PKS Tegaskan Pemerintah Jangan Buka Impor Gula tahun 2023

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Juni 2023 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJARJAKARTA | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Andi Akmal Pasluddin mengingatkan kepada semua pemangku kebijakan pergulaan nasional untuk konsisten tidak membuka keran lebar importasi gula tahun 2023 ini. Hal ini disampaikannya melihat situasi membaiknya produksi gula yang saat ini sudah memasuki musim giling.

“Saya turut apresiasi, bahwa rencana produksi gula konsumsi pada musim giling tahun ini sebesar 2,6 juta ton atau lebih tinggi dari produksi tahun 2022 sebanyak 2,4 juta ton. Dengan kondisi seperti ini, fungsi ketersediaan gula jangan sampai dikotori dengan kebijakan importasi yang kadang muncul dengan tiba-tiba,” ketus Akmal.

Legislator asal Sulawesi Selatan II ini menekankan kepada Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) agar terus meningkatkan optimisme negara dalam mengendalikan logistik dan tata niaga pergulaan nasional.

Baca Juga :  Sembako Tahap Ketiga Mulai Disalurkan Jokowi ke Warga Jabodetabek

“Seiring dengan telah dimulainya giling tebu di sejumlah Pabrik Gula (PG) di Tanah Air, telah menunjukkan situasi yang sangat kondusif dalam persoalan produksi gula dalam negeri,” pungkasnya.

Politisi PKS ini mengingatkan, bahwa kebutuhan gula nasional secara keseluruhan 3,4 juta ton per tahun mesti dicarikan solusi mencukupi kebutuhan dalam negeri. Karena menurutnya, kemampuan lahan kita seharusnya masih cukup apalagi ada teknologi mikrobiotika yang mampu memulihkan lahan kritis menjadi lahan layak tanam.

“Bangsa kita seharusnya sudah mulai melirik optimalisasi lahan tidak tergarap dan atau lahan kritis untuk mampu dipulihkan menjadi lahan layak tanam. Teknologinya sudah ada di mana salah satu contoh di lapangan dengan integrasi limbah kotoran sapi atau ternak dengan limbah kelapa sawit mampu memberikan nutrisi tanah sehingga tanaman dapat layak tumbuh,” ungkap Akmal.

Baca Juga :  Berikut Respons BRI atas Gugatan Nasabah Rp1 Triliun

Akmal menanggapi, pada pekan Rapat Dengar Pendapat antara Komisi IV dan Badan Pangan Nasional, akan terus mengevaluasi target Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional, Bulog dan Kementan, serta BUMN pangan ID FOOD agar kepastian Cadangan Gula Pemerintah selalu tersedia dan mengurangi angka importasi gula pada tahun ini dan tahun depan.

“Negara Kita sudah pernah berjaya pada persoalan pergulaan nasional. Sudah saatnya kita mengembalikan kejayaan ini, dengan intensifikasi, penerapan teknologi tepat guna, dan efisiensi seluruh kebijakan pangan nasional yang pro terhadap petani dan pertanian kita,” tutup Akmal. [PKS/ary]

Berita Terkait

BRI Branch Office Radio Dalam Dorong Transaksi Cashless dengan Promo Cashback 30 Persen
Beri Kemudahan Bagi Masyarakat, PLN Hadirkan Promo Diskon 50 Persen Biaya Tambah Daya Listrik
Menpar Dukung BRI Wellness Experience 2026 Perkuat Ekosistem Wellness Tourism Indonesia
Restrukturisasi BUMN Karya untuk Perkuat Infrastruktur Nasional
Perbanas: Konsistensi Pemerintah Jadi Penentu Optimisme Investor dan Pelaku Usaha
Koordinasi Kebijakan Dorong Rupiah Menguat, Bank Mandiri Soroti Rebound IHSG
Geotermal untuk Masa Depan Energi Nasional, Namun Investasi Belum Menarik
ICC Immersion Buka Jejaring Internasional Pegiat Ekraf Indonesia-Prancis

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:49 WIB

BRI Branch Office Radio Dalam Dorong Transaksi Cashless dengan Promo Cashback 30 Persen

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:47 WIB

Beri Kemudahan Bagi Masyarakat, PLN Hadirkan Promo Diskon 50 Persen Biaya Tambah Daya Listrik

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:31 WIB

Menpar Dukung BRI Wellness Experience 2026 Perkuat Ekosistem Wellness Tourism Indonesia

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:29 WIB

Restrukturisasi BUMN Karya untuk Perkuat Infrastruktur Nasional

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:21 WIB

Perbanas: Konsistensi Pemerintah Jadi Penentu Optimisme Investor dan Pelaku Usaha

Berita Terbaru