Kementerian Luar Negeri Gelar FGD Bahas Konvensi Kejahatan Siber

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 3 November 2022 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR-JAKARTA | Kejahatan dapat terjadi di mana saja, apa lagi dewasa ini pesatnya perkembangan teknologi membuka ruang kriminalitas juga terjadi di ruang siber. Merespons kondisi yang ada, saat ini Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tengah Menyusun draf Konvensi tentang Kejahatan Siber. Melalui Resolusi 74/247, Majelis Umum PBB telah memutuskan untuk menghadirkan the Ad Hoc Committee to Elaborate a Comprehensive International Convention on Countering the Use of Information and Communications Technologies for Criminal Purposes yang akan bertanggung jawab mengelaborasi susunan Konvensi Melawan Kejahatan Siber.

“Kita ketahui bersama dunia global sedang menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya perkembangan teknologi dan ruang siber yang semakin berkembang. Sering sekali perangkat hukum yang ada tertinggal dengan teknologi, sehingga menyulitkan kita menangani masalah hukum terkait penyalahgunaan teknologi dan penyalahgunaan ruang siber,” ujar Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Tri Tharyat, dalam sambutannya pada FGD Konvensi Kejahatan Siber PBB, Rabu (2/11/2022).

Padahal, eksistensi teknologi internet memberikan bantuan dalam berbagai pelaksanaan tugas sehari-hari. Namun tak dapat dipungkiri, tetap terjadinya berbagai macam kejahatan di ruang siber seperti pencurian data, penipuan melalui platform online, penyebaran hoaks, hingga aksi terorisme. “Merespons hal tersebut, kita harus lebih cepat tanggap dalam menghadapi perkembangan teknologi dibandingkan dengan teknologi yang menguasai kita,” kata dia.

Baca Juga :  TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Apalagi berdasarkan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), ditemukan fakta adanya sejumlah 210 juta penduduk di Indonesia tercatat sebagai pengguna aktif internet. Gesitnya teknologi informasi berkembang dari waktu ke waktu, menurutnya lantas menimbulkan tantangan bagi berbagai kalangan baik pemangku kepentingan, pengambil kebijakan, hingga aparatur penegak hukum agar tidak boleh ‘tertinggal kereta’ dengan semakin masif dan beraneka-ragamnya modus sindikat kriminal.

“Tantangan tidak hanya dihadapi Indonesia, tapi juga masyarakat internasional. Sekjen PBB berinisiasi pada tahun 2019 membentuk komite ad hoc yang bertugas membahas instrumen hukum internasional baru yang khusus menjawab tantangan dan ancaman ini. Dengan dibentuknya komite tersebut, terbuka kesempatan bagi kita untuk berkontribusi aktif dalam menyampaikan kepentingan nasional kita terkait kejahatan siber termasuk dalam proses drafting dan negosiasi konvensi,” ungkapnya.

Ia membeberkan tim pada Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) menjadikan proses penyusunan Konvensi Kejahatan Siber PBB sebagai salah satu prioritas kerja di tahun ini dan tahun mendatang. Untuk itu, Kemlu menggelar acara Focus Group Discussion di Hotel JS Luwansa dengan menghadirkan berbagai kementerian dan lembaga serta para pemangku kepentingan terkait di Jakarta.

Baca Juga :  Pandangan Otto Hasibuan Terkait Kasus Ferdy Sambo

Lebih lanjut, acara FGD yang dihadiri para perwakilan kementerian/lembaga negara, pakar, pengamat, praktisi, akademisi, serta berbagai undangan lainnya itu mengadakan tiga sesi diskusi. Pada sesi pertama, dibahas mengenai ‘Latar Belakang pembentukan Ad-Hoc Committee on Cybercrime‘ dan ‘Perkembangan Sesi Substantif Ad-Hoc Committee on Cybercrime‘.

Pada sesi kedua setelah jeda coffee break, dilanjut dengan pembahasan ‘Penegakan Hukum Kejahatan Siber di Indonesia’ dan ‘Peningkatan Kapasitas Apgakum dan Pencegahan dalam Menanggulangi Kejahatan Siber’. Usai ishoma, FGD sampai pada sesi ketiga diskusi pembahasan ‘Kerja sama internasional dalam Penanggulangan kejahatan Siber’ dan ‘Cyber-Enabled dan Cyber-Dependent Crimes‘.

“Agenda hari ini diharapkan dapat menjaring berbagai masukan dari para pemangku kepentingan, think-tank, praktisi, untuk menjawab tantangan terkini di Indonesia dan tentunya harapan yang akan kita sampaikan pada kesempatan negosiasi konvensi dimaksud. Saya yakin dengan kapasitas yang kita miliki, Pemerintah Indonesia akan menjadi pemain aktif dalam proses pembentukan konvensi ini. Karena bagaimanapun 2/3 dari penduduk Indonesia adalah pengguna internet yang aktif,” kata Tri.

Berita Terkait

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini
MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia
Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling
Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI
Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure
Tingkatkan Sinergitas Antara Lembaga Penegak Hukum, Kejagung Gelar Tenis Meja Persahabatan dengan KPK
Jalin Kolaborasi Strategis Bagi Para Pelaku Industri Produk Bayi dan Mainan Anak, IBTE 2025 Gelar Pameran di JIExpo Kemayoran
Catatan Redaksi: Potret Buram Penegakan Hukum Indonesia Berdasarkan Kasus Viral

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Kamis, 10 September 2026 - 15:28 WIB

MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:56 WIB

Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:44 WIB

Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:07 WIB

Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure

Berita Terbaru