PIJAR-JAKARTA – Perjuangan R.A Kartini membela kaum perempuan telah berhasil dan dirasakan manfaatnya sampai saat ini. Bukti keberhasilan itu dapat terlihat melalui peran perempuan di berbagai bidang dan profesi tak terkecuali profesi penegak hukum. Kesetaraan gender di lembaga peradilan atau penegak hukum pun sudah terbuka lebar bagi siapapun tak membeda-bedakan jenis kelamin.
Selama ini sudah banyak kaum perempuan yang berkarier di lembaga peradilan, seperti kepolisian, kejaksaan, pengadilan, hingga peradilan tertinggi di Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK). Tak terkecuali advokat-advokat perempuan yang juga profesi penegak hukum, khususnya di firma hukum korporasi (corporate law firm). Dikutip dari Hukumonline, ada beberapa perempuan/wanita “hebat” yang sukses berkarier di kantor hukum sebagai partner dan eksis hingga saat ini.
Mereka adalah Partner Kantor Hukum Soemadipradja & Taher (S & T) Retno Muljosantoso; Partner Dentons Hanafiah Ponggawa & Partners (Dentons HPRP) Fabiola Hutagalung; Partner Adnan Kelana Haryanto & Hermanto (AKHH) Helena Adnan; Partner Andriani, Riani & Hutabarat (ARH) Law Office Lintang Suryaningtyas; Partner Walalangi & Partners (in association with Nishimura & Asahi) Miriam Andreta.
Retno Muljosantoso
Retno Muljosantoso atau yang akrab disapa Rini, merupakan seorang Senior Partner di S & T. Usai menuntaskan pendidikan tinggi hukumnya di Universitas Katolik Parahyangan, Retno bergabung dengan S & T sejak tahun 1993 silam dan mulai diangkat sebagai Partner pada tahun 2009. Rini merupakan anggota dari Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) dan International Bar Association. Ia memiliki keahlian di bidang general corporate & investment, employment, insurance, mergers & acquisitions, Islamic finance, banking dan capital markets.
Fabiola Hutagalung
Fabiola Hutagalung menyelesaikan studi sarjana hukumnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dan bergabung dengan Dentons HPRP sejak tahun 1996 hingga saat ini. Mulai berkarier junior lawyer hingga diangkat menjadi partner sejak tahun 2008. Fabiola berpengalaman dengan pengetahuan mendalam tentang M & A, restrukturisasi, spin-off, investasi asing langsung (FDI), usaha patungan (JV), perbankan dan keuangan termasuk kegiatan pembiayaan, dan properti. Dia juga tercatat sebagai “Leading Lawyer” International Financial Law Review (IFLR1000) pada edisi 2015, 2016, dan 2017 untuk Peraturan Jasa Keuangan serta praktik Merger dan Akuisisi.
Helena Adnan
Sebagai salah satu Founding Partner AKHH, Helena Adnan memiliki pengalaman dalam dunia advokat selama lebih dari 25 tahun. Ia merupakan anggota dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), HKHPM, dan anggota dari berbagai asosiasi kekayaan intelektual dan merek dagang, seperti International Trademark Association (INTA), ASEAN Intellectual Property Association (AIPA), dan Association of Intellectual Property Consultants (AKHKI).
Helena memberikan nasihat tentang berbagai isu hukum perusahaan, komersial, dan jasa keuangan, dan membantu klien mengelola hak kekayaan intelektual. Klien yang ditanganinya sejumlah perusahaan terkemuka di berbagai sektor dari mulai energi dan sumber daya alam, bahan kimia konsumen, farmasi, sampai dengan industri manufaktur.
Lintang Suryaningtyas
Lintang Suryaningtyas mulai berkarier di ARH Law Office sejak tahun 2012 hingga saat ini atau 2 tahun sejak firma hukum tersebut berdiri pada 2010. Ia memiliki keahlian di lingkup bidang praktik perselisihan ketenagakerjaan, hukum keluarga, litigasi perdata, pidana dan komersial, serta hukum imigrasi.
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) kelahiran Surabaya 15 Juli 1977 ini juga tercatat sebagai pengajar/dosen di Akademisi Imigrasi, Fakultas Hukum Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Fakultas Hukum Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Bandung untuk mata kuliah Pengantar Ilmu Hukum, Hukum Acara, Bahasa Inggris Hukum.
Lintang sempat melanjutkan pendidikannya di University of Baltimore School of Law yang membuatnya mendapat gelar Master of Laws (LL.M). Sebelumnya, ia sempat menjadi dosen mata kuliah hukum pidana sekaligus konsultan layanan bantuan hukum FH UI.
Miriam Andreta
Miriam Andreta merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Miriam merupakan advokat perempuan yang berpengalaman selama lebih dari 14 tahun. Ia tercatat mendapatkan penghargaan sebagai salah satu A-List Indonesia’s Top 100 Lawyers oleh Asia Business Law Journal 2019; tercatat sebagai ALB’s Rising Star Indonesia 2019 oleh Asian Legal Business.
Penghargaan lainnya sebagai finalis di jajaran top 5 kategori Young Lawyer of the Year oleh ALB Indonesia Law Awards 2018. Miriam Andreta pun berada pada daftar ‘‘40 under 40’’ di Asia, berisi para praktisi hukum muda dengan keahlian mengagumkan berdasarkan penilaian Asian Legal Business di tahun 2018.









