Waspada Informasi Hoaks Terkait Pendemi Covid-19

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Mei 2022 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR | JAKARTA – Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, ancaman datang bukan saja dari virus Corona tetapi juga dari disinformasi atau hoaks yang tidak kalah berbahaya. Beragam jenis hoaks beredar di media sosial maupun media online selama pandemi berlangsung.

Direktur Sekolah Pasca Sarjana UIN Jakarta, Prof. Dr. Phil. Asep Saepudin Jahar, MA mengatakan bahwa, saat ini ada beberapa hoaks yang masih beredar di masyarakat khususnya hoaks terkait Covid-19, seperti hoaks vaksinasi, penyakit mulut kuku (PMK) pada hewan, hepatitis akut pada anak, yang semuanya disebabkan oleh Covid-19.

“Hoaks-hoaks yang tidak berdasar adalah tidak benar. Vaksin yang digencarkan oleh Pemerintah telah terbukti berhasil menekan dan menurunkan Covid-19,” ujar Asep Saepudin melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (22/05).

Baca Juga :  Pemprov Jatim Raih Penghargaan dari Universitas Brawijaya

Saat ini Covid-19 telah berangsur reda, hal ini merupakan upaya kita bersama dengan Pemerintah dalam rangka menekan Covid-19. Demikian juga upaya mudik yang diwajibkan mendapat vaksin 1, 2, dan 3 telah berhasil juga menekan Covid-19.

Pemerintah juga telah melonggarkan kebijakan, yaitu di ruang terbuka dapat membuka masker, ini merupakan upaya Pemerintah yang ingin memberikan ruang aktifitas kepada masyarakat namun tetap menjaga kontrol terhadap Covid-19.

Baca Juga :  Anies Baswedan Bicara Reformasi di Singapura

“Apabila masih ada kelompok yang memprovokasi masyarakat dengan mengatakan bahwa, Covid-19 berbahaya tertentu, Covid-19 belum bisa teratasi padahal sudah mulai reda, hal ini merupakan upaya tidak berdasar yang ingin menjatuhkan Pemerintah,” sambungnya.

Hoaks yang beredar dan tidak berdasar adalah upaya untuk memprovokasi dan memperkeruh suasana.

Apabila hoaks dibiarkan, hal tersebut dapat mengaburkan informasi dan membuat kebingungan serta kepanikan publik, hingga berdampak fatal karena masyarakat tidak mendukung kebijakan penanganan Covid-19.

“Mari kita waspada terhadap hoaks Covid-19 dan bersatu untuk menciptakan suasana yang nyaman dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini
MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia
Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling
Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI
Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure
Tingkatkan Sinergitas Antara Lembaga Penegak Hukum, Kejagung Gelar Tenis Meja Persahabatan dengan KPK
Jalin Kolaborasi Strategis Bagi Para Pelaku Industri Produk Bayi dan Mainan Anak, IBTE 2025 Gelar Pameran di JIExpo Kemayoran
Catatan Redaksi: Potret Buram Penegakan Hukum Indonesia Berdasarkan Kasus Viral

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Kamis, 10 September 2026 - 15:28 WIB

MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:56 WIB

Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:44 WIB

Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:07 WIB

Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure

Berita Terbaru