Fahira Idris Jadi Anggota Pansus BLBI Jilid II

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Juni 2023 - 03:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJARJAKARTA | Dewan Perwakilan Daerah (DPD) membentuk Panitia Khusus (Pansus) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Pansus BLBI) Jilid II yang akan mulai bekerja pada pekan kedua Juni 2023 ini. Selain untuk menjalankan rekomendasi Pansus BLBI DPD Jilid I yang telah selesai masa tugasnya, Pansus BLBI Jilid II ini dibentuk menjalankan aspirasi rakyat yang menginginkan skandal keuangan terbesar dalam sejarah republik ini segera tuntas dan semua kerugian negara bisa dikembalikan.

Anggota DPD RI Fahira Idris yang juga Anggota Pansus BLBI mengungkapkan, upaya mengembalikan kerugian keuangan negara hingga ratusan triliun rupiah yang sudah berlangsung lebih dari dua dekade (sejak 2000) rasanya sudah terlalu panjang. Oleh karena itu, harus ada komitmen politik yang benar dan berani agar skandal keuangan terbesar ini bisa segera dituntaskan.

“Rasanya waktu dua dekade lebih untuk menyelesaikan kasus BLBI lewat berbagai upaya mengembalikan kerugian ratusan triliun rupiah ke kas negara sudah cukup panjang. Skandal kelam keuangan terbesar dalam sejarah republik ini, harus segera dituntaskan. Jangan sampai skandal kelam BLBI terus ‘menghantui’ negeri ini apalagi menjadi beban bagi generasi mendatang. Semua upaya yang sudah dilakukan selama lebih dari 20 tahun ini harus dievaluasi secara komprehensif untuk menyusun kembali formulasi yang benar agar semua kerugian negara bisa dikembalikan,” ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya (12/6/2023).

Baca Juga :  Gubernur Anies Silaturahmi dengan DPP Partai Demokrat

Menurut Fahira Idris, dibentuknya Pansus BLBI DPD Jilid II ini untuk menindaklanjuti hasil kerja Pansus BLBI DPD Jilid I yang belum tuntas, tetapi masa tugasnya sudah berakhir pada tanggal 8 Oktober 2022 silam. Oleh karena itu, Pansus BLBI DPD Jilid II akan berkoordinasi intensif dengan aparat penegak hukum mulai dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Kepolisian, dan lainnya dalam menindaklanjuti penuntasan kasus BLBI.

Baca Juga :  Nasdem: Pemimpin Itu Melayani, bukan Dilayani

Salah satu poin penting dari sembilan rekomendasi Pansus BLBI DPD Jilid I yaitu terkait efektivitas Tim Satgas BLBI bentukan pemerintah yang akan berakhir pada akhir tahun 2023 untuk melakukan penagihan terhadap pihak perbankan atas penunggakan kewajibannya, akan menjadi salah satu fokus pembahasan Pansus BLBI DPD Jilid II.

“Memang dibutuhkan keberanian besar terutama dari Pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan skandal BLBI ini, karena sangat kompleks. Namun, keberanian ini akan berarti jika semua aksi yang dilakukan untuk mengembalikan semua kerugian negara ini dilakukan dengan formulasi yang komprehensif termasuk kejelian merampas aset para penunggak utang BLBI,” pungkas Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta ini. [ary]

Berita Terkait

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi
Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI
DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2
Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai
Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat
Ketua MPR RI Bamsoet: MPR Akan Gelar Sidang Paripurna September 2024
HNW: Demi Keadilan, Harusnya Koreksi Juga Presidential Threshold 20 Persen
NasDem Siap Menggunakan Hak Konstitusional untuk Mengajukan Hak Angket

Berita Terkait

Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:49 WIB

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi

Rabu, 19 Maret 2025 - 09:14 WIB

Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI

Rabu, 12 Maret 2025 - 16:40 WIB

DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2

Senin, 10 Maret 2025 - 17:55 WIB

Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai

Jumat, 28 Februari 2025 - 08:28 WIB

Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat

Berita Terbaru