Proyek Pipa Gas Kalimantan-Jawa Bakrie Mangkrak

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 September 2017 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR | Jakarta – Proyek pembangunan pipa transmisi gas Kalimantan-Jawa (Kalija) II terancam tidak dilanjutkan. Penyebabnya proyek pipa yang dimenangkan PT Bakrie & Brothers Tbk pada 2006 itu hingga kini belum mendapatkan kepastian pembeli.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir (BPH Migas) Jugi Prajogio mengatakan pihaknya sudah berupaya mencari pembeli dengan mengundang perwakilan dari PT Pertamina (Persero), PT PGN, dan PT PLN. Tujuannya untuk mengetahui kebutuhan gas dari tiga perusahaan pelat merah itu.

Namun, dari hasil perhitungan kasar, kebutuhan gas masing-masing perusahaan sudah tercukupi. Alhasil mereka belum berencana menambah pasokan melalui pipa Kalija II. Di sisi lain, kebutuhan gas di Pulau Jawa juga masih bisa tercukupi dengan yang ada saat ini.

“Semakin tipis peluangnya. Kalau menurut saya pribadi agak berat (proyek dilanjutkan),” kata Jugi di Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Selain pembeli, kendala pengembangan proyek Kalija II adalah belum adanya pasokan gas. Apalagi pipa yang memanjang dari Bontang hingga Semarang itu memiliki kapasitas pipanya cukup besar, yakni 1.000 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Baca Juga :  Aturan Isi Ulang e-Money Dimodifikasi

Untuk memutuskan nasib proyek yang sudah mangkrak 11 tahun ini, BPH Migas akan mengundang pihak Bakrie pada 2 Oktober mendatang. Tujuannya menjelaskan tindaklanjut dari proyek pipa Kalija II. “Nanti komite akan bersikap dari hasil paparan Bakrie,” kata Jogi.

Apabila proyek itu tidak dilanjutkan, maka pemerintah akan melelang ulang. Opsi itu dilakukan setelah sumber gas dan pembelinya tersedia.

Selain Kalija II, sebenarya ada proyek pipa yang sudah mangkrak hampir 11 tahun yakni pipa transmisi Cirebon-Semarang. Namun, nasib proyek itu lebih beruntung dari Kalija II dan berpeluang untuk dikerjakan.

Baca Juga :  Dialog Tripartit Sebagai Upaya Penetapan Kenaikan Upah Minimum

Peluang itu ada karena pipa sepanjang 682 km tersebut berada di darat dan bisa dikoneksikan dengan jaringan lainnya yang ada di Jawa. Selain itu pipa tersebut menjangkau kawasan Jawa Barat yang ramai dihuni industri.

Menurut Jugi, pasokan gas untuk pipa Cirebon-Semarang ini kemungkinan besar berasal dari Jambaran Tiung Biru di Blok Cepu. “Tanggal 18 September 2017, Rekayasa Industri presentasi. Kalau Cirebon-Semarang, menurut saya pribadi masih lebih mudah dikerjakan,” kata dia.

Direktur Strategi Development and Risk Management Rekind Yanuar Budinorman pernah mengatakan pihaknya menargetkan pembeli gas dari proyek tersebut mampu menyerap volume gas dengan total 250 mmscfd, meskipun proyek pipa itu didesain dengan kapasitas 450-500 mmscfd.

Berita Terkait

BRI Branch Office Radio Dalam Dorong Transaksi Cashless dengan Promo Cashback 30 Persen
Beri Kemudahan Bagi Masyarakat, PLN Hadirkan Promo Diskon 50 Persen Biaya Tambah Daya Listrik
Menpar Dukung BRI Wellness Experience 2026 Perkuat Ekosistem Wellness Tourism Indonesia
Restrukturisasi BUMN Karya untuk Perkuat Infrastruktur Nasional
Perbanas: Konsistensi Pemerintah Jadi Penentu Optimisme Investor dan Pelaku Usaha
Koordinasi Kebijakan Dorong Rupiah Menguat, Bank Mandiri Soroti Rebound IHSG
Geotermal untuk Masa Depan Energi Nasional, Namun Investasi Belum Menarik
ICC Immersion Buka Jejaring Internasional Pegiat Ekraf Indonesia-Prancis

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:49 WIB

BRI Branch Office Radio Dalam Dorong Transaksi Cashless dengan Promo Cashback 30 Persen

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:47 WIB

Beri Kemudahan Bagi Masyarakat, PLN Hadirkan Promo Diskon 50 Persen Biaya Tambah Daya Listrik

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:31 WIB

Menpar Dukung BRI Wellness Experience 2026 Perkuat Ekosistem Wellness Tourism Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:29 WIB

Restrukturisasi BUMN Karya untuk Perkuat Infrastruktur Nasional

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:21 WIB

Perbanas: Konsistensi Pemerintah Jadi Penentu Optimisme Investor dan Pelaku Usaha

Berita Terbaru