PSBB akan Diperpanjang Bupati Bogor Hingga Lebaran

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2020 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR|JAKARTA – Pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebagai upaya menekan penyebaran virus corona (Covid-19) akan diperpanjang Pemkab Bogor. Hal tersebut dikatakan Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin.

Perpanjangan pemberlakuan PSBB berlangsung sampai lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah.

“PSBB kedua ini berakhir tanggal 12 Mei dan insyaallah kami akan perpanjang lagi untuk PSBB ketiga (sampai lebaran),” tutur Ade dalam sebuah diskusi, Senin (11/5/2020).

Ade khawatir masyarakat merasa sudah bebas beraktivitas dan tak memedulikan imbauan physical distancing jika PSBB tidak diperpanjang. Menurutnya, besar kemungkinan terjadi penyebaran virus corona saat lebaran nanti.

“Kami khawatir masyarakat merasa bahwa sudah bebas dan lebaran ini dipakai anjangsana, dipakai silaturrahmi dan kemungkinan akan ada gelombang kedua ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Groundbreaking Kodim IKN

Ade mengaku tak ingin upaya pihaknya selama ini menjadi sia-sia dalam menekan angka kasus positif terinfeksi virus corona. Ia menyebut kurva kasus positif di Kabupaten Bogor saat ini mulai menurun.

Ade pun berharap dua kecamatan yang masih bebas virus corona atau zona hijau bisa mempertahankan statusnya. Pihaknya telah melarang warga dari zona merah atau episentrum penyebaran virus corona berpergian keluar.

“Sekarang ini alhamdulillah sudah agak landai, jadi yang paling tinggi kasus di bulan April kemarin. Jadi kalau lihat kurvanya dari Maret landai, April naik sekarang sudah mulai landai,” dia menjelaskan.

Baca Juga :  YLBH Pijar Apresiasi Kerja Cepat dan Ketegasan Kapolri

Pihaknya, kata Ade, sudah menyiapkan sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan satu rumah sakit paru di Puncak, Cisarua sebagai rujukan kasus positif virus corona.

Ade juga mengaku telah mengantongi lampu hijau dari Kementerian Dalam Negeri untuk menggunakan fasilitas gedung diklat SDM di Kecamatan Kemang sebagai ruang isolasi pasien terkait virus corona.

Sejauh ini, sambung dia, pihaknya juga telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp383 miliar untuk penanganan kasusCovid-19 di Kabupaten Bogor.

“Kami juga sudah mengalokasikan anggaran untuk penanganan medis, itu ada Ro191 miliar, untuk jaring pengaman sosial Rp188 miliar dan untuk dampak ekonomi adalah Rp4 miliar,” terang Ade. [bro]

Berita Terkait

Operasional Pabrik Diprotes, Data DPMPTSP Ungkap PT MMP Tak Kantongi Izin Lengkap
Turyono Terpilih Aklamasi Pimpin Komite Gantole Magelang Periode 2025–2029
Gubernur Aceh Sampaikan Selamat kepada Tito Karnavian atas Gelar Adat dari Wali Nanggroe
Bamsoet: Jadikan Momentum Idul Fitri Mempererat Persaudaraan dalam Keberagaman
RUU KUHAP Berpotensi Membelenggu Kebebasan Advokat
Bamsoet Dorong Peningkatan Penggunaan Teknologi Digital dalam Praktik Notaris
Puan Minta Eks Kapolres Ngada Dipecat dari Polri dan Disanksi Seberat-Beratnya!
Komisi XIII DPR fraksi PKB Desak Peningkatan Layanan Imigrasi di Daerah 3T
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Desember 2025 - 20:16 WIB

Operasional Pabrik Diprotes, Data DPMPTSP Ungkap PT MMP Tak Kantongi Izin Lengkap

Rabu, 26 November 2025 - 21:55 WIB

Turyono Terpilih Aklamasi Pimpin Komite Gantole Magelang Periode 2025–2029

Rabu, 12 November 2025 - 12:59 WIB

Gubernur Aceh Sampaikan Selamat kepada Tito Karnavian atas Gelar Adat dari Wali Nanggroe

Selasa, 1 April 2025 - 10:11 WIB

Bamsoet: Jadikan Momentum Idul Fitri Mempererat Persaudaraan dalam Keberagaman

Minggu, 23 Maret 2025 - 13:34 WIB

RUU KUHAP Berpotensi Membelenggu Kebebasan Advokat

Berita Terbaru

Hukam

PN Bandung Tolak Praperadilan Wakil Wali Kota Erwin

Selasa, 13 Jan 2026 - 17:03 WIB