2022 Akan Berlalu, Ketahanan Pangan Masih Jadi PR Besar Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 31 Desember 2022 - 00:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR|JAKARTA – Dalam hitungan hari, tahun 2022 akan berlalu. Sepanjang tahun ini, berbagai gejolak dan dinamika menghampiri negeri ini. Dari soal pandemi yang walau sudah terkendali tetapi dampak besarnya masih begitu terasa, situasi politik jelang Pemilu 2024 yang mulai menghangat hingga berbagai peristiwa hukum yang menjadi perhatian seluruh rakyat. Namun, salah satu isu yang sangat penting dijadikan evaluasi sepanjang 2022 ini adalah soal ketahanan pangan.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, sepanjang 2022 isu ketahanan pangan menjadi perbincangan global. Selain karena masih terimbas dari pandemi, konflik Rusia-Ukraina menjadi ancaman nyata krisis pangan dunia. Pandemi Covid-19 membuka mata dunia termasuk Indonesia, bahwa penyebaran virus sangat menganggu produksi dan rantai distribusi pangan baik dalam skala lokal (dalam sebuah negara) maupun skala internasional.

Sementara perang Rusia-Ukraina, begitu cepat menyebabkan ketidakstabilan suplai bahan pangan akibat sulitnya ekspor produk agrikultur ke berbagai dunia. Akibatnya banyak negara lain di dunia yang melakukan pembatasan bahkan menghentikan impor produk pangannya ke pasar dunia demi mengamankan kebutuhan pangan dalam negerinya.

Baca Juga :  Paguyuban Keluarga Sejahtera (PKS) Berbagi Keberkahan di Bulan Ramadhan

“Ketahanan pangan masih jadi PR besar kita. Tahun 2022 ini membuka mata kita bahwa ketahanan pangan dunia sejatinya sangat rapuh. Indonesia sebagai bangsa besar, mau tidak mau harus memformulasikan politik dan strategi pangannya supaya lebih kuat terhadap gejolak global yang kapan saja bisa terjadi. Sejatinya, pondasi ekonomi Indonesia adalah mengutamakan produksi bahan pangan dan perluasan produksi pertanian, perkebunan, peternakan, serta perikanan. Namun, kita belum punya strategi dan desain industri pangan nasional yang holistik,” ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya (28/12/2022).

Menurut Fahira, sejak Indonesia merdeka para pendiri bangsa sebenarnya sudah mengingatkan akan pentingnya ketahanan pangan karena mereka meyakini krisis pangan akan selalu membayangi dunia. Itulah kenapa, para pendiri bangsa ini meletakkan dasar atau pondasi politik pangan Indonesia yang bukan lagi inward looking atau berorientasi ke dalam, tetapi sudah outward looking atau mampu memberi sumbangsih bagi ketersediaan pangan dunia.

Baca Juga :  Perusahaan Chez Ingrid Diduga Melakukan Pelanggaran Hak Pekerja

“Keyakinan ini sudah dimiliki para pendiri bangsa dikarenakan potensi dan kekayaan Indonesia melimpah. Sebagai negara kepulauan/maritim dan agraris yang subur, kekuatan ekonomi Indonesia sejatinya ada di sektor pangan. Makanya, negeri ini didesain bukan hanya mampu mencukupi pangannya bagi rakyatnya sendiri, tetapi mampu memberi sumbangsih bagi ketersediaan pangan dunia. Namun kita harus akui, cita-cita para pendiri bangsa ini belum bisa kita wujudkan,” pungkas Senator Jakarta ini. [ary]

Berita Terkait

BRI Branch Office Radio Dalam Dorong Transaksi Cashless dengan Promo Cashback 30 Persen
Beri Kemudahan Bagi Masyarakat, PLN Hadirkan Promo Diskon 50 Persen Biaya Tambah Daya Listrik
Menpar Dukung BRI Wellness Experience 2026 Perkuat Ekosistem Wellness Tourism Indonesia
Restrukturisasi BUMN Karya untuk Perkuat Infrastruktur Nasional
Perbanas: Konsistensi Pemerintah Jadi Penentu Optimisme Investor dan Pelaku Usaha
Koordinasi Kebijakan Dorong Rupiah Menguat, Bank Mandiri Soroti Rebound IHSG
Geotermal untuk Masa Depan Energi Nasional, Namun Investasi Belum Menarik
ICC Immersion Buka Jejaring Internasional Pegiat Ekraf Indonesia-Prancis

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:49 WIB

BRI Branch Office Radio Dalam Dorong Transaksi Cashless dengan Promo Cashback 30 Persen

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:47 WIB

Beri Kemudahan Bagi Masyarakat, PLN Hadirkan Promo Diskon 50 Persen Biaya Tambah Daya Listrik

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:31 WIB

Menpar Dukung BRI Wellness Experience 2026 Perkuat Ekosistem Wellness Tourism Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:29 WIB

Restrukturisasi BUMN Karya untuk Perkuat Infrastruktur Nasional

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:21 WIB

Perbanas: Konsistensi Pemerintah Jadi Penentu Optimisme Investor dan Pelaku Usaha

Berita Terbaru