6 Cara Firma Hukum Menghadapi Tantangan Resesi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Agustus 2022 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR-JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah berimbas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat dunia. Salah satu sektor yang sangat terdampak dari pandemi adalah sektor perekonomian. Hal itu berdampak pula pada industri jasa hukum yang harus bersiap menghadapi tantangan resesi. Meski resesi mengkhawatirkan, namun hal itu dapat menjadi peluang bagi firma hukum untuk terus bertahan dan berkembang. 

Keputusan dan tindakan yang baik dan tepat dapat membantu keberlangsungan law firm agar tetap bertahan dan berkembang di masa ekonomi yang sulit. Untuk itu, Legal Talk Network sebagaimana dikutip dari laman resminya menyajikan 6 cara bagi firma hukum mempersiapkan diri menghadapi resesi.

Pertama, melindungi cash flow dan basis pelanggan. Jika tidak ada arus masuk dan arus kas keluar yang sehat, maka firma akan dapat mengalami kegagalan. Untuk itu, meminimalisir pengeluaran menjadi kunci pengendalian cash flow. Termasuk menjaga hubungan positif dengan klien yang akan membantu mempertahankan dan mengembangkan eksistensi dari firma hukum.

Kedua, keberagaman penawaran firma hukum. Tentunya sebagai bagian industri jasa hukum, penting untuk memperhatikan seksama terkait layanan apa saja yang ditawarkan firma hukum dan bagaimana melakukan penawarannya. Dengan demikian, keberagaman dari penawaran firma hukum akan bisa membantu mengurangi risiko bisnis jika terjadi resesi.

Menurut Legal Talk Network itu, memperluas layanan ke audiens yang lebih besar, portofolio layanan, serta keberagaman kekuatan tenaga kerja akan baik dilakukan. Keberagaman yang dilakukan firma hukum akan dapat memberi lebih banyak lagi layanan dengan ragam cara yang dapat berimplikasi pada aliran pendapatan yang lebih besar.

Baca Juga :  Alasan MK Tolak Legalisasi Ganja untuk Kepentingan Medis

Ketiga, investasi terhadap teknologi yang tepat. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, perlu berpikir maju dan melakukan investasi dalam teknologi yang dirasa tepat bagi firma hukum. Pasalnya, dengan penggunaan teknologi yang tepat guna akan dapat menghemat uang, bekerja lebih efisien, melakukan pelayanan bagi klien lebih baik, dan bisa berfokus lebih terhadap aktivitas sehari-hari yang berkontribusi pada keuntungan firma hukum.

Keempat, menginvestasikan diri dan bisnis sendiri. Artinya, meski resesi menghadirkan tantangan namun juga membawa peluang ekonomi bagi para advokat dan firma hukum. Bagi firma hukum yang pandai, tentu resesi dapat dijadikan ladang menciptakan peluang meningkatkan akuisisi klien, inisiatif pemasaran yang lebih murah, segmen bisnis yang belum dimanfaatkan, dan pertumbuhan firma hukum yang lebih besar.

Kelima, memotong pengeluaran berlebihan. Meski mudah membenarkan keputusan untuk melakukan pemotongan biaya-biaya tertentu ketika terjadi krisis, namun jajaran pemimpin yang cerdas tentu memahami akan pentingnya membuat keputusan yang tidak gegabah. Perlu dilakukan analisis anggaran firma hukum untuk mengetahui letak kelebihan biaya secara ekonomis.

Melihat secara mendalam mengenai penghasilan bersih, pengeluaran tidak perlu, hingga cara meningkatkan top and bottom lines dirasa perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum dapat menentukan dengan lebih baik faktor apa yang menjadi kunci kinerja dan kesuksesan firma secara menyeluruh, serta faktor apa saja yang perlu dihilangkan.

Keenam, membangun recurring revenue model dan meningkatkan cadangan. Mereka melihat untuk mengendalikan masa depan firma hukum termasuk menghadapi resesi, tidak ada cara yang lebih baik selain memiliki bisnis yang menguntungkan dan sehat agar memiliki pendapatan rutin bulanan dan menghasilkan uang tunai. Margin keuntungan dan cash flow perlu dilacak untuk membangun cadangan.

Baca Juga :  Berlaku Mulai 6 Juni, Ini Aturan dan Lokasi Perluasan Ganjil Genap Baru

“Singkatnya, jangan buang resesi. Penurunan ekonomi tidak dapat dihindari, tetapi mengambil langkah yang tepat untuk mempersiapkan diri dengan baik dapat membantu praktik hukum Anda menjadi yang teratas selama masa resesi,” demikian konklusi Legal Talk Network melalui unggahannya, Rabu (29/6/2022).

Berkenaan dengan firma hukum yang menghadapi tantangan resesi, Soewito Suhardiman Eddymurthy Kardono (SSEK) Indonesian Legal Consultants yang telah berdiri sejak 1992 dan sudah melalui berbagai tantangan, seperti masa-masa krisis moneter, pandemi Covid-19, dan lain-lain. Namun, SSEK dapat terus bertahan dan eksis sampai sekarang.

Co-Founding Partner SSEK Indonesian Legal Consultants, Ira Andamara Eddymurthy, menjelaskan SSEK merasa bersyukur karena tetap dapat melakukan business as usual di kala pandemi meski tetap dengan melakukan penyesuaian dalam hal-hal tertentu. Dikutip dari Hukumonline, ia membagi sejumlah tips yang pernah dilakukan SSEK dalam mengatasi tantangan resesi.

“Kami mengedepankan komunikasi kepada para lawyers secara continue serta upgrade technology ability dan peralatan yang ada. Kemudian, tidak melupakan maintaining good relationship dengan klien dengan memberikan update atas peraturan perundang-undangan yang ada. Last but not least, retention dari para lawyers mengingat kompetisi yang semakin meningkat,” ungkap Ira melalui pesan singkatnya, Kamis (4/8/2022).

Berita Terkait

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini
MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia
Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling
Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI
Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure
Tingkatkan Sinergitas Antara Lembaga Penegak Hukum, Kejagung Gelar Tenis Meja Persahabatan dengan KPK
Jalin Kolaborasi Strategis Bagi Para Pelaku Industri Produk Bayi dan Mainan Anak, IBTE 2025 Gelar Pameran di JIExpo Kemayoran
Catatan Redaksi: Potret Buram Penegakan Hukum Indonesia Berdasarkan Kasus Viral

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Kamis, 10 September 2026 - 15:28 WIB

MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:56 WIB

Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:44 WIB

Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:07 WIB

Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure

Berita Terbaru