Dengar Langsung Rintihan Warga, Arif Rahman Janji Perjuangkan Nasib Petani Banten

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pijarjakarta.info – Ratusan warga tampak antusias memadati lokasi kegiatan reses di Lembur Sawah Pasir, RT 08 RW 10, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (1/8/2026).

Mereka datang membawa harapan sekaligus keluh kesah, bertemu langsung dengan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan Banten I (Pandeglang dan Lebak), Arif Rahman, S.H.

Suara-suara keprihatinan paling banyak datang dari para petani. Kering kerontang lahan pertanian, saluran irigasi yang rusak, minimnya alat bantu tani, hingga kerugian akibat gagal panen karena kekeringan menjadi cerita yang menyentuh hati.

Warga meminta perbaikan jaringan irigasi, pengadaan traktor dan pompa air, serta langkah nyata menghadapi dampak perubahan iklim yang membuat musim kemarau terasa semakin panjang.

Mendengar satu per satu curahan hati warga, Arif Rahman menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud tanggung jawab konstitusional untuk menjembatani suara rakyat ke tingkat pusat.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hari ini saya datang untuk mendengar langsung apa yang saudara-saudara butuhkan. Seluruh aspirasi ini akan saya bawa ke DPR RI dan saya perjuangkan sungguh-sungguh agar menjadi program yang nyata dirasakan manfaatnya,” ujar Arif dengan nada tegas namun penuh kehangatan, Sabtu (1/8/2026)

Baca Juga :  Lima Arahan Presiden untuk Integrasi Moda Transportasi Publik

Ia menyadari bahwa persoalan air adalah nyawa bagi pertanian. Fenomena perubahan iklim membuat kekeringan meluas dan merugikan petani. Karena itu, DPR RI telah mendorong pemerintah menyusun langkah strategis: mulai dari pembangunan sumur pertanian, penyediaan pompa irigasi, hingga pembangunan jaringan perpipaan dari sumber air ke lahan sawah.

“Kami tidak membiarkan petani berjuang sendirian. Program irigasi pompa adalah solusi penting agar saat kemarau pun tanaman tetap mendapat asupan air,” jelasnya sembari meminta warga menunjukkan lokasi sumber air yang ada, agar rencana pembangunan nanti tepat sasaran.

Selain infrastruktur, Arif juga mendesak penguatan asuransi pertanian sebagai payung perlindungan jika gagal panen, serta pendataan lengkap kelompok tani. Tanpa data yang rapi, bantuan seperti pupuk bersubsidi dan alat mesin pertanian sulit disalurkan dengan tepat.

“Segera daftarkan kelompok tani melalui penyuluh atau Dinas Pertanian. Dengan data yang jelas, kebutuhan saudara akan tercatat dan diperjuangkan,” pesannya.

Kehadiran Arif Rahman disambut apresiasi mendalam dari unsur kelompok tani. Surayani, Ketua Kelompok Multitani Sukarendah, mengaku sangat tersentuh karena wakil rakyat benar-benar meluangkan waktu turun ke lapangan, bukan hanya hadir di ruangan ber-AC.

Baca Juga :  Ridwan Kamil Wujudkan Wasiat Inggit Garnasih

“Kami sangat berterima kasih dan merasa dihargai karena Bapak Arif Rahman mau datang mendengar keluh kesah kami secara langsung. Tidak banyak wakil rakyat yang benar-benar turun ke pelosok desa, bertemu petani, dan memahami betapa beratnya kami berjuang saat kekeringan melanda,” ujar Surayani dengan nada haru.

Ia berharap perhatian ini tidak berhenti di pertemuan semata. Kata Suryani, Bapak Arif Rahman benar-benar menjadi kepanjangan tangan sekaligus jembatan yang kokoh antara kami para petani dengan pemerintah pusat.

“Sampaikanlah bahwa kami butuh air, alat tani, kepastian pupuk, dan perlindungan saat gagal panen. Jangan sampai suara kami hilang di tengah jalan,” harapnya.

Menurut Surayani, perhatian nyata seperti ini memberi semangat baru bagi para petani. Kalau ada yang peduli dan berjuang untuk nasib kami, kami pun makin bersemangat mengolah tanah demi ketahanan pangan bangsa.

Di akhir pertemuan, Arif Rahman menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap harapan warga Pandeglang maupun Lebak.

“Kesejahteraan petani dan ketahanan pangan wilayah ini adalah prioritas saya. Saya akan berjuang sampai aspirasi ini benar-benar menjadi kenyataan,” tandasnya. (Acym)

Berita Terkait

Berkas Perkara Telah Terkirim Namun Nomor Registrasi Belum Terbit, Begini Penjelasan MA
Dirjen Badilum Pantau Tingkat Disiplin dan Kinerja Aparatur Peradilan
Tagline Baru “Polisi Bersama Masyarakat” Semangat yang Harus Diwujudkan dalam Pelaksanaan Tugas
BPA Kejaksaan RI Hadir dalam Pertemuan ke-11 ARIN AP di New Delhi
Lantik Tiga Kajari, Kajati DKJ: Lanjutkan Program Kerja yang Telah Berjalan Optimal
Penolakan Revitalisasi Tambak di Pantura, KOPAAAS: Audit Keuangan dan Aset WALHI
Sukses Gelar Lelang Serentak pada 365 Satker se-Indonesia, BPA Kejaksaan Pecahkan Rekor MURI
Kajati Sultra: Aset Daerah Harus Tertib, Aman dan Berkepastian Hukum

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Berkas Perkara Telah Terkirim Namun Nomor Registrasi Belum Terbit, Begini Penjelasan MA

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Dirjen Badilum Pantau Tingkat Disiplin dan Kinerja Aparatur Peradilan

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Tagline Baru “Polisi Bersama Masyarakat” Semangat yang Harus Diwujudkan dalam Pelaksanaan Tugas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:34 WIB

BPA Kejaksaan RI Hadir dalam Pertemuan ke-11 ARIN AP di New Delhi

Selasa, 29 September 2026 - 20:57 WIB

Lantik Tiga Kajari, Kajati DKJ: Lanjutkan Program Kerja yang Telah Berjalan Optimal

Berita Terbaru