Polda Metro Jaya Perlu Membentuk Tim Mafia Bangunan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Februari 2024 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polda Metro jaya perlu membentuk Tim Mafia Bangunan

Polda Metro jaya perlu membentuk Tim Mafia Bangunan

PIJARJAKARTA | Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pijar, Madsanih Manong, telah mengajukan permintaan kepada Polda Metro Jaya untuk membentuk sebuah tim satuan tugas (satgas) Anti Mafia Bangunan. Permintaan ini didasarkan pada kekhawatiran akan meningkatnya jumlah bangunan bermasalah di Jakarta yang terlewatkan untuk ditindak secara tegas oleh oknum yang mencari keuntungan.

“Dengan kehadiran satgas ini, kami berharap bahwa beberapa kasus pelanggaran bangunan di Jakarta yang melibatkan mafia bangunan dapat terungkap,” ujar Madsanih di kantornya di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada hari Jumat (9/2/2024).

Madsanih menilai bahwa meningkatnya jumlah bangunan bermasalah, terutama di Jakarta Barat, tidak terlepas dari campur tangan oknum pejabat dan makelar bangunan.

Baca Juga :  Fantasis, Nilai Uang Korupsi Mensos Juliari yang Disita KPK

“Mereka bekerjasama dengan pemilik bangunan dengan dalih untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi pemilik bangunan yang melanggar peraturan dan ketentuan,” tegas Madsanih.

Salah satu contohnya adalah puluhan bangunan gudang yang dibangun di Jalan Prepedan, Kelurahan Kalideres, Kalideres, Jakarta Barat. Madsanih mencurigai bahwa pembangunan bangunan tersebut melampaui batas luas yang diizinkan.

“Hal ini harus diteliti secara menyeluruh, terutama dalam konteks lingkungan. Hanya satu spanduk IMB yang terpasang, namun pembangunannya jauh melampaui apa yang tercantum dalam spanduk tersebut,” jelasnya.

Oleh karena itu, Madsanih berharap akan ada penegakan hukum yang tegas, terutama dari aparat kejaksaan dan kepolisian Polda Metro Jaya, karena praktek-praktek ini dapat mengarah pada korupsi yang merugikan masyarakat Jakarta.

Baca Juga :  IPW Sebut Ada Gagasan Satu Paket Pengganti Kapolri dan Wakapolri

Setiap pejabat pemerintah yang berwenang dilarang keras untuk mengeluarkan persetujuan terhadap kegiatan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang. Tindakan tersebut diancam dengan Pasal 17 angka 36 Perppu Cipta Kerja yang mengubah Pasal 73 UU Tata Ruang, yang mengatur bahwa setiap pejabat pemerintah yang berwenang mengeluarkan persetujuan terhadap kegiatan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dapat dikenai pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal Rp500 juta. Selain sanksi pidana, pelaku juga dapat diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya. [ary]

Berita Terkait

Febrie Adriansyah Didakwa Bersama-sama dengan Ferry Boboho Memeras Tan Kian
Kejati Kaltara Tahan Dua Tersangka Korupsi Kredit Investasi Bank BRI Agroniaga kepada PT SSP
Satgas PKH Kembali Serahkan Rp13,2 Triliun ke Kas Negara dan Masuk Tahap VIII
Saksi Tata Sugianto: Permintaan Ganti Rugi Rp350 Juta Disampaikan Bangun Paulus pada Pertemuan di Puri Mall
Berkas Perkara Lengkap, Dadan Hindayana Dkk Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Pusat
Kredit Fiktif Bank BRI, Maria Lastry Gultom Divonis 8 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp122 Miliar
Merasa Takut dan Terpaksa, Saksi Vinsen Akui Transfer Total Rp80 Juta ke Bangun Paulus Tudungta
Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel, Kejagung Tangkap Mantan Sekjen ESDM Teguh Pamudji

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Febrie Adriansyah Didakwa Bersama-sama dengan Ferry Boboho Memeras Tan Kian

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Kejati Kaltara Tahan Dua Tersangka Korupsi Kredit Investasi Bank BRI Agroniaga kepada PT SSP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Satgas PKH Kembali Serahkan Rp13,2 Triliun ke Kas Negara dan Masuk Tahap VIII

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Saksi Tata Sugianto: Permintaan Ganti Rugi Rp350 Juta Disampaikan Bangun Paulus pada Pertemuan di Puri Mall

Selasa, 29 September 2026 - 20:58 WIB

Berkas Perkara Lengkap, Dadan Hindayana Dkk Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Pusat

Berita Terbaru