Terdampak Covid-19, Pariwisata Raja Ampat Bersiap Menuju New Normal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2020 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR|JAKARTA – Pariwisata Raja Ampat tengah bersiap menuju era New Normal. Yakni kegiatan wisata yang akan mengacu pada protokol yang telah dijalankan selama pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat merupakan Kabupaten berbasis Kepulauan. Sektor unggulannya yakni kelautan, perikanan dan pariwisata.

Pariwisata Raja Ampat lumpuh akibat pandemi Covid-19. Tak ada tamu atau wisatawan, resort, penginapan, homestay dan hotel sunyi. Karyawan diliburkan dan akses menuju spot wisata ditutup sementara.

“Yang jelas kalau kita bicara pariwisata, memang pariwisata salah satu sektor yang terdampak dari COVID-19. Di seluruh dunia, bukan hanya Indonesia, bukan hanya Raja Ampat,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat Yusdi Lamatenggo.

Baca Juga :  Presiden Harap TMII Jadi Ikon Besar Pariwisata Indonesia

Dinas Pariwisata Raja Ampat akan melakukan upaya pemulihan, perbaikan sarana dan prasarana serta promosi secara masif setelah Covid-19 usai.

“Kita berharap selesai COVID kita masuk upaya pemulihan, memperbaiki objek-objek wisata, memperbaiki seluruh sarana, prasarana pariwisata, melakukan perbaikan semuanya termasuk promosi besar-besaran,” terang Yusdi.

Lebih lanjut Yusdi mengatakan, setelah COVID-19, pariwisata Raja Ampat masuk era New Normal di mana semua aktivitas wisata akan mengacu kepada protokol yang telah dilaksanakan selama pandemi COVID. Seperti terus mengontrol kesehatan wisatawan, menyiapkan tempat-tempat cuci tangan di semua objek wisata, jaga jarak wisatawan dan kenyamanan serta keamanan.

“Jadi setelah COVID ini Raja Ampat masuk era baru, yaitu pelayanan wisatawan yang menerapkan prinsip clean, health dan safety,” pungkas Yusdi.

Baca Juga :  Sepuluh Aspek Hukum yang Harus Disiapkan Perusahaan Sebelum Go Public

Sebagai informasi, wisata Raja Ampat sejak awal menawarkan keindahan dan kekayaan alamnya dan bukannya wisata buatan. Hutan, bukit, pesisir pantai dan laut Raja Ampat menyimpan kekayaan dan keindahan yang dicari oleh wisatawan.

Aktivitas wisata popular di Raja Ampat yakni diving, snorkeling, wisata pengamatan burung cendrawasih, trekking, menjelajahi gua-gua sejarah, wisata memberi makan ikan, berenang bersama hiu dan pari manta, wisata mancing, menyusuri sungai (Kali Biru) dengan airnya berwarna biru dan camping di tengah hutan serta aktivitas menarik lainnya. [ivan]

Berita Terkait

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini
MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia
Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling
Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI
Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure
Tingkatkan Sinergitas Antara Lembaga Penegak Hukum, Kejagung Gelar Tenis Meja Persahabatan dengan KPK
Jalin Kolaborasi Strategis Bagi Para Pelaku Industri Produk Bayi dan Mainan Anak, IBTE 2025 Gelar Pameran di JIExpo Kemayoran
Catatan Redaksi: Potret Buram Penegakan Hukum Indonesia Berdasarkan Kasus Viral

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Kamis, 10 September 2026 - 15:28 WIB

MEGAPAD 2 dan SE 2 Jadi Senjata Baru TECNO Menggarap Pasar Tablet Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:56 WIB

Higgs Games Island Ajak Penggemar Berinteraksi Langsung dengan Luís Figo Melalui Kompetisi Juggling

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:44 WIB

Kembangkan Kompetensi Diri, Riki Handoyo ASN Non Jaksa Lulus Sidang Tesis Pascasarjana UKI

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:07 WIB

Penurunan Omzet Penjualan adalah Business Risk bukan Force Majeure

Berita Terbaru