BPK Teken MoU dengan SECO Guna Perkuat Kerja Sama Akuntabilitas di Sektor Publik

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia dan State Secretariat for Economic Affairs of the Swiss Confederation (SECO) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) guna penguatan akuntabilitas sektor publik di Indonesia.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Ketua BPK Isma Yatun dan Duta Besar Swis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehnder di Kantor Pusat BPK, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas tata kelola sektor publik, memperkuat lembaga pemeriksa, serta mendorong akuntabilitas dan integritas pengelolaan keuangan negara untuk lima tahun ke depan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua BPK didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Syamsudin, Kepala Badan Perencanaan, Evaluasi, dan Kebijakan Pemeriksaan, Novy G. A. Pelenkahu, serta Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Internasional, Teguh Widodo.

Baca Juga :  Menhan Prabowo Tinjau Pembangunan Gedung di Akademi Militer Magelang

Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan kapasitas dengan fokus pada manajemen strategis dan penguatan kelembagaan BPK, penguatan akuntabilitas sektor publik melalui pelibatan masyarakat, serta pertukaran pengetahuan di bidang pemeriksaan sektor publik antara Indonesia dan Swis.

Kerja sama juga mencakup area lain yang disepakati bersama sesuai dengan kebutuhan dan prioritas kedua belah pihak. Dalam pelaksanaannya, kerja sama BPK dan SECO akan didukung oleh implementing agency yang relevan, antara lain International Development Initiative (IDI) dan International Budget Partnership (IBP).

Dalam sambutannya, Ketua BPK menyampaikan apresiasi atas dukungan SECO terhadap penguatan peran BPK. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia di BPK.

Baca Juga :  MA Wajibkan Aparatur Peradilan Lapor LHKPN 2025, ini Batas Waktunya

“MoU ini sekaligus memperkuat peran BPK dalam ekosistem akuntabilitas fiskal nasional dan internasional termasuk mendukung aksesi Indonesia sebagai anggota sebagai anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam mendorong transformasi ekonomi, sosial dan tata kelola,” ucapnya.

Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari upaya BPK dalam memperkuat kerja sama internasional guna mendukung reformasi tata kelola sektor publik.

Melalui kemitraan ini, BPK terus mendorong terwujudnya pengelolaan keuangan negara yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. (Acym)

Berita Terkait

Kejati Jabar Sosialisasi Hukum Melalui JMS di SMA Negeri 1 Batujajar
Plt Wakil Jaksa Agung Jadi Pemateri Kuliah Kerja Profesi Sespimto Polri 2026
OJK Hormati Putusan KPPU Terkait Dugaan Pelanggaran Suku Bunga Pinjaman Online
KY Buka Seleksi Calon Hakim Agung 2026
Lantik Tiga Kajari, Kajati Jabar: Kedepankan Sifat dan Sikap yang Mencerminkan Integritas
PAM SDO Kejati Jabar Amankan Dirdik Jampidsus Gadungan di Kabupaten Bogor
Ramadan Penuh Berkah, Kejaksaan Bersama PERSAJA Gelar Mudik Gratis 2026
Perkuat Solidaritas dan Integritas, Kejari Jakarta Pusat Gelar Tausiah dan Buka Pusat Bersama
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 17:44 WIB

Kejati Jabar Sosialisasi Hukum Melalui JMS di SMA Negeri 1 Batujajar

Rabu, 1 April 2026 - 17:42 WIB

Plt Wakil Jaksa Agung Jadi Pemateri Kuliah Kerja Profesi Sespimto Polri 2026

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:11 WIB

OJK Hormati Putusan KPPU Terkait Dugaan Pelanggaran Suku Bunga Pinjaman Online

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:11 WIB

KY Buka Seleksi Calon Hakim Agung 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:37 WIB

Lantik Tiga Kajari, Kajati Jabar: Kedepankan Sifat dan Sikap yang Mencerminkan Integritas

Berita Terbaru

Berita

KY Buka Seleksi Calon Hakim Agung 2026

Sabtu, 28 Mar 2026 - 17:11 WIB