Akibat Covid-19, Penerimaan Pajak Diprediksi Berkurang

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2020 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIJAR | JAKARTA – Tahun ini, penerimaan pajak diprediksi berkurang. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akibat pandemi COVID-19 yang mempengaruhi target dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Dalam rapat bersama komisi XI DPR RI secara virtual, Sri Mulyani menyampaikan penerimaan pajak diprediksi hanya Rp1.254,1 triliun di bawah target sebelumnya sebesar Rp1.642,6 triliun.

“Untuk shortfall kami perkirakan sampai Rp388,5 triliun,” dia menjelaskan.

Selain itu, penurunan ini juga karena adanya insentif-insentif yang diberikan oleh pemerintah kepada pelaku usaha untuk menekan dampak ekonomi akibat pandemi, penurunan harga minyak.

Baca Juga :  Ketentuan Kerahasiaan Data Nasabah Bank dalam Kasus Akidi Tio

Kemudian fasilitas pajak insentif tahap II yang mencapai Rp13,86 triliun serta relaksasi stimulus tambahan yang mencapai Rp70,3 triliun.

Misalnya termasuk memperhitungan pengutangan tarif PPh menjadi 22 persen senilai Rp20 triliun dan antisipasi penundaan dividen Omnibuslaw Rp9,1 triliun.

Menkeu menyebut, penerimaan bea dan cukai tahun ini diperkirakan turun Rp14,6 triliun atau hanya Rp208,5 triliun dari target APBN sebesar Rp223,1 triliun.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Jajaki Kerja Sama dengan IsDB Jeddah

Hal ini karena adanya dampak stimulus pembebasan bea masuk untuk industri sehingga menyebabkan bea cukai negatif 2,2 persen.

Secara keseluruhan, Sri Mulyani memprediksi penerimaan perpajakan tahun ini hanya Rp1.462,6 triliun, turun Rp403,1 triliun dari target dalam APBN 2020 yang sebesar Rp1.865,7 triliun.

Penerimaan perpajakan itu turun 5,4 persen dibandingkan realisasi tahun lalu. Dengan rasio pajak arti luas sebesar 9,14 persen. [ivan]

Berita Terkait

Geotermal untuk Masa Depan Energi Nasional, Namun Investasi Belum Menarik
ICC Immersion Buka Jejaring Internasional Pegiat Ekraf Indonesia-Prancis
Andalkan Mesin Domestik dan Efisiensi, Menkeu Purbaya: Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 6 Persen
H-4 Lebaran 2025, Sebanyak 80.044 Penumpang Sudah Diberangkatkan dari Daop 6 Yogyakarta
Rakor Bidang Polkam KADIN Indonesia Matangkan Rencana Revisi UU No. 1 Tahun 1987 Tentang KADIN Indonesia
Tinjau Pasar Induk, Gubernur Pramono Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil
Paguyuban Keluarga Sejahtera (PKS) Berbagi Keberkahan di Bulan Ramadhan
KAI Daop 1 Jakarta Catat Lebih dari 425 Ribu Tiket Lebaran Terjual
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:19 WIB

Geotermal untuk Masa Depan Energi Nasional, Namun Investasi Belum Menarik

Senin, 13 April 2026 - 20:56 WIB

ICC Immersion Buka Jejaring Internasional Pegiat Ekraf Indonesia-Prancis

Minggu, 22 Februari 2026 - 05:33 WIB

Andalkan Mesin Domestik dan Efisiensi, Menkeu Purbaya: Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 6 Persen

Selasa, 25 Maret 2025 - 12:27 WIB

H-4 Lebaran 2025, Sebanyak 80.044 Penumpang Sudah Diberangkatkan dari Daop 6 Yogyakarta

Rabu, 12 Maret 2025 - 16:30 WIB

Rakor Bidang Polkam KADIN Indonesia Matangkan Rencana Revisi UU No. 1 Tahun 1987 Tentang KADIN Indonesia

Berita Terbaru