Menhan Prabowo Ingatkan Tugas Besar Jaga Perdamaian

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 24 November 2022 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR|JAKARTA – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima penetapan Indonesia sebagai House of commitee ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM) 2023 pada ADMM Retreat ADMM Plus ke-9 yang bertemakan “Solidarity for Harmonised Secuirity” di Siem Reap, Kamboja, Rabu (24/11/2022).

Saat menerima penetapan tersebut Menhan Prabowo menegaskan bahwa ADMM Plus telah terbukti menjadi mekanisme yang berguna dan efektif bagi negara-negara anggota ASEAN khususnya dalam pembangunan pertahanan masing-masing. Mekanisme ini telah dimanfaatkan sebagai ajang untuk bertemu, bertukar pandangan, bertukar pendapat, dan membangun komunikasi langsung, yang menguatkan bangunan konsensus, dan pemahaman yang dicapai oleh para pemimpin negara.

Baca Juga :  Perlindungan Hak Warga Negara Jadi Fokus dalam Pengaturan Transfer Data Lintas Batas

Dengan ini, ASEAN telah membuktikan mampu berkontribusi pada ekonomi dunia dan menunjukkan bahwa pendekatan ASEAN dalam menyelesaikan konflik dengan negosiasi untuk mencapai konsensus. “Kita mencapai apa yang diinginkan oleh rakyat kita yaitu mencapai perdamaian yang merupakan syarat untuk kemakmuran,” tegas Menhan Prabowo.

Menhan Prabowo kemudian mengapresiasi mitra dialog ASEAN, negara-negara plus, partisipasi mereka adalah bagian yang sangat penting dari relevansi dan kredibilitas ADMM. Situasi geopolitik yang dihadapi saat ini diyakini dapat dan harus diselesaikan dengan negosiasi, dengan pemahaman bahwa penggunaan kekuatan tidak dapat menyelesaikan konflik.

“Kita harus menyerukan semua negara untuk menghormati kepentingan semua pihak dalam konflik geopolitik. kita harus menghormati kepentingan semua pihak.”

Baca Juga :  Bagir Manan Ajak Pers Kampus Bangkit

Menhan Prabowo menegaskan bahwa perdamaian dan kemakmuran adalah kepentingan vital semua negara, bahwa seluruh negara saling berhubungan, saling membutuhkan. Oleh karena itu, ia menyerukan kepada semua anggota ASEAN dan negara mitra untuk melakukan upaya ekstra dalam memahami kepentingan dan kepedulian negara lain, bahwa seluruh bangsa memiliki tanggung jawab dan tugas besar untuk menjaga perdamaian.

“Hanya dengan menahan diri, kompromi, dan pengertian, kita dapat mewujudkan impian bangsa kita masing-masing mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan. Tidak akan ada kemakmuran tanpa kedamaian, oleh karena itu marilah kita makmur bersama.” [Kemhan/ary]

Berita Terkait

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini
MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia
Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling
Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI
Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure
Tingkatkan Sinergitas Antara Lembaga Penegak Hukum, Kejagung Gelar Tenis Meja Persahabatan dengan KPK
Jalin Kolaborasi Strategis Bagi Para Pelaku Industri Produk Bayi dan Mainan Anak, IBTE 2025 Gelar Pameran di JIExpo Kemayoran
Catatan Redaksi: Potret Buram Penegakan Hukum Indonesia Berdasarkan Kasus Viral

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Kamis, 10 September 2026 - 15:28 WIB

MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:56 WIB

Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:44 WIB

Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:07 WIB

Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure

Berita Terbaru