MUI Harap Pemilu 2024 Hadirkan Kemaslahatan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Januari 2024 - 04:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MUI Harap Pemilu 2024 Hadirkan Kemaslahatan

MUI Harap Pemilu 2024 Hadirkan Kemaslahatan

PIJARJAKARTA | Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang tinggal menghitung hari. Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan menyampaikan harapan agar Pemilu 2024 menghadirkan kemaslahatan.

Buya Amirsyah menjelaskan, kemaslahatan tersebut untuk mendatangkan manfaat antara lain berupa kebaikan, keselamatan, kedamaian, dan keharmonisan.

Sehingga, kata Buya Amirsyah, Pemilu 2024 bukan hanya menghasilkan pemimpin yang lebih baik, tetapi juga menghasilkan kemaslahatan untuk umat dan bangsa.

“Maslahat adalah sesuatu yang mendatangkan faedah, manfaat berupa kebaikan, keselamatan, kedamaian, keharmonisan agar terhindar dari anarkisme, kekerasan dan bentuk lainnya,” ujarnya, Kamis (4/1/2024).

Lebih lanjut, Buya Amirsyah menerangkan, Pemilu bagi bangsa Indonesia harus bermartabat. Buya Amirsyah menukil Ketua Umum PP Muhamadiyah Haidar Nashir yang menyebut bahwa Pemilu bermartabat dan nilai utama yakni hidup subur dalam nilai Pancasila, agama dan kebudayaan luhur bangsa.

“Ketiganya menjadi patokan berperilaku yang penting dan bermakna agar bangsa ini selalu berada di jalan benar, baik dan pantas. Sebaliknya tidak terjerumus pada jalan salah, buruk, dan tidak patut,” kata Buya Amirsyah menukil pernyataan Haidar Nashir.

Baca Juga :  Aksi Perundungan Marak, Fahira Idris: Kita Belum Punya Blueprint Mencegahnya

Catatan Buya Amirsyah dalam Proses Pemilu 2024

Dalam proses Pemilu 2024 baik eksekutif maupun legislatif yang telah berjalan ini. Buya Amirsyah menyampaikan sejumlah catatannya di antaranya:

Pertama, menurut Buya Amisryah, pasangan calon belum siap kalah, karena hanya siap menang.

Kedua, para pendukung pasangan calon terlalu fanatik dalam mendukung pasangan calonnya.

Ketiga, penurunan nilai demokrasi lebih kepada prosedural, dan mengabaikan substansial.

Keempat, penyelenggaraan Pemilu 2024 belum sepenuhnya konsisten menjalankan regulasi, peraturan, dan perundangan-undangan.

“Kelima, institusi negara termasuk organisasi kemasyarakatan seperti MUI, NU, Muhamadiyah rentan ditarik kearah politik praktis untuk mendulung paslon tertentu,” jelasnya.

Dari catatan tersebut, Buya Amirsyah menilai, diperlukan kesadaran bersama (kolektif) agar kompak dan bersatu untuk mewujudkan pemilu yang maslahat.

Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Muhamadiyah Jakarta ini mendorong lima upaya untuk mewujudkan Pemilu 2024 yang maslahat sebagaimana berikut:

Baca Juga :  PKS: Negara Jangan Jadi Instrumen Big Pharma

Pertama, masing-masing Paslon tidak hanya siap menang, tapi harus siap kalah, karena dibalik kekalahan paslon, terdapat kemenangan rakyat untuk kedaulatan umat dan bangsa.

Kedua, para pendukung Paslon dengan wajar sehingga todak berlebihan (mubazzir). Sikap berlebihan akan melahirkan panatisme yang berlebihan, karena itu berpolitik seadanya, berteman selamanya. Artinya dengan pilihan beda, tapi ukhuwah (islamiyah, basyariah dan wathaniyah) bukan pilihan, akan tetapi wajib untuk di amalkan semua pihak agar terwujud kemenangan umat dan bangsa.

Ketiga, sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia harus dapat mewujudkan demokrasi dari prosedural menuju substansial yakni penyelenggaraan Pemilu yang menjalankan prosedur secara jujur dan adil (jurdil), damai dan bermartabat.

Keempat, regulasi pemilu yang dipersiapkan harus dilaksanakan secara konsisten untuk mewujudkan pemilu maslahat yang bermartabat.

Kelima, pentingnya memiliki kesadaran bersama untuk bersikap netral, terutama Lembaga Negara, penyelenggara Pemilu dan sejumlah Ormas seperti NU, Muhammadiyah sehingga dapat mewujudkan Pemilu maslahat yang bermartabat. Semoga. [MUI/ary]

Berita Terkait

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi
Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI
DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2
Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai
Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat
Ketua MPR RI Bamsoet: MPR Akan Gelar Sidang Paripurna September 2024
HNW: Demi Keadilan, Harusnya Koreksi Juga Presidential Threshold 20 Persen
NasDem Siap Menggunakan Hak Konstitusional untuk Mengajukan Hak Angket

Berita Terkait

Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:49 WIB

Haidar Alwi: Politik Butuh Nilai, Bukan Sekadar Strategi

Rabu, 19 Maret 2025 - 09:14 WIB

Dasco dan Komisi I Terima Koalisi Masyarakat Sipil, Bahas RUU TNI

Rabu, 12 Maret 2025 - 16:40 WIB

DPRD DKI Jakarta Gelar Rapat Paripurna Hasil Reses ke-2

Senin, 10 Maret 2025 - 17:55 WIB

Ketum PBB Gugum Ridho Minta Pengurus Menjadi Penopang dan Penjaga Partai

Jumat, 28 Februari 2025 - 08:28 WIB

Anggota Komisi III DPR Bamsoet: Pemberantasan Korupsi Minim Progres, Kerugian Negara Terus Meningkat

Berita Terbaru