PIJARJAKARTA | Pemprov Jatim kembali menyelenggarakan Festival Mangrove ke-4 di Hutan Mangrove Pancer Cengkrong Kabupaten Trenggalek, Sabtu (27/5/2023).
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui akun media sosial Instagram pribadinya, Minggu (28/5/2023).
Khofifah mengatakan, gelaran di kawasan pesisir ini sengaja dihelat secara merata di Jatim guna mendorong perbaikan ekosistem mangrove, memaksimalkan hilirisasi mangrove dan meningkatkan perekonomian masyarakat Jawa Timur.
“Mari bersama merawat ekosistem dan daya dukung alam dan lingkungan untuk mendukung upaya pengurangan emisi gas dan Net Zero Emisson 2060,” ujar Khofifah.
Khofifah menyebutkan, di Festival Mangrove kali ini kami menanam mangrove dengan jenis Pidada atau Sonneratia, kami juga melakukan susur sungai untuk melalukan cek vegetasi kawasan mangrove serta melakukan pelepasliaran 23.000 ekor udang dan 527 ekor ikan bandeng.
Juga turut dilakukan pelepasliaran beberapa jenis burung diantaranya Burung pleci 200 ekor, prenjak 4 ekor, tekukur 50 ekor, dari BKSDA Jatim dan Perkutut 58 ekor Pleci 58 ekor, Peking manyar 120 ekor, Peking Kaji 58 ekor dari Dinas ESDM Prov Jatim.
Untuk diketahui, tutur Khofifah, total luasan hutan mangrove Pancer Cengkrong yang tertera pasa Peraturan Desa (Perdes) ialah 37,2 hektar. Sedangkan total luaaan seluruh hutan mangrove adalah lebih dari 170,8 hektar.
“Dengan luasan tersebut. Hutan Mangrove Pancer Cengkrong ini memiliki total 40 jenis mangrove dengan 17 jenis mangrove yang tumbuh dominan,” demikian tutup Khofifah. [ary]









