KPK Sambut Baik Perjanjian Ekstradisi Indonesia dengan Singapura

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 26 Januari 2022 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR | JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik perjanjian ekstradisi Indonesia dan Singapura yang ditandatangani pada Selasa (25/1/2022) kemarin.

Hal ini menjadi pembuka untuk memulangkan tersangka kasus korupsi. Langkah awal KPK siap berkoordinasi dengan beberapa Kementerian untuk memanggil Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tannos.

Untuk diketahui, tersangka merupakan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP yang merugikan negara sampai triliunan rupiah.

Baca Juga :  JPU Kejari Jakpus: Dakwaan Terhadap Bangun Paulus Tudungta Sudah Jelas dan Lengkap

“Perjanjian ekstradisi ini, kami berikutnya akan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Luar Negeri,” terang Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kemarin. 

Ia pun berharap proses memintai keterangan terhadap Paulus Tannos dapat secepatnya dilakukan.

“Kemudian tersangka juga bisa dilakukan pemeriksaan atau saksi-saksi yang tak berada di Indonesia juga nanti dikoordinasikan lebih lanjut,” ucapnya.

Baca Juga :  Lukas Enembe Resmi Ditahan KPK, Rekening Senilai Rp76,2 Miliar Diblokir

Hingga saat ini KPK pun sudah menetapkan empat tersangka baru terkait kasus korupsi e-KTP. Antara lain, mantan anggota DPR Miryam S Haryani; mantan Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) Isnu Edhi Wijaya; ASN BPPT Husni Fahmi, dan Paulus Tannos.

Berita Terkait

Febrie Adriansyah Didakwa Bersama-sama dengan Ferry Boboho Memeras Tan Kian
Kejati Kaltara Tahan Dua Tersangka Korupsi Kredit Investasi Bank BRI Agroniaga kepada PT SSP
Satgas PKH Kembali Serahkan Rp13,2 Triliun ke Kas Negara dan Masuk Tahap VIII
Saksi Tata Sugianto: Permintaan Ganti Rugi Rp350 Juta Disampaikan Bangun Paulus pada Pertemuan di Puri Mall
Berkas Perkara Lengkap, Dadan Hindayana Dkk Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Pusat
Kredit Fiktif Bank BRI, Maria Lastry Gultom Divonis 8 Tahun Penjara dan Bayar Uang Pengganti Rp122 Miliar
Merasa Takut dan Terpaksa, Saksi Vinsen Akui Transfer Total Rp80 Juta ke Bangun Paulus Tudungta
Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel, Kejagung Tangkap Mantan Sekjen ESDM Teguh Pamudji

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Febrie Adriansyah Didakwa Bersama-sama dengan Ferry Boboho Memeras Tan Kian

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:22 WIB

Kejati Kaltara Tahan Dua Tersangka Korupsi Kredit Investasi Bank BRI Agroniaga kepada PT SSP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Satgas PKH Kembali Serahkan Rp13,2 Triliun ke Kas Negara dan Masuk Tahap VIII

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Saksi Tata Sugianto: Permintaan Ganti Rugi Rp350 Juta Disampaikan Bangun Paulus pada Pertemuan di Puri Mall

Selasa, 29 September 2026 - 20:58 WIB

Berkas Perkara Lengkap, Dadan Hindayana Dkk Dilimpahkan ke Kejari Jakarta Pusat

Berita Terbaru