Pemuda Muhammadiyah Kecam Serangan Tentara Israel ke Tepi Barat Palestina

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Februari 2023 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJARJAKARTA – Pemuda Muhammadiyah buka suara dan mengecam keras kejadian penyerangan yang dilakukan oleh tentara Israel ke Kota Jenin, Tepi Barat Palestina yang menyebabkan 10 warga sipil tewas dan melukai puluhan lainnya.

Kecaman tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Kemaritiman Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dedi Irawan pada, Rabu (1/2/2023). Kebiadaban yang dilakukan oleh Israel merupakan kejahatan kemanusiaan.

“Kekejaman Israel kepada rakyat Palestina telah berlangsung puluhan tahun dan semakin brutal, kita harus bersatu untuk menghentikan perilaku biadab atas nama kemanusiaan dan perdamaian abadi,” kata Dedi.

Terkait dengan sikap Pemuda Muhammadiyah, Dedi mengatakan bahwa pihaknya berada pada posisi membela Palestina. Pemuda Muhammadiyah tidak akan pernah berhenti berdiri bersama Rakyat palestina.

Baca Juga :  Kembali Terendam Banjir, Warga Komplek Cluster Fortune Tangerang Kecewa Janji Developer

Komitmen Pemuda Muhammadiyah berada di pihak Palestina, menurutnya sesuai dengan konstitusi yang dimiliki oleh Indonesia sejak negara ini didirikan hingga kini. Bahkan, isu Israel-Palestina akan masuk dalam pembahasan di Muktamar Pemuda Muhammadiyah mendatang.

“Kami akan membahas secara khusus terkait agresi Israel tersebut di Forum tertinggi organisasi Muktamar pada Februari ini, agar sikap dan usaha-usaha membantu rakyat Palestina Merdeka dapat lebih sistematis,” pungkasnya.

Sikap pembelaan kepada Rakyat Palestina merupakan sikap kolektif yang dimiliki oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Seperti beberapa waktu lalu, di mana Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama organisasi lain mendiskusikan untuk pembelaan Palestina.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah: Ramen Jepang Kalah Enak dengan Rawon Surabaya

“Kita juga merekomendasikan adanya satu koordinasi kegiatan sehingga kegiatan-kegiatan dukungan terhadap Palestina itu menjadi lebih efisien dan bermanfaat,” ujar Budi Setiawan, Ketua MDMC dalam kesempatan yang berbeda.

Ke depan, Budi berharap advokasi membentuk narasi ini dapat dilakukan di bidang kultural dan sebagainya agar perjuangan terhadap bangsa Palestina tidak sekadar menunggu momen berdarah.

“Isu Palestina sudah lama dan susah selesainya kapan. Maka kita perlu warna baru dalam membicarakan cara baru dalam bicara Palestina sehingga dengan demikian kita akan lebih efektif dan lebih mengerti pada apa yang harus kita lakukan pada bangsa Palestina yang punya ikatan erat dengan bangsa Indonesia,” tegasnya. [Muhammadiyah/ary]

Berita Terkait

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini
MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia
Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling
Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI
Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure
Tingkatkan Sinergitas Antara Lembaga Penegak Hukum, Kejagung Gelar Tenis Meja Persahabatan dengan KPK
Jalin Kolaborasi Strategis Bagi Para Pelaku Industri Produk Bayi dan Mainan Anak, IBTE 2025 Gelar Pameran di JIExpo Kemayoran
Catatan Redaksi: Potret Buram Penegakan Hukum Indonesia Berdasarkan Kasus Viral

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Kamis, 10 September 2026 - 15:28 WIB

MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:56 WIB

Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:44 WIB

Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:07 WIB

Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure

Berita Terbaru