Karena Corona Pendapatan DKI Berkurang

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2020 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR|JAKARTA – Virus corona dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan pukulan terhadap APBD DKI Jakarta. Mengapa? Karena virus tersebut pendapatan turun dari Rp87,9 triliun menjadi tinggal Rp47,2 triliun.

Menurut Gubernur Anies, penurunan pendapatan tersebut salah satunya disebabkan oleh penerimaan pendapatan yang seret. Catatannya, virus corona akan membuat penerimaan pajak di DKI Jakarta akan turun dari Rp50,17 triliun menjadi tinggal Rp22,5 triliun.

“Belum pernah di dalam sejarah Pemprov DKI Jakarta, kami mengalami penurunan pendapatan sebesar ini, lebih dari Rp40 triliun,” tutur Anies melalui video, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga :  Rakor Bidang Polkam KADIN Indonesia Matangkan Rencana Revisi UU No. 1 Tahun 1987 Tentang KADIN Indonesia

Lebih lanjut Anies menyampaikan, karena kondisi itulah Pemerintah Daerah DKI Jakarta memutar otak dengan merelokasi anggaran. Menurutnya, tidak ada pilihan lain yang bisa ditempuh pihaknya selain langkah tersebut.

“Dalam kondisi pendapatan yang berkurang separuh, kami harus lakukan realokasi, pengurangan berbagai anggaran di berbagai sektor,” jelas dia.

Mata anggaran yang berpotensi direlokasi, sebut dia adalah belanja langsung dan tidak langsung. Anggaran tersebut nantinya akan dipangkas besar-besaran.

Baca Juga :  Tinjau Pasar Induk, Gubernur Pramono Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil

Upaya tersebut dilakukan karena pihaknya membutuhkan anggaran besar untuk menangani dampak virus corona. Pasalnya, anggaran penanganan yang semulai diperkirakan hanya akan mencapai Rp188 triliun, kini telah membengkak menjadi Rp5 triliun.

Meskipun melakukan pemangkasan besar-besaran, Anies memastikan dirinya akan tetap mempertahankan anggaran sebesar Rp4,8 triliun untuk bantuan masyarakat miskin.

“Program yang terkait dengan bantuan rakyat prasejahtera akan tetap dipertahankan. Anggaran Rp4,8 triliun untuk rakyat sejahtera tidak diubah,” pungkas Anies. [ivan]

Berita Terkait

BRI Branch Office Radio Dalam Dorong Transaksi Cashless dengan Promo Cashback 30 Persen
Beri Kemudahan Bagi Masyarakat, PLN Hadirkan Promo Diskon 50 Persen Biaya Tambah Daya Listrik
Menpar Dukung BRI Wellness Experience 2026 Perkuat Ekosistem Wellness Tourism Indonesia
Restrukturisasi BUMN Karya untuk Perkuat Infrastruktur Nasional
Perbanas: Konsistensi Pemerintah Jadi Penentu Optimisme Investor dan Pelaku Usaha
Koordinasi Kebijakan Dorong Rupiah Menguat, Bank Mandiri Soroti Rebound IHSG
Geotermal untuk Masa Depan Energi Nasional, Namun Investasi Belum Menarik
ICC Immersion Buka Jejaring Internasional Pegiat Ekraf Indonesia-Prancis

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:49 WIB

BRI Branch Office Radio Dalam Dorong Transaksi Cashless dengan Promo Cashback 30 Persen

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:47 WIB

Beri Kemudahan Bagi Masyarakat, PLN Hadirkan Promo Diskon 50 Persen Biaya Tambah Daya Listrik

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:31 WIB

Menpar Dukung BRI Wellness Experience 2026 Perkuat Ekosistem Wellness Tourism Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:29 WIB

Restrukturisasi BUMN Karya untuk Perkuat Infrastruktur Nasional

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:21 WIB

Perbanas: Konsistensi Pemerintah Jadi Penentu Optimisme Investor dan Pelaku Usaha

Berita Terbaru