PKS: Apa Prestasi Jokowi untuk Petani?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Maret 2023 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJARJAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) baru saja mengeluarkan HET gabah terbaru setelah dikritik aktivis petani beberapa waktu lalu. Di momen panen raya petani, pemerintah menggulirkan isu akan mengimpor beras sebanyak 500.000 ton.

“Benar-benar sengsara nasib petani kita. Selfi-selfi Presiden dan Menhan serta Gubernur bukti mereka gak memahami nasib petani,” ujar Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPP PKS Riyono.

Riyono lanjut memaparkan kondisi petani berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 lalu yang menunjukkan kecilnya pendapatan petani yang didominasi petani kecil.

“Catatan Badan Pusat Statistik (BPS, 2021) membeberkan data survei terintegrasi pertanian Deputi Bidang Statistik Produksi BPS. Muhammad Habibullah mengungkapkan 72,19 persen petani di Indonesia merupakan petani skala kecil dengan rata-rata pendapatan bersih sebesar Rp5,23 juta dalam setahun”.

Baca Juga :  Anies Baswedan Silaturahim ke Ponpes Luhur Al-Tsaqafah

Terhitung pendapatan petani Rp435.833 per bulannya dan rata-rata per harinya adalah sebesar Rp14.527. Angka tersebut jauh berada di bawah garis besar kemiskinan, yakni pendapatan Rp535.547 per bulan atau sekitar Rp17.851 per hari.

“Apa Presiden dan para pembantunya tidak tau data ini? Bisa apa petani hidup dengan uang 17.851? Bisanya hanya untuk beli beras 1 kg dan minyak 0.5 kg. Trus mau makan sama lauk apa?” tanya Riyono.

Sedangkan rata-rata pendapatan bersih dari petani skala besar adalah Rp22,98 juta dalam setahun, Rp1.909.000 per bulan, atau sekitar Rp63.000 per harinya.

Menurut Riyono, sesungguhnya juga miris nasib mereka. Hidup dengan uang Rp63.000 bersama satu keluarga sangat tidak layak untuk bisa dikatakan terpenuhi gizi mereka.

Baca Juga :  Anies Baswedan Silaturahmi ke Pondok Pesantren Al Ihsan Sampang

Nasib petani benar-benar terpuruk selama tujuh tahun terakhir. BPS pada 2017 mencatat pendapatan petani sebesar Rp4,95 juta per musim tanam per hektare (Ha) atau sekitar Rp1,25 juta per bulan. Perhitungan ini mungkin terdapat margin error, bisa jadi pendapatan petani hanya 1 juta.

“Kalau 2017 pendapatan petani bisa 1 jutaan, sekarang 2023 hanya Rp435.000 berarti ada penurunan hampir 50 persen lebih. Artinya petani semakin menderita. Ini menjelaskan bahwa pembangunan pertanian di era Presiden Jokowi jauh dari harapan hadirkan kesejahteraan,” tambah Riyono.

“Menjadi pertanyaan kita semua, apa prestasi Presiden Jokowi selama membangun pertanian? Petani semakin miskin, pupuk sering langka, stop impor beras tidak mampu direalisasikan. Lalu apa Prestasi Presiden Jokowi?” tanya Riyono. [PKS/ary]

Berita Terkait

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi
Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI
DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2
Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai
Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat
Ketua MPR RI Bamsoet: MPR Akan Gelar Sidang Paripurna September 2024
HNW: Demi Keadilan, Harusnya Koreksi Juga Presidential Threshold 20 Persen
NasDem Siap Menggunakan Hak Konstitusional untuk Mengajukan Hak Angket

Berita Terkait

Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:49 WIB

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi

Rabu, 19 Maret 2025 - 09:14 WIB

Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI

Rabu, 12 Maret 2025 - 16:40 WIB

DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2

Senin, 10 Maret 2025 - 17:55 WIB

Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai

Jumat, 28 Februari 2025 - 08:28 WIB

Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat

Berita Terbaru