidak mungkin tujuan kita bersama yaitu zero accident and zero fatality dapat kita wujudkan,” sebutnya.

Lebih lanjut, Menhub memberikan arahan dan berpesan pada saat pelaksaan angkutan Lebaran 2026, perlu dilakukan antisipasi lokasi kemacetan yang terjadi di jalur arteri seperti pasar tumpah. Setidaknya, lokasi yang perlu diantisipasi terdapat pada 4 lokasi di Banten, 25 lokasi di Jawa Barat, 12 lokasi di Jawa Tengah, 6 lokasi di Yogyakarta, serta 9 lokasi di Jawa Timur. Begitu juga dengan daerah lain yang berpotensi mengalami kemacetan karena pasar tumpah.

Baca Juga :  MK Prioritaskan Uji Materi Perppu Covid-19, Tunggu Hasilnya Ya…

“Adapun antisipasi kemacetan dapat dilakukan dengan memperkuat koordinasi dan antisipasi lokasi pasar tumpah, serta pengendalian dan pengaturan hambatan samping di jalan nasional seperti kios pedagang dan alat transportasi tradisional becak dan delman,” ucap Menhub.

Kemudian menurut Menhub, yang perlu diantisipasi juga adalah peningkatan arus di daerah wisata. Diperkirakan, akan terjadi peningkatan signifikan di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur. Pergerakan ini biasanya terjadi setelah hari pertama Lebaran.

“Perlu disiapkan manajemen arus lalu lintas terpadu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dari dan ke sekitar lokasi wisata,” tandasnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Wakil Menteri Perhubungan Suntana, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemenhub, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BIN Muhammad Herindra, Kepala BPJT Wilan Oktavian, Kepala BNPB Suharyanto, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, perwakilan Kemenpar, Komdigi, Kemenag, Kemenaker, Kemendikdasmen, KemenESDM, Kemendag, Kemendagri, Kemenperin, Kemenkes, KemenPANRB, KemenPPPA, TNI, Basarnas, Korlantas Polri, pimpinan lembaga non-kementerian dan ketua asosiasi, serta para direktur utama BUMN, jalan tol, juga operator bidang transportasi. (Acym)

Berita Terkait

Satgas PKH Kembali Serahkan Rp13,2 Triliun ke Kas Negara dan Masuk Tahap VIII
Saksi Tata Sugianto: Permintaan Ganti Rugi Rp350 Juta Disampaikan Bangun Paulus pada Pertemuan di Puri Mall
Berkas Perkara Lengkap, Dadan Hindayana Dkk Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Pusat
Kredit Fiktif Bank BRI, Maria Lastry Gultom Divonis 8 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp122 Miliar
Merasa Takut dan Terpaksa, Saksi Vinsen Akui Transfer Total Rp80 Juta ke Bangun Paulus Tudungta
Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel, Kejagung Tangkap Mantan Sekjen ESDM Teguh Pamudji
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara
Terbukti Lakukan Penipuan Bisnis Batu Bara, Lidya Wirawan Ditangkap Satgas SIRI

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Satgas PKH Kembali Serahkan Rp13,2 Triliun ke Kas Negara dan Masuk Tahap VIII

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Saksi Tata Sugianto: Permintaan Ganti Rugi Rp350 Juta Disampaikan Bangun Paulus pada Pertemuan di Puri Mall

Selasa, 29 September 2026 - 20:58 WIB

Berkas Perkara Lengkap, Dadan Hindayana Dkk Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Pusat

Selasa, 29 September 2026 - 20:57 WIB

Kredit Fiktif Bank BRI, Maria Lastry Gultom Divonis 8 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp122 Miliar

Selasa, 29 September 2026 - 08:34 WIB

Merasa Takut dan Terpaksa, Saksi Vinsen Akui Transfer Total Rp80 Juta ke Bangun Paulus Tudungta

Berita Terbaru