Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terus Dimonitor, Menhub Dudy: Keselamatan yang Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pijarjakarta.info — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan, keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu operasional transportasi, termasuk penerbangan di sejumlah wilayah.

Menhub Dudy menyampaikan bahwa langkah penghentian sementara atau penutupan operasional bandar udara dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi apabila kondisi abu vulkanik dinilai dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

“Apabila memang seperti tadi, masa sebaran masih banyak, kemudian paper test-nya masih positif, maka kami tidak akan memaksakan bandara tersebut dibuka atau pengoperasian pesawat dilakukan,” ujar Menhub Dudy saat memantau langsung Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (6/9/2026).

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan penyebaran abu vulkanik, termasuk dampaknya terhadap ruang udara dan operasional bandar udara.

Berdasarkan NOTAM A3348/26, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pada 6 September 2026 pukul 13.23–17.30 WIB (EST) akibat sebaran volcanic ash Gunung Krakatau. NOTAM ini menggantikan Notam A3346/26. Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan menyusul adanya indikasi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Penutupan serupa juga dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Terima Hibah Monumen Plaza Soekarno

Dari penutupan tersebut, diketahui lebih kurang 150.000 penumpang tertahan, di mana ada 467 penerbangan yang terdampak, terdiri dari 58 penerbangan internasional dan 409 penerbangan domestik.

Menhub Dudy meminta seluruh operator penerbangan mengutamakan keselamatan dalam setiap pengambilan keputusan operasional, serta menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat.

Di sisi lain, Menhub menegaskan meskipun terjadi gangguan operasional akibat kondisi alam, pelayanan terhadap penumpang tetap harus menjadi perhatian utama.

Maskapai penerbangan diminta memberikan informasi yang jelas kepada penumpang terkait perubahan jadwal, pembatalan maupun pengalihan penerbangan, serta memastikan hak-hak penumpang dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menhub juga membuka kemungkinan pengalihan penerbangan ke bandara lain seperti ke Kertajati, Semarang, Surabaya, serta Yogyakarta.

“Airlines untuk segera menyampaikan kepada para penumpang supaya mereka tidak menunggu terlalu lama. Mengingat kondisinya juga belum bisa kita prediksi sampai kapan. Yang paling penting bahwa hak-hak mereka untuk pengembalian tiket itu harus dijamin oleh para airlines supaya mereka tidak menunggu,” katanya.

Dudy juga menjelaskan, karena memang ada banyak penumpang yang masih berharap bahwa mereka masih bisa terbang. Namun dengan kondisi yang bisa teman-teman saksikan bahwa kemungkinan tidak dalam waktu dekat kita bisa membuka bandara. Kita akan membuka kalau memang kita jamin bahwa kondisi keselamatan itu sudah bisa kita ketahui dengan pasti.

Baca Juga :  Maraknya Bendera One Piece, Siber Ansor NU Tegaskan Jaga Martabat Bendera Merah Putih!

Menhub juga meminta operator memastikan tersedianya petugas dan saluran informasi yang dapat membantu penumpang terdampak, sehingga setiap perubahan perjalanan dapat ditangani secara tertib dan terkoordinasi.

Kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara terdampak, Menhub Dudy mengimbau untuk tidak datang ke bandara selama periode penutupan dan senantiasa memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya.

Sementara pada angkutan penyeberangan, Menhub Dudy menyampaikan, berdasarkan pemantauan Kementerian Perhubungan, operasional penyeberangan lintas Merak–Bakauheni masih berjalan normal. Kementerian Perhubungan terus melakukan pengawasan terhadap kondisi cuaca, perairan, keselamatan pelayaran, serta kelancaran pelayanan pada lintasan tersebut.

“Merak masih beroperasi. Terhadap gelombang, sampai sejauh ini belum ada laporan yang mengatakan bahwa kita harus menghentikan operasionalnya. Namun dampak daripada sebaran abu perlu kita perhatikan dengan baik dan kita cermati. Apabila ternyata sebaran debu ini sangat berpengaruh kepada kesehatan para penumpang maupun awak, agar tidak dipaksakan melaksanakan operasi penyebrangannya,” tegasnya.

Menhub meminta seluruh operator kapal dan pengelola pelabuhan untuk tetap menjalankan prosedur keselamatan secara disiplin, termasuk memperhatikan kondisi cuaca dan perairan serta memastikan kesiapan kapal, awak kapal, fasilitas pelabuhan, dan pelayanan kepada pengguna jasa. (Acym)

Berita Terkait

Berkas Perkara Telah Terkirim Namun Nomor Registrasi Belum Terbit, Begini Penjelasan MA
Dirjen Badilum Pantau Tingkat Disiplin dan Kinerja Aparatur Peradilan
Tagline Baru “Polisi Bersama Masyarakat” Semangat yang Harus Diwujudkan dalam Pelaksanaan Tugas
BPA Kejaksaan RI Hadir dalam Pertemuan ke-11 ARIN AP di New Delhi
Lantik Tiga Kajari, Kajati DKJ: Lanjutkan Program Kerja yang Telah Berjalan Optimal
Penolakan Revitalisasi Tambak di Pantura, KOPAAAS: Audit Keuangan dan Aset WALHI
Sukses Gelar Lelang Serentak pada 365 Satker se-Indonesia, BPA Kejaksaan Pecahkan Rekor MURI
Kajati Sultra: Aset Daerah Harus Tertib, Aman dan Berkepastian Hukum

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Berkas Perkara Telah Terkirim Namun Nomor Registrasi Belum Terbit, Begini Penjelasan MA

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Dirjen Badilum Pantau Tingkat Disiplin dan Kinerja Aparatur Peradilan

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Tagline Baru “Polisi Bersama Masyarakat” Semangat yang Harus Diwujudkan dalam Pelaksanaan Tugas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:34 WIB

BPA Kejaksaan RI Hadir dalam Pertemuan ke-11 ARIN AP di New Delhi

Selasa, 29 September 2026 - 20:57 WIB

Lantik Tiga Kajari, Kajati DKJ: Lanjutkan Program Kerja yang Telah Berjalan Optimal

Berita Terbaru