Kejaksaan Gunakan Aset Sitaan Menjadi Lahan Pertanian yang Produktif

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pijarjakarta.info – Bekasi – Kejaksaan RI melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM INTEL) secara resmi meluncurkan program “Jaksa Mandiri Pangan” sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Program ini diresmikan oleh Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin dalam acara seremonial yang berlangsung di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa 19 Agustus 2025.

Dalam sambutannya, Jaksa Agung menegaskan bahwa Kejaksaan tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan aset negara hasil sitaan dari tindak pidana dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.

“Melalui Jaksa Mandiri Pangan lahan-lahan sitaan yang selama ini terbengkalai akan diubah menjadi lahan pertanian produktif. Program ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi pada stok pangan nasional,” ujar Jaksa Agung.

Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Prabowo-Gibran dalam Asta Cita Kedua, khususnya mewujudkan swasembada pangan. Pemerintah sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp139,4 triliun pada tahun 2025 untuk memperkuat ketahanan pangan, termasuk kebijakan penyerapan 3 juta ton beras oleh Bulog.

Baca Juga :  Haidar Alwi: Kapolri Listyo Sigit adalah Teladan Bhayangkara Sejati

Untuk mendukung keberhasilan program ini, Kejaksaan RI menjalin kemitraan dengan Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia, Perum BULOG, Pemerintah Daerah, serta kelompok tani.

Sinergi ini diharapkan menjadi role model dalam mengelola aset negara secara produktif sekaligus memperkuat ekosistem ketahanan pangan nasional.

“Penegakan hukum tidak hanya tentang menghukum pelanggar, tetapi juga bagaimana hukum dapat menjadi instrumen pembangunan. Melalui program ini, kita membuktikan bahwa hukum mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” terang Jaksa Agung.

 

Selain pemanfaatan aset sitaan, Kejaksaan RI juga memperkuat pengawasan terhadap potensi praktik curang di sektor pangan. Fokus utama pengawasan antara lain:

  • Pencegahan penimbunan, spekulasi harga, dan praktik mafia pangan;
  • Memastikan distribusi beras Bulog tepat sasaran dan sesuai standar mutu;
  • Penindakan terhadap praktik illegal farming serta alih fungsi lahan tanpa izin.
Baca Juga :  Presiden Setujui Pemberian Gelar Tanda Kehormatan Kepada 18 Tokoh

Mengakhiri sambutannya, Jaksa Agung menegaskan komitmen Kejaksaan untuk terus menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap proses penegakan hukum.

“Program Jaksa Mandiri Pangan adalah langkah strategis untuk memastikan aset negara memberikan manfaat optimal bagi bangsa. Mari bersama kita wujudkan kedaulatan pangan dari tanah-tanah yang telah kita rebut kembali untuk rakyat,” tandas Jaksa Agung.

Turut hadir Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Direktur Utama Perum BULOG Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi, Jaksa Agung Muda Intelijen Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah, Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI Amir Yanto serta jajaran pejabat Kementerian Pertanian, Perum BULOG, PT Pupuk Indonesia, Pemerintah Daerah, dan kelompok tani. (Acym)

Berita Terkait

Kajati dan Gubernur Kepri Teken MoU terkait Penerapan Pidana Kerja Sosial
Kejaksaan Gelar Rakor terkait Peran Sentral Jampidmil dalam KUHP dan KUHAP Nasional
Kejati Riau dan Pemprov Teken Mou terkait Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial
Kajati Jabar Resmikan Mess Griya Adhyaksa Kejari Kabupaten Bekasi
Kolaborasi Emas! DKN & BRI BO Panglima Polim Gelar Festival Kuliner Internasional “From Asia To Bali”
PP IKAHI Galang Donasi Nasional Bantu Korban Banjir dan Longsor di Sumatera
Lantik Kasi Pidum, Kajari Dedy: Segera Sosialisasikan terkait KUHP dan KUHAP Baru
Jaksa Agung: Penanganan Korupsi Harus Berfokus pada Pemulihan Negara dan Kesejahteraan Rakyat
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:04 WIB

Kajati dan Gubernur Kepri Teken MoU terkait Penerapan Pidana Kerja Sosial

Kamis, 4 Desember 2025 - 15:04 WIB

Kejaksaan Gelar Rakor terkait Peran Sentral Jampidmil dalam KUHP dan KUHAP Nasional

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:01 WIB

Kejati Riau dan Pemprov Teken Mou terkait Pelaksanaan Pidana Kerja Sosial

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:00 WIB

Kajati Jabar Resmikan Mess Griya Adhyaksa Kejari Kabupaten Bekasi

Selasa, 2 Desember 2025 - 10:40 WIB

Kolaborasi Emas! DKN & BRI BO Panglima Polim Gelar Festival Kuliner Internasional “From Asia To Bali”

Berita Terbaru