Pemerintah Tambah Alokasi Pupuk Subsidi Jadi 9,55 Juta Ton

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Februari 2024 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Tambah Alokasi Pupuk Subsidi Jadi 9,55 Juta Ton

Pemerintah Tambah Alokasi Pupuk Subsidi Jadi 9,55 Juta Ton

PIJARJAKARTA | Pemerintah memutuskan untuk menaikkan kuantum pupuk pada anggaran tahun 2024 dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton.

Hal tersebut disampaikan Amran usai mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/2/2024).

“Diputuskan dalam ratas, atas arahan Bapak Presiden, keputusan Bapak Presiden jumlah kuantum pupuk dari anggarannya tahun 2024 4,7 juta ton dinaikkan menjadi 9,55 juta ton tahun 2024,” ujar Amran.

Dengan adanya penambahan ini, kata Mentan, para petani tak perlu risau akan ketersediaan pupuk karena saat ini dalam kondisi cukup. Ia pun berharap agar petani dapat fokus untuk meningkatkan produktivitas guna mewujudkan swasembada pangan.

Baca Juga :  Kejati Riau Gelar FGD: Tingkatkan Kapasitas Jaksa dalam Penanganan Perkara Tipikor dan Penerapan KUHP Baru

“Ini kabar baik, kabar untuk petani, seluruh petani Indonesia. Insyaallah petani tidak usah lagi risau, khawatir dengan pupuk,” ujarnya.

Terkait ketersediaan beras, Mentan memperkirakan akan ada penambahan pasokan seiring dengan panen raya pada beberapa bulan mendatang.

“Tanaman kita di bulan Desember, Januari, Februari itu kurang lebih di atas satu juta hektare. Artinya apa? Produksinya itu 3,5 juta ton diperkirakan di bulan Maret, kemudian bulan April dan Mei itu di atas daripada kebutuhan, jadi insyaallah aman,” ujarnya.

Baca Juga :  Menhan Prabowo Resmikan 16 Sumur Air Bersih di Maluku Barat Daya

Amran menegaskan, pihaknya juga terus berupaya untuk mengurangi dampak dari El Nino terhadap sektor pertanian.

“Kita melakukan akselerasi tanam dengan melakukan pompanisasi di Pulau Jawa, memompa air sungai yang ada, seperti Jawa timur, Sungai Bengawan Solo, Cimanuk dan seterusnya, kita pompa ke sawah-sawah, upland, sawah-sawah tadah hujan itu kita pompa naik. Itu strategi untuk memitigasi risiko El Nino. Kemudian, yang kedua adalah kita optimalisasi lahan rawa yang IP-nya itu hanya satu kali, kita jadikan dua kali dan tiga kali,” tandasnya. [Setkab/ary]

Berita Terkait

PELNI Kirim 15 Kontainer Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera
Pelantikan ABPEDNAS, Mendes Yandri: Tingkatkan SDM untuk Pembangunan Desa
Gakkumdu Award 2025, Menguatkan Kolaborasi dalam Penegakan Hukum Pemilu
Terima Kunjungan Duta Pelajar Sadar Hukum, Jaksa Agung Apresiasi Kejati dan Pemprov Kaltim
Rakerda Tahun 2025, Kajati Sumut Berikan Apresiasi kepada Satker Berprestasi
Rakerda Tahun 2025, Kejari Kabupaten Bogor Peringkat 3 Terbaik se-Jawa Barat
Hakordia 2025, Ini Capaian Kinerja Pidsus dan Datun Kejari Jakarta Utara
Kejati dan Pemprov Kaltim Teken MoU terkait Penerapan Pidana Kerja Sosial
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 15:19 WIB

PELNI Kirim 15 Kontainer Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:29 WIB

Pelantikan ABPEDNAS, Mendes Yandri: Tingkatkan SDM untuk Pembangunan Desa

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:09 WIB

Terima Kunjungan Duta Pelajar Sadar Hukum, Jaksa Agung Apresiasi Kejati dan Pemprov Kaltim

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:09 WIB

Rakerda Tahun 2025, Kajati Sumut Berikan Apresiasi kepada Satker Berprestasi

Rabu, 10 Desember 2025 - 21:36 WIB

Rakerda Tahun 2025, Kejari Kabupaten Bogor Peringkat 3 Terbaik se-Jawa Barat

Berita Terbaru