Prabowo Setujui Tim Reformasi Polri Usai Bertemu Tokoh GNB

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 September 2025 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) meminta Presiden Prabowo Subianto membebaskan para mahasiswa hingga pelajar yang sampai kini masih ditahan kepolisian sejak demo pada Senin (25/8/2025) sampai akhir Agustus 2025.

Tokoh bangsa yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) meminta Presiden Prabowo Subianto membebaskan para mahasiswa hingga pelajar yang sampai kini masih ditahan kepolisian sejak demo pada Senin (25/8/2025) sampai akhir Agustus 2025.

PijarJakarta.Info – Presiden Prabowo Subianto resmi menyetujui pembentukan tim atau komisi reformasi kepolisian. Keputusan ini diambil setelah pertemuan intensif dengan tokoh-tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/9/2025).

Pertemuan berlangsung selama tiga jam, sejak pukul 16.30 WIB hingga 19.55 WIB. Sejumlah tokoh nasional hadir, di antaranya:

  • Sinta Nuriyah Wahid (istri Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid),

  • Lukman Hakim Saifuddin (eks Menteri Agama),

  • Quraish Shihab,

  • Frans Magnis Suseno,

  • Omi Komaria Nurcholish Madjid,

  • Komaruddin Hidayat,

  • serta Laode Syarif.

Menurut eks Ketua Umum PGI Gomar Gultom, usulan evaluasi dan reformasi kepolisian yang disampaikan GNB mendapat sambutan baik dari Presiden.

Baca Juga :  Jaksa Agung Lantik Dr Sutikno Sebagai Kajati DKJ Bersama 33 Pejabat Eselon II

“Disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa perlunya evaluasi dan reformasi kepolisian. Hal ini disambut oleh Pak Presiden yang akan segera membentuk tim atau komisi reformasi kepolisian,” ujar Gomar.

Ia menambahkan, rencana pembentukan tim ini sejalan dengan konsep yang sudah disiapkan Presiden Prabowo. Dengan kata lain, gagasan para tokoh masyarakat dan visi presiden saling menguatkan.

Selain reformasi kepolisian, Presiden Prabowo juga menyetujui pembentukan tim investigasi independen pascademo. Hal ini disampaikan oleh Lukman Hakim, yang menegaskan bahwa presiden menanggapi serius tuntutan rakyat, termasuk 17+8 poin aspirasi mahasiswa dan masyarakat sipil.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Raih Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Jokowi

“Apa yang kami sampaikan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Bahkan beliau membahas secara detail satu persatu poin yang kami sampaikan,” kata Lukman.

Pembentukan tim reformasi kepolisian dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme Polri. Isu mengenai penegakan hukum, hak asasi manusia, dan kebebasan sipil menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut.

Dengan persetujuan Presiden Prabowo, publik menaruh harapan besar agar reformasi kepolisian benar-benar berjalan, bukan hanya sekadar wacana.

Berita Terkait

Berkas Perkara Telah Terkirim Namun Nomor Registrasi Belum Terbit, Begini Penjelasan MA
Dirjen Badilum Pantau Tingkat Disiplin dan Kinerja Aparatur Peradilan
Tagline Baru “Polisi Bersama Masyarakat” Semangat yang Harus Diwujudkan dalam Pelaksanaan Tugas
BPA Kejaksaan RI Hadir dalam Pertemuan ke-11 ARIN AP di New Delhi
Lantik Tiga Kajari, Kajati DKJ: Lanjutkan Program Kerja yang Telah Berjalan Optimal
Penolakan Revitalisasi Tambak di Pantura, KOPAAAS: Audit Keuangan dan Aset WALHI
Sukses Gelar Lelang Serentak pada 365 Satker se-Indonesia, BPA Kejaksaan Pecahkan Rekor MURI
Kajati Sultra: Aset Daerah Harus Tertib, Aman dan Berkepastian Hukum

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Berkas Perkara Telah Terkirim Namun Nomor Registrasi Belum Terbit, Begini Penjelasan MA

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Dirjen Badilum Pantau Tingkat Disiplin dan Kinerja Aparatur Peradilan

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Tagline Baru “Polisi Bersama Masyarakat” Semangat yang Harus Diwujudkan dalam Pelaksanaan Tugas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:34 WIB

BPA Kejaksaan RI Hadir dalam Pertemuan ke-11 ARIN AP di New Delhi

Selasa, 29 September 2026 - 20:57 WIB

Lantik Tiga Kajari, Kajati DKJ: Lanjutkan Program Kerja yang Telah Berjalan Optimal

Berita Terbaru